
Hari berlalu...
Alesha kembali mengirim gugatan perceraian ke alamat rumah Alaric, namun tetap saja Alaric tidak mau menanda tanganinya, Alaric terus mengulur waktu sampai ia bisa bertemu langsung dengan Alesha dan bicara.
Karna disisi lain... Alaric berfikir bahwa perceraian ini bukan keinginan Alesha melainkan tekanan dari Reza.
Disisi lain...
Reza mendapatkan undangan pesta pernikahan temannya disebuah hotel. Tidak ingin pergi keacara tersebut sendirian, Reza berniat membawa Alesha dan Zein.
Namun Alesha menolaknya dengan alasan perceraiannya yang belum juga selesai.
"Aku gak mau Alaric nuntut kamu nantinya" ucap Alesha.
"Gak masalah sih buat aku, silahkan aja tuntut" ucap Reza dengan tegas.
Reza tetap memaksa Alesha untuk ikut ke acara tersebut sore ini.
Dengan berat hati dan rasa takut Alesha pun menuruti keinginan Reza.
"Aku keluar dulu" ucap Reza.
Alesha hanya mengangguk...
Saat kembali, Reza membawakan gaun berwarna putih untuk Alesha pakai sore ini datang keacara pesta pernikahan bersamanya.
"Kamu suka?" tanya Reza.
"Kamu tau seleraku" Alesha tersenyum.
Disisi lain...
Rinda juga mendapatkan undangan pesta dari temannya disebuah hotel, yang ternyata undangan yang sama dengan yang diterima oleh Reza.
Rinda pun meminta Alaric untuk menemaninya, awalnya Alaric menolak karna status Rinda yang masih memiliki suami sah, namun Rinda meyakinkan Alaric bahwa semuanya akan baik-baik saja.
"Oke... kita pergi sore aja" ucap Alaric.
Sore hari...
Alaric dan Rinda sampai lebih dulu, mereka terlihat dekat dan mesra sekali. Kebanyakan orang masih menganggap mereka sepasang suami istri seperti saat dulu, walaupun sebenarnya suami sah Rinda bukanlah Alaric lagi.
Disisi lain...
Terlihat Reza yang bersemangat untuk pergi ke pesta.
"Kamu semangat bener sih" ucap Alesha.
"Mmhh... aku mau tunjukin ke orang-orang kalau Zein adalah anak aku" Reza menyisir rambutnya.
Selesai bersiap, mereka pun bergegas pergi menuju pesta tersebut.
Perasaan Alesha saat akan menghadiri keramaian menjadi tidak tenang, ia terlihat tegang.
Karna ia merasa dirinya yang masih berstatus istri sah Alaric.
__ADS_1
Sampai dihotel...
Alesha semangkin tidak tenang karna takut ada yang mengetahui bahwa dirinya masih istri sah Alaric.
Saat sudah memasuki ruangan...
Deggg.....
Mata Alesha terarah ke kursi tempat dimana Alaric duduk berhadapan dengan Rinda. Dari kejauhan Alesha memperhatikan kedekatan mereka yang terlihat mesra.
Seketika rasa tegang dan takut Alesha menghilang karna melihat kemesraan Alaric dan Rinda.
Sekarang Alesha dengan leluasa tersenyum pada tamu undangan yang lainnya...
"Reza..." teriak teman Reza sambil melambai-lambai.
Reza pun menggandeng Alesha menghampiri temannya tersebut, yang dimana teman Reza duduk berdekatan dengan meja Alaric.
"Hey..." teriak Reza pada temannya.
Mata Alaric pun tertuju pada Alesha yang berjalan bersama Reza, raut wajahnya pun seketika berubah melihat kedatangan Alesha.
Sementara Alesha yang sudah mengetahui lebih dulu, ia pura-pura tidak melihat ke arah Alaric dan tetap fokus berjalan menghampiri meja teman Reza.
Alaric terus menatap Alesha, dan ketika Alesha berjalan melewatinya, Alaric memegang tangan Alesha yang dimana Alesha langsung melepaskannya dan menggandeng Reza.
Saat itu Rinda tidak memperhatikan Alesha yang juga ada disana.
Reza dikerumuni oleh beberapa temannya yang ingin melihat Zein.
Alaric terus memperhatikan Alesha dan Reza, dalam hatinya bertanya-tanya tentang anak yang digendong oleh Reza.
