
Beberapa hari Alesha dirawat diklinik, ia sudah di izinkan kembali kerumah.
Sampai dirumah, ibu Alesha sudah menyiapkan makanan.
"Kamu makan ya, setelah itu minum obat biar luka kamu cepat sembuh" ucap Alaric.
"Yah... seandainya ada obat yang bisa nyembuhin semua luka" Alesha melirik sinis Alaric.
Alaric menaikan alisnya, ia merasa tersindir dengan ucapan Alesha.
Saat makan, Alesha kesulitan karna menggunakan tangan kiri. Melihat itu pun Alaric menarik piring Alesha dan menyuapi Alesha makan.
Awalnya Alesha menolak, namun karna ibu Alesha juga berada didekat mereka mau tidak mau Alesha tidak bisa menolaknya.
"Jangan banyak-banyak dong mulut aku penuh" ucap Alesha.
"Biar cepat selesai" ucap Alaric.
Alesha pun menginjak kaki Alaric karna sengaja membuat Alesha kesal.
"Aduh..." Alaric tertawa.
"Ketawa terus sepuasnya" ucap Alesha ketus.
Alaric pun menghentikan tawanya dan hanya tersenyum...
Selesai makan Alesha mengambil gelas dan terlihat mengambil susu hamil didalam lemari.
Melihat itu, Alaric pun bingung harus mengatakan apa pada Alesha tentang dirinya yang sudah mengalami keguguran.
"Sayang..." Alaric memeluk Alesha dari belakang.
"Apasih..." ucap Alesha acuh.
Alaric pun meminta Alesha untuk duduk dan tenang.
Alesha mengerutkan keningnya menunggu Alaric yang terlihat serius.
"Kamu mengalami keguguran saat kecelakan" ucap Alaric pelan.
Mata Alesha pun berkaca-kaca mendengar hal yang disampaikan Alaric.
Alesha hanya diam dan beranjak dari kursi menuju kamarnya.
Dikamar...
Alesha menangis, dirinya tidak menyangka bahwa akan kehilangan bayi yang ia kandung.
Tidak lama itu, Alaric juga masuk ke kamar dan duduk tepat dihadapan Alesha.
Alesha pun langsung berbaring membelakangi Alaric dan masih terus menangis.
"Sekarang gak ada lagi alasan untuk kamu bertahan, kamu bisa pergi, kita pisah" ucap Alesha dengan sesegukan.
__ADS_1
Mendengar ucapan Alesha pun membuat Alaric terkejut, Alaric tetap mengatakan bahwa tetap akan mempertahankan rumah tangga mereka.
"Aku masih punya waktu 25 hari untuk buktiin ke kamu" ucap Alaric.
"Sayang..." Alaric memegang bahu Alesha.
Tangis Alesha malah semangkin pecah...
Karena lelah menangis, Alesha pun tertidur.
Alaric terus menatap ke arah Alesha dan ia pun berbaring disebelah Alesha sambil memeluk Alesha pelan agar Alesha tidak terbangun.
Pagi hari...
Alesha terbangun dan akan segera mandi. Saat masuk ke kamar mandi ternyata Alaric juga baru saja masuk ke kamar mandi.
Melihat Alaric yang sudah berada dikamar mandi lebih dulu, Alesha pun berbalik arah yang dimana Alaric menahannya.
"Tangan kamu masih sakit, aku bantu kamu mandi ya" ucap Alaric.
Alesha menggelengkan kepala.
"Luka kamu nanti basah memperlambat proses penyembuhan" ucap Alaric.
Alaric pun terus memaksa dan akhirnya Alesha mandi dibantu oleh Alaric.
Selesai mandi mereka sarapan bersama...
Terlihat Alesha yang hanya diam dan raut wajahnya yang lesu.
"Alesha... ini semua masih belum rezeki, kamu yang sabar ya" ucap ibu Alesha.
Mata Alesha pun berkaca-kaca mendengar ucapan ibunya.
Melihat Alesha seperti akan menangis, Alaric pun merangkul Alesha dan mencium pipinya. Kemudian Alaric berpamitan untuk berangkat kerja.
....
Dua minggu berlalu...
Thewiq akan mengadakan pesta malam ini, perayaan aniversarry nya bersama Raffael.
Alaric dan Alesha juga di undang untuk datang keacara tersebut di club.
Malam dimana mereka semua sudah berkumpul, Jefkha menanyakan keadaan Alesha pada Alaric dan juga hubungan mereka apakah sudah lebih baik.
Alaric menjawab, bahwa hubungan mereka masih sama, Alesha tetap masih bersikap dingin pada Alaric. Terlagi saat Alesha mengetahui dirinya mengalami keguguran ia terlihat lebih banyak diam dan merenung.
