Terjebak Oleh Masa Lalu

Terjebak Oleh Masa Lalu
Bap 11


__ADS_3

Saat Alesha mengambil ponselnya...


Tiba-tiba ia melihat belasan panggilan dari nomor tidak dikenal dan saat Alesha masih memegang ponselnya berdering kembali dan Alesha menjawabnya.


Ternyata panggilan tersebut dari Putti yang mengatakan bahwa Jefka berada di kantor polisi karna razia club malam tadi, dan Jefkha ketahuan mengantongi satu ekstasi di sakunya.


Putti sendiri juga ikut terseret, namun Putti sudah bebas lebih dulu karna kekasihnya yang pengusaha itu sudah membayar uang tebusan.


Sementara Putti juga bingung karna tidak bisa mengurus Jefkha, karna tidak ingin membuat kekasihnya itu (Tommy) curiga dengan kebiasaan Putti selama ini yang suka ke club dan berteman dengan banyak lelaki.


Putti juga mengatakan bahwa sebelum Jefkha lebih memilih menjalani masa hukumannya dari pada harus meminta bantuan pada ayahnya.


Mendengar itu pun Putti semangkin bingung dan kasihan pada Jefkha, sementara uang yang dibutuhkan bukanlah sedikit.


"Kamu coba ngomong baik-baik sama ayah Jefkha" ucap Putti.


Putti pun memberikan alamat rumah Jefkha...


Dengan terburu-buru, Alesha pun pamit pada ibunya dengan alasan ingin kerumah Putti.


Alesha langsung menuju alamat rumah Jefkha menggunakan taxi...


Sampai dirumah Jefkha...


"Permisi... bener ini rumah Jefkha" ucap Alesha pada art.


Saat Alesha berbicara pada art, muncul lah ayah Jefkha yang hendak keluar rumah.


Dengan perasaan takut Alesha pun mengatakan hal yang sudah terjadi pada Jefkha.


Ternyata ayah Jefkha sangat lembut sekali bicaranya...


"Kamu satu mobil aja sama om" ucap ayah Jefkha.


Dengan perasaan canggung, Alesha pun berada disatu mobil yang sama dengan ayah Jefkha.


Diperjalanan...


"Nama kamu siapa?" tanya ayah Jefkha.


"Alesha om..." jawab Alesha.


Ayah Jefkha mengira bahwa Alesha adalah pacar Jefkha, namun Alesha mengatakan bahwa mereka hanya berteman.


"Hmm... beginilah masalah anak muda" ucap ayah Jefkha.


Ayah Jefkha pun menanyakan tempat tinggal Alesha, dan nama orang tuanya.


Dan ternyata, ayah Jefkha mengenal baik ibu Alesha dan almarhum ayah Alesha.


"Ternyata kamu anak dari Meena dan Jody" ucap ayah Jefkha.


Ayah Jefkha pun menceritakan kedekatan dirinya pada ibu Alesha pada saat masih sekolah dahulu.


Alesha juga tidak menyangka bahwa ayah Jefkha adalah teman dekat ibunya dan menurut Alesha ayah Jefkha sangat baik dari cara bicaranya.


Sampai di kantor polisi...


Jefkha kaget melihat Alesha bersama ayahnya. Jefkha bersikap cuek saat melihat ayahnya...


"Kamu disini dulu biar om urus uang tebusan untuk Jefkha" ucap ayah Jefkha.


"Kamu kok bisa sama dia" ucap Jefkha acuh.


"Kamu jangan gitu dong, biar gimana pun itu ayah kamu Jef" ucap Alesha.


Jefkha menatap cuek Alesha...

__ADS_1


"Aku khawatir kamu disini, gak ada cara lain... Putti kasih saran ke aku untuk ngomong ke ayah kamu untuk bebasin kamu dari sini" ucap Alesha.


"Alaric bisa marah kalau tau kamu disini" ucap Jefkha.


Alesha pun mengatakan bahwa dirinya tidak peduli tentang Alaric...


Setelah ayah Jefkha selesai dalam pengurusan, Jefkha pun diperbolehkan pulang.


Alesha berpamitan pada ayah Jefkha...


"Titip salam sama ibu kamu ya" ucap ayah Jefkha.


Mendengar hal itu Jefkha mengerutkan keningnya.


"Ayah kamu sama ibu aku temen sekolah" ucap Alesha.


Jefkha mengangguk dan menaikan alisnya.


Jefkha dan Alesha pun menuju kerumah Putti, yang saat itu Putti tidak berada dirumah karna sedang bersama Tommy.


Jefkha dan Alesha pun menghabiskan waktu dengan banyak bercerita.


Disisi lain...


Alaric yang sudah pulang bekerja tidak melihat ada Alesha dirumah, ia pun bertanya keberadaan Alesha pada ibunya.


"Alesha pamitnya kerumah Putti" ucap ibu Alesha.


Alaric pun mencoba menghubungi ponsel Alesha namun Alesha mengabaikannya.


Karna sudah terlalu lama menunggu dan Alesha belum juga kembali, Alaric pun bergegas menuju rumah Putti.


Sampai dirumah Putti, ia melihat Alesha sedang asyik ngobrol bersama Jefkha.


