Terjebak Oleh Masa Lalu

Terjebak Oleh Masa Lalu
Bap 22


__ADS_3

Satu jam sudah Reza tertidur...


Alesha pun sudah kembali kekost dan tidak terlihat oleh Reza yang ketiduran didalam mobil.


Nini menyambut Alesha dengan sangat riang, berbeda dari biasanya. Hanya Alesha tidak menyadari maksud dari rasa riang Nini tersebut.


Nini pun permisi kembali kekostnya, sementara Zein tidur Alesha pun segera mandi.


Selesai mandi, Alesha memilih pakaiannya dilemari...


Tokkk... tokk


"Nini..." ucap Alesha.


Namun tidak ada jawaban...


Alesha membuka sedikit pintu, dan ternyata yang ia lihat adalah Reza.


Alesha pun berusaha mendorong pintu agar Reza tidak bisa masuk, namun Reza terus mendorongnya dan memasukkan satu tangannya.


"Argghh..." tangan Reza terjepit.


Alesha pun membuka pintunya dan Reza masuk sambil memegangi tangannya yang terjepit pintu.


"Kamu ngapain, kamu tau dari mana aku disini? tanya Alesha ketus.


Alesha mendorong Reza agar keluar dari kamarnya, namun Reza menahan diri dan malah berbaring disebelah Zein.


"Aku kesini bukan untuk cari keributan, aku cuma mau bawa kamu sama anak aku pulang" ucap Reza.


"Anak kamu..., Zein anak aku" ucap Alesha.


"Yah... anak aku juga" ucap Reza.


Alesha pun menarik-narik tangan Reza agar menjauh dari Zein...


"Sssttt... kamu bisa tenang gak sih, nanti Zein kebangun" ucap Reza.


Alesha pun menatap sinis Reza...


Alesha mengambil pakaiannya dilemari dan akan memakainya dikamar mandi.


"Pakai disitu ajalah, lagian aku uda pernah lihat" ucap Reza.


Alesha melirik sinis Reza...


Saat Alesha berada dikamar mandi, Reza menggeser kasur rapat dengan lemari pakaian Alesha dan menggeser Zein dipinggir tepatnya sebelah lemari pakaian dan Reza berbaring disebelah Zein.


Alesha hanya diam melihat Reza yang menggeser-geser kasurnya.


Kemudian Alesha berbaring dilantai...


Alesha menoleh kearah Reza yang memakai selimutnya.


Alesha ingin mengambil selimut yang lain dilemari, namun kaki Reza menghalangi pintu lemari.


"Sialan bener nih orang" dalam hati Alesha.


"Sini dong, disitu dingin" ucap Reza.


Alesha tidak menggubris ucapan Reza.

__ADS_1


Reza pun berpindah disebelah Alesha, yang dimana Alesha langsung beranjak dan pindah keatas kasur tepat disebelah Zein.


Saat akan menggeser posisi tidur Zein, dengan cepat Reza berbaring disebelah Alesha.


"Kenapa kamu gak kasih tau aku kalau kamu hamil?" tanya Reza.


"Yah bukan urusan kamulah" jawab Alesha yang berbaring membelakangi Reza.


Reza mengatakan bahwa seharusnya ia mengetahuinya terlebih Zein adalah darah dagingnya.


"Bukan anak kamu" Alesha ngotot.


"Anak aku" ucap Reza.


Reza pun duduk mendekati Zein dan membuka kaos kakinya.


"Kamu ngapain nanti Zein kebangun" Alesha memukul bahu Reza.


"Kamu lihat ini" Reza menarik lengan Alesha.


Alesha terdiam melihat kesamaan tersebut dan kembali berbaring.


Perasaan Alesha pun mulai kalut ketika mengetahui hal tersebut.


"Tidak perlu untuk tes DNA semua ini sudah cukup membuktikan" Reza masih memegang kaki Zein.


Reza mengatakan pada Alesha bahwa selama ini dirinya terus mencari Alesha, bahkan rumah tangganya yang tidak baik-baik saja pun Reza mengetahuinya, ia juga tidak menyangka bahwa Alesha mengandung darah dagingnya.


"Kasih aku kesempatan sekali lagi" Reza memegang tangan Alesha.


Mata Alesha berkaca-kaca menatap ke arah Zein...


Reza terus memaksa agar Alesha mau kembali dan hidup bersamanya.


