
Suatu hari...
Zein demam tinggi, mengharuskan Alesha pulang lebih awal dan membawa Zein ke klinik terdekat.
Zein harus dirawat diklinik untuk mendapatkan perawatan intensif, terlagi usianya yang masih enam bulan.
Alesha pun panik, dan ikut menangis ketika Zein rewel.
Nini selalu menemani Alesha menjaga Zein, karna Nini juga sangat menyayangi Zein dan ia sudah menganggapnya sebagai anak sendiri.
Karna terus merasa khawatir...
Alesha menghubungi kakaknya dan meminjam uang, ia mengatakan bahwa saat ini anaknya sedang sakit.
Alesha menangis saat berbicara dengan kakaknya.
Kakak Alesha (Angelica) pun heran saat Alesha menyebutkan ia memiliki anak. Karna tidak ingin banyak bicara disaat Alesha panik, Angelica pun mengirimkan uang untuk biaya pengobatan Zein.
"Kak... tolong kamu jaga rahasia ini, ibu jangan sampai tau" ucap Alesha.
Angelica pun memutus panggilannya dan segera mengirim uang untuk Alesha.
Angelic sendiri juga berada diluar kota karna harus ikut dengan suaminya yang memiliki toko jual beli ponsel dan aksesoris.
Mendengar adiknya sudah memiliki anak, membuatnya merasa khawatir dan menangis sembari mengingat adiknya yang sendirian menjalani hidup diluar kota.
Beberapa hari dirawat, kondisi Zein pun membaik dan diperbolehkan pulang.
Setelah berada dikost, Alesha kembali menghubungi Angelica menggunakan ponsel Nini.
Alesha menceritakan semua hal kepada Angelica...
"Kamu tinggal sama kakak aja ya!" ucap Angelica.
Alesha menolaknya karna tidak ingin tau keberadaannya oleh Alaric, ia mengatakan bahwa akan kembali jika Zein berusia lima tahun dan akan bersekolah.
"Kamu jangan khawatirin aku kak, aku disini baik-baik aja kok, cuma aku bener-bener panik ngeliat Zein sakit kak" ucap Alesha.
Setelah banyak mengobrol, Alesha pun memutus panggilannya...
Disisi lain...
Alaric kembali kerumah ibu Alesha dan izin akan pergi kerumah kakak iparnya Angelica. Alaric menanyakan alamat Angelica pada ibu Alesha...
"Kesana kan jauh, apa gak sebaiknya kamu hubungi aja Angelica" ucap ibu Alesha.
Alaric tetap bersih kekeh akan datang kerumah Angelica.
Ibu Alesha pun menghubungi Angelica dan memberitahu bahwa Alaric akan datang. Namun Angelica menolak mengatakan bahwa Alesha tidak pernah menginjakkan kaki dirumahnya.
Mendengar hal tersebut membuat Alaric mengurungkan niatnya untuk datang kerumah Angelica.
Disisi lain...
Reza baru teringat akan nama Fristy yang ia dengar saat itu.
__ADS_1
"Sial... kenapa aku lupa kalau Alesha punya nama belakang Fristy" dalam hati Reza.
Reza pun menghubungi kembali nomor kontak tersebut...
"Maaf... saya yang kemaren mbak, mau tanya Fristy yang sering pakai ponsel ini tingga dimana ya?" tanya Reza.
Nini yang belum disepakati oleh Alesha pun memberitahukan alamatnya.
Reza pun bergegas saat itu juga menuju luar kota untuk mencari Alesha.
"Ternyata Alesha gak jauh dari kota ini, aaagrhh" Reza memukul stir mobilnya.
Saat itu Alesha sedang beraktifitas seperti biasa bekerja, dan kembali pukul 00.00 .
Beberapa jam kemudian, Reza sampai dialamat tersebut.
Ia kembali menghubungi Nini, dan memberitahu bahwa dirinya sudah berada dikost yang Nini sebutkan.
Nini pun keluar dari kost Alesha sambil menggendong Zein.
"Mas..." Nini melambai-lambai kan tangannya.
Reza pun menghampiri Nini dan mereka ngobrol banyak tentang Alesha.
"Mas siapanya ya?" tanya Nini.
"Saya suaminya..." jawab Reza dengan penuh percaya diri.
