
Sepulang Alaric bekerja...
Tidak sengaja Alaric bertemu dengan Rinda.
"Ric... kamu sibuk gak?" tanya Rinda.
"Mau pulang sih" jawab Alaric.
Mereka pun ngobrol disebuah cafe...
Rinda membahas tentang rasa bosannya bersama suaminya yang jarang sekali pulang kerumah dan lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman-teman. Rinda juga mengatakan bahwa ia menyesal telah menyia-nyiakan Alaric.
Alaric hanya tersenyum...
Dari pembahasan Rinda tersebut, Rinda banyak berharap dengan Alaric. Rinda mengira bahwa Alaric masih mencintainya seperti saat itu.
Namun saat mengobrol, Alaric lebih banyak membahas tentang Alesha membuat Rinda kesal.
"Kamu masih ingat wanita bernama Alesha yang pernah aku sebut, dia sekarang istri aku" ucap Alaric.
"Selingkuhan kamu?" ucap Rinda.
Alaric juga memberitahu Rinda bahwa selama menjalin hubungan, Alesha tidak mengetahui bahwa dirinya sudah memiliki istri.
"Aku merasa sangat dihargai istriku" Alaric tersenyum.
Harapan Rinda pun pupus...
Terihat bahwa Alaric tidak seperti saat dulu yang mencintainya.
Dalam hatinya pun merasa menyesal karna dulu telah menyia-nyiakan rasa sayang dan perhatian Alaric.
Diposisi Alaric yang sudah bersama Alesha, Rinda malah ingin membuka hatinya untuk Alaric.
Bagaimana nantinya jika Alesha mengetahui hal tersebut. Apakah Alesha tetap akan menerima Alaric seperti saat dulu Alesha mengetahui bahwa Alaric sudah memiliki istri dan Alesha tetap menerimanya.
Saat mereka asyik mengobrol tidak sengaja Reza masuk ke cafe tersebut bersama kekasihnya. Ia juga melihat Alaric bersama Rinda.
Sebelumnya ketika berada dirumah Putti saat itu, Reza pernah membahas tentang Alesha. Putti pun memberitahu bahwa Alesha menjalin hubungan dengan Alaric saat ia masih memiliki istri dan pada akhirnya Alaric menceraikan istrinya dan lebih memilih hidup dengan Alesha.
Putti memberitahu segala hal tentang Alesha pada Reza, dari kehamilannya yang pernah keguguran, Alaric yang pernah memiliki istri sebelumnya, dan hal lainnya Putti memberitahukan pada Reza.
Entah apa yang ada difikiran Putti sehingga ia dengan lantus mengatakan semua hal tentang Alesha pada Reza.
Jika Alesha mengetahui Putti yabg buka suara soal itu, mungkin Alesha akan sangat kecewa pada Putti.
Setelah itu Putti juga yang memberitahu nomor ponsel Alesha yang baru pada Reza.
Kemudian diam-diam Reza mengambil foto Alaric dan Rinda dan mengirimkannya pada Alesha.
Disisi lain...
Alesha yang menerima pesan dari nomor tidak dikenal tersebut kaget.
Perasaannya mulai tidak menentu dan saat itu juga Alesha menghubungi Alaric.
"Sayang... kamu dimana?" tanya Alesha.
__ADS_1
"Tadi gak sengaja aku ketemu Rinda, terus kita ngobrol di cafe" jawab Alaric jujur.
"Oke... jangan lama-lama ya" jawab Alesha.
Alesha merasa lega karna Alaric jujur, tapi dihatinya juga menyimpn rasa takut jika Alaric kembali bersama Rinda, karna Alesha tau bahwa Alaric mencinta Rinda saat itu.
Alesha masih penasaran dengan nomor baru tersebut...
"Aku berharap suami kamu bisa kembali sama istrinya" pesan singkat dari Reza.
Membaca pesan tersebut Alesha pun tau bahwa itu adalah Reza.
Kembali ke Alaric yang masih bersama Rinda...
"Aku pulang dulu ya Alesha uda nunggu aku" ucap Alaric dan beranjak dari kursi.
"Oke..." ucap Rinda dengan raut wajah tidak suka.
Saat diperjalanan...