"Kamu sabar ya" Jefkha menepuk bahu Alaric.
Jefkha mendekati Alesha yang duduk disofa, ia pun menanyakan keadaan Alesha. Alesha mengatakan bahwa dirinya sudah lebih baik, hanya saja luka ditangannya masih terasa sakit dan kaku.
Dipertengahan waktu, Alesha mulai mabuk karna teralu banyak minum. Alaric yang mengetahui hal tersebut pun tidak menahan Alesha, i terus memperhatikan Alesha yang tidak tenang. Sebentar duduk, sebentar berdiri begitu seterusnya.
__ADS_1
Alaric mendekati Alesha yang berdiri sendirian dan memeluknya.
Berbeda saat sadar Alesha selalu menolak jika dipeluk Alaric, ketika mabuk Alesha justru terus memeluk Alaric.
"Kamu sayang aku...?" Alaric berbicara ditelinga Alesha.
Alesha pun mengatakan bahwa dirinya sangat menyayangi Alaric.
Mendengar itu Alaric pun tersenyum, ia tau sedang berbicara dengan orang mabuk.
Alesha terus menciumi Alaric dengan penuh nafsu. Alaric pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, ia berencana akan membawa Alesha pulang kerumahnya malam ini.
Selesai acara, mereka pun kembali kerumah masing-masing...
Begitu juga dengan Alaric yang membawa Alesha kembali kerumahnya.
Sampai dirumah, Alesha berjalan pelan sambil menahan dirinya yang merasakan pusing. Ia pun membersihkan dirinya dan kemudian berbaring ditempat tidur.
Alaric sengaja menggoda Alesha dan membuatnya terangsang hingga akhirnya mereka pun bercinta.
Alaric pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dan terus mengulangi hingga beberapa kali.
Pagi hari...
Alesha terbangun dan melihat dirinya yang sudah tidak mengenakan ****** *****, ia pun kembali berbaring karna masih merasa pusing.
Setelahnya Alesha keluar kamar melihat Alaric yang sudah tidak lagi ada, Alesha berfikir bahwa Alaric sudah berangkat bekerja.
Alesha pun mandi dan setelahnya segera membuat sarapan...
Melihat tidak ada stock cemilan dirumah, Alesha pun berniat membelinya di market terdekat.
Tiba dimarket yang dituju, Alesha bersenggolan dengan seseorang dan membuat dompetnya terjatuh. Alesha sendiri hanya fokus kearah dompetnya yang terjatuh, sedangkan seseorang itu menoleh kebelakang dan terus memperhatikan Alesha yang merunduk mengambil dompet.
Sesudah Alesha mengambil dompetnya ia pun melanjutkan langkahnya kedalam market, yang dimana seseorang itu masih saja memperhatikan Alesha.
Ternyata...
Seseorang itu adalah Reza yang sudah bebas dari masa tahanannya padahal belum genap dua tahun ia menjalani hukumannya. Semua itu karna orang tuanya yang membayar denda agar dirinya mendapat pengurangan masa tahanan.
Setelah keluar dari tahanan Reza memiliki banyak tato disekujur tubuhnya dan memasang tindik ditelinganya.
Selesai dari market, Alesha lanjut ke warung untuk membeli ayam goreng yang lokasinya berada didekat market tersebut.
Disana juga terlihat Reza yang sedang makan, namun saat Alesha menoleh kearahnya Reza malah menurunkan topinya dan merunduk agar Alesha tidak mengenali dirinya.
"Ngapain Alesha di daerah sini" dalam hati Alaric.
Selesai Alesha membayar orderannya ia pun kembali kerumah, yang dimana Reza berniat mengikutinya namun karna kasirnya pada saat itu sedang ke toilet membuat Reza sedikit terlambat dan kehilangan arah pergi Alesha.
Reza sendiri belum mengetahui bahwa Alesha sudah menikah, Reza juga masih belum terima karna Alesha menceraikannya. Ia berniat akan kembali mendekati Alesha karna ia masih mencintai Alesha.
Namun, setelah keluar dari tahanan bukannya berubah, perbuatan Reza malah lebih membahayakan dari sebelumnya. Ia bukan cuma memakai narkoba tapi juga bekerja sama dengan aparat mengedarkannya sebagai penjual.
__ADS_1
Dari hasil penjualan narkoba tersebut ia membuka tempat perjudian berkedok rumah salon, yang dimana juga banyak wanita penghibur disana.
Perjudiannya itu juga dibekap seorang aparat, oleh karena itu setiap ada razia perjudian tersebut selalu aman karna sudah mendapat bocoran terlebih dahulu.