"Kamu kenapa gak ngomong ke aku kalau mau kerumah Putti" ucap Alaric.


Alaric pun bertanya pada Jefkha mengapa bisa berduaan dengan Alesha...


Alesha pun memotong pembicaraan dengan mengatakan bahwa ia menemui Jefkha di sel tahanan kantor polisi.


"Kamu gak pernah sekhawatir ini sama aku" ucap Alaric.


"Wajar dong, Jefkha selalu ada buat aku, kamu kemana aja seama ini" ucap Alesha sinis.


Alesha pun meninggalkan Alaric dan Jefkha dirumah Putti...


"Alesha..." ucap Alaric.


Alesha tidak menggubris panggilan Alaric dan terus melanjutkan langkahnya kembali kerumah dan masih menggunakan taxi didepan pos komplek.


"Hmmhhh... aku tau banget Alesha cinta sama kamu Ric, mungkin sikap dia seperti itu karna kamu juga" Jefkha tersenyum.


Jefkha juga mengatakan bahwa Alaric tidak perlu cemburu dengan dirinya karna Alesha menganggapnya hanya teman biasa tidak lebih.


"Okee kalau gitu, aku balik dulu ya" ucap Alaric.


Saat melewati pos komplek, Alaric melihat Alesha yang masih belum pulang. Alaric pun menghentikan mobilnya dan menghampiri Alesha.


"Pulang yuk!" Alaric memegang tangan Alesha.


Alesha menolaknya, namun Alaric mengancam akan memberitahu ibunya bahwa Alesha marah dan tidak ingin diantar olehnya. Mendengar hal tersebut dengan terpaksa Alesha mau pulang kerumah bersama Alaric.


"Kapan kita cek kandungan kamu ke dokter?" tanya Alaric.


Alesha hanya diam...


"Okee... nanti aku tanya ke ibu aja bir ibu yang atur jadwalnya" ucap Alaric lagi.

__ADS_1


Alesha pun menatap sinis Alaric...


Sampai dirumah, Alaric langsung bertanya pada ibu Alesha mengenai cek kandungan...


Ibu Alesha pun menyarankan ketika Alaric off bekerja sebaiknya mengabtar Alesha untuk cek kandungan.


"Alaric pasti sibuk bu, aku bisa minta temenin Lilac kok" ucap Alesha.


"Kamu nih gimana sih, aku kan ayahnya aku juga mau tau dokter ngomong apa aja" ucap Alaric.


Ibu Alesha pun meminta Alesha untuk menunggu Alaric off bekerja...


Alesha pun meninggalkan Alaric dan masuk ke kamar mengambil handuknya untuk mandi.


Saat Alesha masih dalam berbusa sabun, Alaric menggedor pintu kamar mandi dengan alasan ingin buang air kecil.


"Apasih...?" ucap Alesha yang membuka sedikit pintu kamar mandi.


"Aku mau buang air kecil" ucap Alaric.


Alesha menarik kembali pintu namun Alaric menahannya, Alaric pun membohongi Alesha mengatakan bahwa ibunya sedang berada didapur.


Alesha pun membuka pintu kamar mandi dan membiarkan Alaric masuk.


"Kamu ngapain malah buka baju" ucap Alesha.


"Aku mau mandi juga" ucap Alaric.


Alaric pun mengambil handuk Alesha dan menggantungkannya diatas yang Alesha tidak bisa mengambilnya.


Alesha yang ingin keluar kamar mandi pun bingung karna handuknya berada diatas yang ia tidak bisa mengambilnya.


Alaric terus memperhatikan Alesha yang duduk dicloset sambil sabunan.


Merasa diperhatikan, Alesha pun duduk membelakangi Alaric.


Alaric pun mendekati Alesha dan memeluknya dari belakang...


"Ric..." teriak Alesha.


"Ssstttt... kamu jangan berisik nanti kedengaran ibu" ucap Alaric.


"Kamu jangan kesempatan ya" Alesha memberi wajah Alaric sabun mandi, yang dimana Alaric langsung merasa perih pda matanya.


Alesha pun ketakutan, namun tidak membantu Alaric yang sedang mencuci wajahnya.


Selesai mandi, terlihat mata Alaric yang memerah...


"Kamu ada obat tetes mata gak?" tanya Alaric.


"Ada..." jawab Alesha.


Alaric pun meminta Alesha untuk meneteskan obat tetes tersebut ke matanya...


Saat Alesha duduk disebelah Alaric yang berbaring, Alaric memegang pinggang Alesha dan sesekali mengelusnya.


"Aghh... perih" ucap Alaric sambil menekan pinggang Alesha.


"Aduh... sakit dong Ric" ucap Alesha.


Alaric sengaja berpura-pura kesakitan agar bisa dekat dengan Alesha, ia pun menarik Alesha agar berbaring disebelahnya yang kemudian Alaric memeluknya.


"Ric..." teriak Alesha.


"Hsssttt... kedengaran ibu nanti" ucap Alaric sambil menutup mulut Alesha.


Alesha terus menatap Alaric yang tidur disebelahnya...

__ADS_1


Terus memperhatikan Alaric membuat Alesha pun mengantuk dan tidur dipelukan Alaric...


__ADS_2