
Pagi hari...
Alesha terbangun melihat dirinya sudah memakai selimut, meihat kearah sofa disebelahnya ada Jefkha yang masih tidur.
Alesha memakaikan selimutnya pada Jefkha dan ia bersiap membereskan diri untuk bekerja.
Selesai membereskan diri...
Alesha mendekati Jefkha kembali dan berbisik ditelinganya...
"Maliiiingggg..." teriak Alesha.
"Hhsssshhh...apasih" Jefkha terduduk.
Alesha hanya tertawa dan bergegas keluar rumah...
Hari demi hari terus berlalu...
Hubungan Alesha dan Alaric masih belum dikatakan jelas, Alaric sering mendadak tidak ada kabar dan begitu seterusnya.
Karna Alesha sangat menyukai Alaric ia tetap mempertahankan hubungannya yang seperti angin kadang hilang dan kadang datang.
Putti juga sering mengingatkan Alesha untuk tidak terlalu main hati pada satu lelaki, karna jika kecewa sakitnya akan terasa. Namun Alesha tidak pernah menggubris kata-kata Putti karna dirinya juga sudah dibutakan oleh cinta.
Begitu juga Anna yang berulang kali mengingatkan untuk berhati-hati dalam memilih pasangan mengingatkan bahwa Alesha pernah gagal dipernikahannya dahulu.
Saat berada dirumah Alesha mencari-cari sosial media milik Alaric dan benar saja ia menemukan akun Alaric yang ia cari. Hanya saja akun milik Alaric sudah lama tidak aktif, dan terlihat foto mesra Alaric bersama seorang wanita.
Deg...
Jantung Alesha mulai tidak tenang...
Tokkk... tok
Suara ketukan pintu
"Jef..." Alesha membuka pintu.
"Kusut gitu muka kamu" Jefkha mencubit pipi Alesha.
Alesha hanya menggelengkan kepala...
"Kayaknya enak banget jadi kamu gada kegiatan" ucap Alesha.
"Enak dong, anak sultan" Jefkha tertawa.
Alesha bertanya banyak tentang kehidupan Jefkha...
Ibu Jefkha sudah meninggal sejak dirinya masih remaja, dan hubungan dirinya dengan ayahnya tidak begitu baik, karena ayahnya yang memiliki hobi berganti-ganti pasangan.
Walaupun harta almarhum ibu dan ayahnya banyak tapi kehidupan didalam rumah Jefkha tidaklah baik, itu sebabnya Jefkha lebih sering berada dirumah Putti atau Reua.
"Kamu berapa bersaudara? tanya Alesha.
"Aku anak tunggal" jawab Jefkha.
Alesha juga menceritakan masa lalunya yang gagal dalam berumah tangga...
Lama mereka bercerita, Putti dan Reua kembali...
Mereka membawa beberapa botol alkohol.
Sambil ngobrol dan mendengarkan musik mereka menikmati alkohol, sementara Alesha hanya makan cemilan dan berbalas-balasan pesan dengan Alaric.
"Kamu kok selalu hilang timbul sih" pesan singkat Alesha ke Alaric.
"Iya kalau aku tiba-tiba hilang berati aku lagi sibuk ngurus kerjaan" balas Alaric.
Alesha pun percaya dan memaklumi hal tersebut.
Ditengah percakapan Alesha dan Alaric, Naya teman sekolah Alesha waktu dibangku SMP mengirim pesan singkat.
Naya menawarkan pekerjaan diluar kota yang gajinya besar diluar.
__ADS_1
"Emang kerja apa?" tanya Alesha.
"Jaga billiard" jawab Naya.
Alesha pun menolak dengan alasan sudah memiliki pekerjaan tetap saat ini.
"Oke... aku cuma bagi info aja kok" balas Naya.
Alesha memberitahukan hal tersebut pada Putti...
"Emh... kalau aku jadi kamu mau aja" ucap Putti.
"Aku belum berminat" ucap Alesha.
"Ngapain kamu tunggu-tunggu cowok gak jelas" ucap Putti.
Jefkha tertawa mendengar ucapan Putti.
"Iyaaa... ketawa terus" Alesha melirik Jefkha.
Tengah malam...
Alaric menghubungi Alesha yang sudah tidur dan akan segera menjemputnya.
"Kok gak dari tadi sih" Alesha dengan nada mengantuk.
"Ayolah... aku kangen kamu" ucap Alaric.
Alesha pun keluar kamar dan melihat Putti, Reua dan Jefkha yang belum tidur.
"Mau kemana kamu?" ucap Putti.
"Alaric mau jemput aku" ucap Alesha.