"Re..., aku belum bercerai dengan Alaric. Aku gak mau karna hubungan kita nantinya kamu yang terkena imbas" ucap Alesha.


Dengan tegas Reza mengatakan bahwa ia tidak peduli dengan Alaric, bahkan jika Alaric menuntut Reza siap menjalani hukuman.


Terlagi ia sudah pernah berada di sel tahanan, jadi tidak kaget ketika harus kembali menghirup udara didalam sel tahanan.


"Kamu urus perceraian biar aku biayain" ucap Reza.


Alesha terdiam...


Dan masih memikirkannya...


Alesha dan Reza pun berniat akan kembali esok hari...


"Alesha... kamu tau gak arti dari tanda lahir kita" ucap Reza memperlihatkan tanda dikakinya.


"Kalau kamu macem-macem kita tendang kamu" Reza tertawa.


"Jelas kamu yang aku tendang lebih dulu" ucap Alesha.


Reza tertawa mendengar ucapan Alesha...


Alesha membereskan pakaiannya dan menyimpan cincin pernikahannya dengan Alaric didalam tas tanpa sepengetahuan Reza.


"Yah... biar bagaimana pun Reza ayah dari anakku" dalam hati Alesha.


Alesha mulai meyakinkan dirinya kembali agar bisa menerima Reza dan hidup bersama dengannya.

__ADS_1


Berharap kehidupannya kali ini akan lebih baik dengan Reza.


"Yah... semoga kamu berubah" ucap Alesha dalam hati.


Keesokan harinya...


Alesha pamit dengan Nini.


"Zein..." Nini mencium Zein sambil menangis.


"Nini... aku gak akan lupain kebaikan kamu yang selalu ada buat aku" Alesha memeluk Nini.


Reza pun memberikan beberapa jumlah uang untuk Nini...


"Kamu baik-baik ya" ucap Nini pada Alesha.


Alesha pun kembali ikut dengan Reza menuju Apartmennya.


Diperjalanan, Alesha berfikir bahwa ia akan memasuki permasalahan baru. Yang dimana masalahnya dengan Alaric belum ia selesaikan.


Namun, keputusan Alesha sudah bulat untuk bercerai dengan Alaric dan akan melanjutkan hidup kembali dengan Reza.


Sesampai nya di Apartmen Reza, Alesha membereskan ruangan yang berantakan...


"Aku mau kita nikah sirih hari ini juga, dan aku punya kenalan pengacara jadi biar dia yang urus perceraian kamu" ucap Reza.


Alesha hanya diam tidak mengucapkan apapun...


Dalam hati Alesha sebenarnya masih takut akan sikap Reza yang emosional dan tempramen, namun Alesha sudah pasrah dengan semua itu.


Ia akan berusaha untuk lebih tegar menghadapi sikap Reza, selagi itu tidak berbau perselingkuhan.


Sejak hari ini mereka pun sudah mendapat surat sepotong atas pernyataan pernikahan sirih mereka.


Alesha tetap merahasiakan hal ini dengan ibunya selagi ia belum berpisah dengan Alaric.


Hari berlalu...


Alaric sudah menerima surat perceraian dari Alesha, ia merasa kaget setelah membuka surat yang ternyata isinya gugatan perceraian.


Alaric pun tidak menanda tangani surat gugatan tersebut, ia pun mulai panik dan menerka-nerka bahwa Alesha sudah kembali.


Dengan terburu-buru Alaric menghampiri rumah ibu Alesha dan memberitahukan hal tersebut.


"Alesha gak pernah ngomong apapun tentang kamu Ric" ucap ibu Alesha.


Alaric pun mulai kebingungan...


Alaric kembali menghampiri Apartmen Reza namun ia hanya melihat Reza sedang menggendong seorang bayi di taman.


"Apa aku tanya ke Reza aja ya" dalam hati Alaric.


Namun Alaric mengurungkan niatnya, mengingat ia tidak ingin Reza mengetahui perselisihan dirinya dengan Alesha.


Alaric pun pergi...


Saat Alaric pergi terlihat Alesha yang datang menghampiri Reza dan Zein ditaman.


"Kamu kenapa keluar?" tanya Reza.


"Aku bosen didalam terus" jawab Alesha.

__ADS_1


Reza pun memberitahu Alesha untuk tidak keluar sendirian selama proses perceraiannya belum selesai, setiap kali keluar Reza harus menemaninya karna ia tidak ingin Alaric menemuinya dan merayu kembali Alesha.


__ADS_2