Terjebak Oleh Masa Lalu

Terjebak Oleh Masa Lalu
Bap 5


__ADS_3

Sampai dirumah...


Terlihat Alaric yang acak-acakan dan seperti banyak memikirkan sesuatu.


"Kamu kenapa?" tanya Alesha.


"Hhhh... aku capek sayang" jawab Alaric sambil tersenyum.


Alaric sendiri sebenarnya ada masalah dengan istrinya...


Hubungan rumah tangganya tidaklah baik-baik saja, Alaric dan istrinya masih disuasana perang dingin.


Istrinya berselingkuh dengan mantan kekasihnya, dan Alaric mengetahui hubungan istrinya dengan mantannya semangkin dekat.


Istri Alaric sudah mengatakan perceraian berulang kali, namun karna Alaric masih mencintai istrinya ia berat untuk bercerai.


Alaric sengaja berselingkuh dengan Alesha, semenjak mengetahui perselingkuhan istrinya.


Semenjak menikah Alaric juga belum dikaruniai seorang anak, padahal Alaric sangat menginginkan keturunan.


Diam-diam istrinya yang sengaja menunda kehamilan, karna belum ingin memiliki anak.


Pernikahan Alaric terjadi karna perjodohan orang tua mereka...


Sikap Alaric sangatlah baik sehingga orang tua Rinda (istri Alaric) memaksanya untuk menerima perjodohan itu.


Saat itu Rinda masih menjalin hubungan dengan kekasihnya, namun terputus karna Rinda menuruti keinginan orang tuanya.


Dan yang benar saja...


Karna paksaan, hubungan rumah tangga Rinda dan Alaric tidaklah semulus yang dilihat oleh orang tua mereka.


Rinda selalu menolak jika Alaric ingin bercinta, Rinda juga selalu membantah ucapan Alaric.


Setiap kali melihat sikap Rinda membuat Alaric pusing dan sering mabuk sepulang bekerja...


Alaric bersama Alesha hanya ingin melampiaskan nafsunya saja...


Tidak terfikir oleh Alaric untuk kehubungan yang lebih serius dengan Alesha.


Alaric selalu berusaha untuk membuat Rinda menerimanya menjadi sosok suami dihidupnya...


Namun bedanya dengan Alesha yang menganggap hubungan mereka serius...


Saat Alesha mandi...


Diam-diam Alaric memeriksa ponsel milik Alesha. Membuka galeri, pesan masuk, sosial media, panggilan masuk dan keluar.


Saat Alaric melihat foto Alesha bersama Jefkha, timbul rasa cemburu dan marah.


Alaric duduk ditempat tidur sambil menunggu Alesha keluar dari kamar mandi.


Ketika Alesha keluar dari kamar mandi, ia melihat wajah Alaric yang terlihat kesal dan marah sambil memegangi ponselnya.


Alesha hanya menatap kaku Alaric...


Ia membuka lemari pakaian dan segera memakai pakaiannya.


Alaric terus menatap ke arah Alesha...


"Alesha..." suara Alaric sedikit keras.


"Hmmpp... ya" jawab Alesha.


Alaric mengatakan bahwa dirinya tidak suka kedekatannya dengan Jefkha, dan memintanya untuk tidak lagi tinggal bersama Putti.


"Aku mau kamu tinggal disini" ucap Alaric ketus.


Alaric juga meminta Alesha untuk tidak bekerja lagi...


Namun Alesha mengatakan bahwa ia harus membantu keuangan ibunya...


"Gak masalah biar aku bantu" ucap Alaric.


Malam hari...


Alaric mengantar Alesha kerumah Putti untuk mengambil barang-barang milik Alesha.


Alesha masuk kerumah Putti dan membereskan pakaiannya, Alaric hanya menunggu didalam mobil.

__ADS_1


Saat itu hanya ada Jefkha dirumah, karna Putti sedang berada diluar rumah bersama Reua membeli makanan.


Terdengar suara berisik pintu lemari...


Jefkha membuka kamar yang sering ditiduri oleh Alesha...


"Jef..." ucap Alesha.


Jefkha duduk disofa sambil nonton tv...


Selesai membereskan pakaiannya, Alesha keluar kamar dan menghampiri Jefkha.


Alesha duduk diaofa menggandeng tangan Jefkha.


"Emmmpp... mau kemana kamu bawa tas?" tanya Jefkha.


"Bilang sama Putti ya, aku dirumah Alaric mulai hari ini" ucap Alesha.


"Oke... kalau butuh sesuatu kabarin akulah" ucap Jefkha.


Alesha pun beranjak dari sofa dan mencium pipi Jefkha...


"Byeee..." ucap Alesha.


Semenjak tinggal dirumah Alaric, kebebasan Alesha semangkin terbatas.


Ia juga tidak lagi bisa pergi ke club bersama Putti dan teman-teman.


Alaric jarang sekali kembali kerumah hanya satu kali dalam seminggu...


Bahkan terkadang satu bulan hanya sekali.


Alesha lebih sering menghabiskan waktu didalam rumah makan, tidur, dan menghubungi teman-temannya.


Alesha menceritakan rasa bosannya pada Anna, dan Putti.


Namun ucapan teman-temannya masih sama mengingatkan Alesha untuk tidak terlalu terpaku dengan Alaric.


Putti juga pernah mengatakan bahwa Alaric memiliki istri oleh sebab itu waktu pertemuan mereka tidak terlalu sering.