Alesha sengaja memperlihatkan kemesraannya dengan Reza didepan Alaric, Alesha masih bersikap seolah tidak melihat Alaric.
Alaric mulai banyak diam dan mengabaikan pembicaraan Rinda...
Suasana pun menjadi tidak asyik lagi saat Alaric melihat pemandangan yang tidak ia sukai, yaitu melihat Alesha dan Reza berdua.
Karna ingin buang air kecil, Reza pun ketoilet yang spontan Alaric juga beranjak dari kursi mengikuti Reza.
Alesha melihat Alaric yang mengikuti Reza ketoilet.
Saat keluar dari toilet, Reza melihat Alaric yang sudah berdiri bersandar di wastafle.
"Ternyata kamu rindu sama tempat tinggal kamu yang lama ya, sel tahanan" ucap Alaric.
"Hheh... kamu jangan banyak ngomong, lebih baik kamu tanda tangani gugatan cerai dari Alesha" ucap Reza.
Alaric mengatakan, bahwa ia tidak pernah akan menanda tangani surat gugatan tersebut sebelum ia bertemu dan bicara dengan Alesha. Namun, Reza tidak mengizinkannya.
Mereka berdua terus cekcok mulut, dan akhirnya Reza terpancing emosi dan hampir memukul Alaric. Namun, aksinya terhenti karna ada tamu lain yang memasuki toilet dan melihat mereka yang bergelut.
"Urusan kita belum selesai ya" Alaric menunjuk wajah Reza.
Kembali kekursi duduknya, raut wajah Reza seketika berubah.
__ADS_1
"Pasti mereka ngobrol sesuatu" perasaan Alesha mulai kembali tidak tenang.
Alaric berjalan keluar hotel diikuti oleh Rinda...
"Aku ada urusan mendadak gak bisa lama-lama disini" ucap Alaric acuh.
Rinda dan Alaric pun pergi dari hotel...
Selesai mengunjungi acara tersebut...
Reza dan Alesha kembali ke Apartmen, dimobil Alesha terus berbicara membahas kemewahan pesta yang mereka kunjungi namun Reza hanya diam tidak merespon apapun.
"Re..." Alesha memegang tangan Reza.
Spontan tangan Reza memberi kode untuk tidak mengganggunya yang sedang menyetir.
Alesha pun kaget dan menghentikan pembicaraannya.
Sampai di Apartmen, Alesha meletakan Zein yang tidur diatas tempat tidur.
Kemudian ia menghampiri Reza yang duduk disofa.
Alesha memegang tangan Reza yang dimana Reza langsung menjauhkan tangannya.
"Re... kamu kenapa?" tanya Alesha.
Reza pun berteriak mengatakan bahwa penyebab masalah ini adalah Alesha.
Alesha hanya diam dan beranjak dari sofa, kemudian ia berbaring disebelah Zein.
Berubah atau tidaknya Reza, Alesha sudah pasrah dan tetap memilih akan kembali dengan Reza apalagi mereka sudah memiliki anak.
Reza pun mendekati Alesha ditempat tidur dan memeluknya, ia mengatakan bahwa sangat cemburu jika sudah melihat wajah Alaric.
"Aku gak suka lihat Alaric" ucap Reza.
"Kita pisah bukan karna Alaric, tapi karna sikap kamu" dalam hati Alesha.
Alesha tidak ingin banyak bicara karna takut Reza semangkin emosi, ia pun berbalik arah menatap Reza dan menciumnya.
"Aku mau terus dimanja sama kamu" ucap Alesha.
"Malu dong sama Zein, uda tua juga" ucap Reza.
"Kamu yang tua" Alesha mencubit lengan Reza.
Reza pun menggoda Alesha dengan terus menggigitnya, karna terus berisik Zein pun terbangun tanpa mereka sadari sebelumnya.
"Zein..." ucap Alesha.
Reza tertawa melihat Zein yang hanya diam melihat tingkah orang tuanya.
Ternyata sifat tempramen Reza belum bisa ia hilangkan, ia masih saja suka terpancing emosi dan melampiaskannya kepada Alesha.
Alesha terus berusaha kuat dan tegar demi Zein...
__ADS_1
Menurut Alesha, lebih sakit jika diselingkuhi oleh pasangan...
Karna perselingkuhan itu bisa terjadi karna mungkin adanya ketidaknyamanan bersama pasangan sendiri.