Nini pun terkejut, Alesha pernah mengatakan bahwa suaminya sedang dalam masa tahanan dan akan bebas dua tahun kedepan.
"Apa suami Fristy preman ya, serem amat sih" dalam hati Nini.
Nini mengatakan bahwa Alesha bekerja disebuah cafe dan akan lanjut bekerja diperjudian yang tidak jauh dari kost tersebut.
"Kalau gitu Zein anak kamu ya mas?" tanya Nini.
Reza mengerutkan keningnya...
"Maksudnya?" tanya Reza heran.
Nini menjelaskan bahwa Zein adalah anak Alesha, saat pertama kali datang dikost tersebut Alesha sudah hamil dan sampai saat ini ia berjuang seorang diri menghidupi Zein.
Reza pun sangat terkejut mendengar hal tersebut...
Namun Reza belum mengetahui bahwa Zein memiliki kesamaan dengannya.
Tidak terbesit difikiran Reza bahwa Zein adalah anaknya... Reza menganggap bahwa Zein adalah anak Alaric.
Zein pun menangis digendongan Nini yang dimana ia merasa kehausan.
"Sini mbak saya bantu" Reza menggendong Zein dan Nini membuatkan sebotol susu.
Jantung Reza mulai berdetak kencang saat menggendong Zein, ia merasa ada kedekatan tersendiri dengan Zein.
"Tuh kan diem digendong papinya" ucap Nini.
__ADS_1
Reza menatap Nini...
Reza terus menatap wajah Zein dengan perasaan yang berdebar-debar.
Reza menyepakati Nini untuk tidak memberitahu kedatangannya, karna ia akan kembali setelah Alesha pulang bekerja nanti.
Dengan perasaan berat hati, Reza pun memberikan kembali Zein pada Nini.
Didalam mobil...
Reza terus memikirkan Zein, saat menatap Zein dan menggendongnya ia bisa merasakan bahwa Zein dan dirinya memiliki ikatan batin yang sangat kuat.
Apalagi saat Reza menggendong Zein tadi, ia merasakan sesuatu hal yang berbeda.
Reza pun teringat saat beberapa kali bercinta dengan Alesha, semua itu semangkin meyakinkannya bahwa Zein adalah anaknya.
Reza pun mulai tidak sabar ingin kembali lagi menemui Zein.
Karna waktu masih sore, Reza pun kembali menemui Zein dan menggendongnya.
Semua penghuni kost melihat kerah Reza yang menggendong Zein.
"Nini... itu ayah Zein ya?" tanya salah satu tetangga.
"Iya..." Nini tersenyum.
Salah satu tetangga kost Alesha pun menggunjing...
"Ih... suami Alesha serem banget gitu ya, kok mau Alesha sama preman, wajahnya juga gak ada senyumnya" ucap tetangga kost Alesha.
Nini pun meminta Reza untuk meletakan Zein diatas kasur karna Nini harus mengganti pempers nya yang sudah penuh.
"Mbak... saya aja yang gantiin ya" ucap Reza.
Nini pun memberikan pempersnya pada Reza...
Saat mengganti pempers Zein, tidak sengaja salah satu kaos kaki Zein terlepas dan terlihat oleh Reza toh hitam ditelapak kaki kanan Zein.
Melihat itu, Reza melihat kearah telapak kakinya sendiri dan memeperlihatkannya pada Nini.
"Mbak... coba lihat ini!" ucap Reza sambil memperlihatkan tanda lahir ditelapak kaki Zein yang sama dengan ditelapak kakinya.
Nini tertawa karna melihat kesamaan tersebut...
Reza pun semangkin yakin bahwa Zein adalah anaknya bukan anak Alaric.
Reza terus menggendong Zein dengan sangat riang, dengan mata yang mulai berkaca-kaca Reza menahan air matanya.
Ia tidak menyangka akan memiliki seorang anak dari Alesha, karna selama menikah dengan Alesha mereka belum dikaruniai seorang anak itu dikarenakan Alesha yang diam-diam sengaja menundanya.
Melihat perlakuan Reza yang kasar saat itu membuat Alesha mengurungkan niatnya untuk cepat memiliki anak.
Karna sudah pukul 23.00, Reza pun berniat kembali kemobil dan membawa satu pakaian milik Zein.
Reza sempat tertidur dimobil sambil menutupkan pakaian Zein diwajahnya.
__ADS_1