"Awas lagi enak tidur ditinggalin" ucap Jefkha.
Alesha hanya diam duduk disofa sambil menunggu Alaric datang.
Belum lama itu, Alaric datang.
"Maaf ya ganggu kamu tidur" Alaric memegang tangan Alesha.
"Gak apa-apa kok" Alesha tersenyum.
Sampai dirumah Alaric...
Alesha langsung bergegas masuk kamar dan berbaring ditempat tidur.
Alaric terus menciumi Alesha yang akan melanjutkan tidurnya.
"Emmh... nafas kamu bau alkohol" ucap Alesha.
"Temeni akulah... jangan tidur dulu" ucap Alaric.
Alesha pun menemani Alaric yang belum bisa tidur.
Ketika sudah hampir pagi Alesha dan Alaric tertidur...
Belum lama Alaric tertidur ia terbangun dan tersadar waktu sudah pagi...
Ia bergegas pulang dan meninggalkan Alesha yang masih tertidur.
Alaric meninggalkan beberapa uang diatas meja.
Dua jam setelah Alaric pergi...
Alesha membaca pesan dari Alaric diponselnya.
"Sayang... maaf aku harus kerja, ambil uang diatas meja untuk keperluan kamu" ucap Alaric.
Alesha hanya membaca pesan tersebut...
Karna hari ini off ke butik, Alesha membereskan rumah Alaric sebelum kembali kerumah Putti.
__ADS_1
Setelahnya Alesha pun kembali kerumah Putti menggunakan taxi.
Sampai dirumah Putti...
Terlihat Jefkha yang juga baru datang...
"Wah... sekarang kamu pacaran sama sopir taxi" ucap Jefkha.
"Jangan brisik... Makan aja yuk, aku bawa makanan nih" ucap Alesha.
Mereka pun makan bersama Putti dan Reua...
"Kita ke puncak yuk" ucap Putti.
"Ayolah... aku belum pernah" ucap Alesha.
"Hmmp... kelamaan dikampung" Jefkha tertawa.
Alesha pun memukul Jefkha karna ucapannya...
Selesai makan, mereka pun bersiap untuk pergi...
Alesha dan Jefkha pun semangkin akrab...
Jefkha sendiri sebenarnya sudah menaruh hati pada Alesha hanya saja ia tidak ingin mengungkapkannya karena Alesha terlihat sangat mencintai Alaric.
Jefkha juga tidak memperlihatkan rasa sukanya pada Alesha, ia tetap bersikap biasa saja.
"Kamu sendiri aja aku lihat" ucap Alesha
"Siapa bilang... aku selalu sama kamu" Jefkha tersenyum.
"Bukan itu maksud aku... pacar kamu mana?" ucap Alesha.
Jefkha mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada sosok wanita yang pas dihatinya. Mengingat ia juga pernah gagal saat memiliki hubungan dengan seseorang.
Wanita itu hanya memandang materi, dan meninggalkan Jefkha disaat keuangannya mulai menurun.
Itu sebabnya Jefkha tidak ingin terburu-buru menaruh hatinya dengan wanita...
"Kamu ganteng loh, baik, anak tunggal, tajir pula pasti banyak yang mau" ucap Alesha.
"Kamu mau gak?" Jefkha menyenggol bahu Alesha.
Alesha dan Jefkha sama-sama tertawa...
Saat masih berada di puncak, mereka mengabadikan momen dengan banyak berfoto...
"Foto berdua yuk" ucap Alesha.
"Boleh dong" ucap Jefkha.
Jefkha pun merangkul Alesha dan Reua yang mengambil foto...
"Kalian cocok loh" ucap Reua.
Alesha mengerutkan keningnya dan tertawa menatap Jefkha...
Dering ponsel Alesha berbunyi...
Panggilan dari Alaric yang menanyakan keberadaannya saat ini.
Alesha mengatakan bahwa ia sedang bersama teman-temannya di puncak, dan akan kembali sore nanti.
Alaric memaksa Alesha kembali namun ia menolak dengan alasan tidak enak dengan teman-teman jika harus kembali lebih awal...
"Pulang dong sayang... aku sengaja pulang lebih awal untuk sama kamu" ucap Alaric.
Mendengar perkataan Alaric, Alesha pun akhirnya pamit dengan teman-teman untuk kembali lebih awal...
"Kenapa?... Alaric maksa kamu balik" ucap Putti ketus.
Alesha mengangguk...
__ADS_1
"Dasar bucin kamu" teriak Reua.
Alesha pun pergi dan tidak menggubris ucapan Reua...