Kali ini rasa penasaran Alesha semangkin besar, ia akan mencoba mencari tahu lebih banyak lagi tentang Alaric.


Saat Alaric datang menemui Alesha...


Seketika tubuh Alesha lemas mengetahui hal tersebut, ia mencoba menahan air matanya.


Namun karna rasa cintanya yang sangat besar pada Alaric, ia bersikap pura-pura tidak mengetahuinya dan tetap menjalani hubungan seperti biasa.


Alesha juga mengetahui hubungan Alaric dengan istrinya yang tidak baik.


Alesha memberitahu Putti tentang hal yang baru saja ia ketahui, ia menangis sejadinya ketika Alaric sudah tidak berada dirumah.


"Trus kamu tetap bertahan?" tanya Putti.


"Aku terlanjur sayang banget sama Alaric" jawab Alesha.


"Teserahlah, kamu yang jalani" ucap Putti.


Putti memberitahu tentang hal tersebut pada Jefkha.


"Biarinlah Alesha jalani kehidupannya, sekuat mana dia bisa bertahan" ucap Jefkha.


"Bodoh banget jadi cewek" ucap Putti.


Semenjak mengetahui Alaric sudah memeiliki istri, diam-diam Alesha sering pergi ke club bersama Putti.


Malam ini juga ia berencana akan pergi ke club bergabung dengan Putti.


Sampai disana ia terus menatap botol alkohol diatas meja.


Sedikit demi sedikit Alesha meminum alkohol dengan menahan nafas karna belum terbisa dengan aromanya.


Jefkha terus memperhatikan sikap Alesha yang berbeda dari bisanya, ia pun merangkul Alesha.


"Alesha... aku sayang kamu" ucap Jefkha ditelinga Alesha.


"Mmmhh... aku juga sayang kamu Jef" ucap Alesha.


Jefkha tertawa mendengar ucapan Alesha, karna Alesha sedang dalam kondisi mabuk dan mungkin tidak sadar dengan apa yang sudah ia katakan.

__ADS_1


Waktu terus berlalu...


Mereka akan kembali kerumah Putti dan beristirahat.


Khawatir jika harus meninggalkan Alesha dirumah sendiri dengan kondisi mabuk, Putti pun membawa Alesha kerumahnya agar bisa berkumpul bersama disana.


Keesokan harinya Alesha merasakan menggigil yang luar biasa, kepalanya juga terasa sangat berat.


Alesha memanggil Putti dan memintanya untuk membelikan obat demam.


"Kamu tunggu sebentar ya aku ke apotek dulu" ucap Putti.


Alesha beranjak dari tempat tidur dan mencari kaos kaki dilemari Putti.


Namun belum menemukan yang ia cari, kepalanya semangkin sakit dan pandangannya berkunang-kunang.


Greeekkkk...


Suara pintu Jefkha membuka kamar...


"Kamu cari apa?" tanya Jefkha.


"Kaos kaki" jawab Alesha.


Jefkha pun membantu Alesha mencari kaos kaki dilemari Putti...


"Mmhh... ini" Jefkha memberikannya pda Alesha.


Alesha kembali berbaring ditempat tidur dan menarik selimutnya...


"Kamu demam nih" ucap Jefkha.


Jefkha mengambil air hangat untuk mengompres Alesha...


Belum lama itu, Putti kembali membawa obat dan Alesha segera meminumnya.


Alesha kembali beristirahat...


Dilain sisi...


Alaric kembali kerumah dan melihat Alesha sudah tidak ada. Ia terus mencoba menghubungi ponsel Alesha namun tidak tersambung.


Berkali-kali Alaric terus mencoba menghubungi Alesha namun tidak juga tersambung...


"Apa dirumah Putti ya" dalam hati Alaric.


Alaric pun bergegas menuju rumah Putti.


Sampai dirumah Putti...


"Alesha disini?" ucap Alaric pada Putti.


"Yah... dia sakit, kamu mau maksa dia pulang terus kamu tinggal pergi dalam keadaan sakit" ucap Putti sinis.


Putti menunjukan kamar tempat Alesha beristirahat...


Alaric mendekati Alesha yang tertidur...


Alesha terbangun karna sentuhan Alaric dikepalanya...


"Gimana keadaan kamu?" tanya Alaric.


"emh... belum mendingan sih, tapi gak apa-apa ini cuma demam biasa aja" jawab Alesha.


Alesha meminta maaf pada Alaric karna tidak berada dirumah saat ini.


"Kita pulang aja yuk" ucap Alaric.


Alesha mengangguk...


Putti mengerutkan keningnya melihat Alesha yang masih saja menuruti keinginan Alaric padahal kondisinya juga tidak stabil.


"Alesha... kamu hubungi aku kalau butuh sesuatu dan sendirian dirumah, biar aku jemput" ucap Jefkha yang bicara sambil menatap ponselnya.


"Yah... makasih ya Jef" ucap Alesha.


Alaric menatap sinis Jefkha...


Sampai dirumah, Alaric terlihat sangat perhatian dengan Alesha. Ia terus menemani Alesha yang sedang sakit.

__ADS_1


Alaric kasihan dengan Alesha karna dirinya merasa hanya memanfaatkan Alesha.


Dirinya hanya datang disaat ingin memenuhi hasratnya yang tidak terpenuhi dengan istrinya.


__ADS_2