Alaric menghubungi Jefkha dan meminta nomor ponsel Thewiq. Alaric masih penasaran dengan banyaknya luka lebam ditubuh Alesha, ia pun mengatakannya pada Jefkha.
Jefkha pun menyambungkan panggilan ke Thewiq...
"Thew... kamu ketemu Alesha semalam?" tanya Jefkha.
"Kita memang janjian dan Alesha uda nunggu ditaman Apartmen, tapi setelah itu Alesha tidak menjawab ponselnya saat dihubungi" jawab Thewiq.
Setelah mendengar pernyataan dari Thewiq, Jefkha pun memutuskan sambungan panggilan.
"Kamu ingat lelaki yang disebelah kamu?, Reza itu mantan suami Alesha" ucap Jefkha.
Jefkha mengatakan bahwa Alesha pernah bercerita tentang mantan suaminya yang tempramen dan pecandu narkoba.
"Kok bisa gabung sama kita waktu diclub?" tanya Alaric.
"Mungkin karna Reza berteman dengan Putti juga" jawab Jefkha.
"Tapi seharusnya Putti tau dong kalau hubungan Alesha dengan mantannya gak baik-baik aja" ucap Alaric kesal.
Setelah banyak mengobrol Alaric pun memutus panggilannya karna sudah sampai dirumah.
Waktu terus berjalan...
Memar ditubuh Alesha pun semangkin terlihat membuat Alaric menanyakan kembali hal tersebut.
"Mantan suami kamu uda bebas dari tahanan?" tanya Alaric.
Alesha mengangguk...
Setelah itu Alaric tidak melanjutkan lagi pertanyaannya.
"Kalian bahas apa dicafe tadi?" tanya Alesha.
Alaric mendekati Alesha dan mengatakan agar Alesha tidak berfikiran buruk tentang dirinya dan Rinda.
"Kejadian waktu itu uda cukup ngehukum aku, dan aku gak mau kehilangan kamu lagi" Alaric mencium kening Alesha.
__ADS_1
Mendengar ucapan Alaric, mata Alesha pun berkaca-kaca teringat akan perbuatan Reza yang sudah memaksanya bercinta dan itu membuat dirinya merasa bersalah pada Alaric.
"Aku mandi dulu ya" ucap Alesha.
Alaric pun masuk kekamar dan berbaring ditempat tidur.
Selesai Alesha mandi, Alaric memperhatikan lebam di paha kiri Alesha yang ia mengira itu adalah luka pukulan yang sangat keras.
"Aku mau ketemu Jefkha malam ini" ucap Alaric.
"Kok tumben... ada acara apa?" tanya Alesha.
"Yah biasalah undangan minum-minum" jawab Alaric.
Alesha pun mengizinkan Alaric untuk pergi malam ini.
Malam tiba...
Alaric pun bergegas pergi.
"Jangan terlalu lama ya, kamu jangan aneh-aneh" ucap Alesha.
Alaric mengangguk...
Alaric bergegas menuju club dan bertemu Jefkha disana.
Sampai diclub, Alaric sudah melihat Reza bersama wanita.
Alaric terus memperhatikan Reza, yang dimana Reza tersadar saat terus diperhatikan oleh Alaric.
Reza pun beranjak dari sofa dan menghampiri Alaric dimeja bar...
"Ada masalah sama mata kamu?" ucap Reza dengan sombong.
Tidak menjawab apapun, Alaric langsung memukul wajah Reza yang dimana Reza juga dengan spontan membalas pukulan tersebut.
Terjadilah baku hantam antara Reza dan Alaric diclub tersebut sehingga mereka menjadi pusat perhatian pengunjung.
Jefkha pun menghampiri kerumunan tersebut dan melihat ternyata Alaric dan Reza sedang berkelahi, ia pun mencoba melerainya. Namun malah Jefkha terkena pukulan Reza.
Penjaga club pun datang dan melerai perkelahian mereka, yang kemudian mereka diusir keluar dari club.
Reza pun pergi meninggalkan Alaric.
Alaric masih emosi dan terus menendang sofa di luar club...
"Ric... kita balik aja yuk" Jefkha merangkul bahu Alaric.
Alaric pun mengungkapkan rasa kesalnya karna melihat Alesha yang dianiaya oleh Reza.
"Kamu ikut aku, kamu lihat Alesha" ucap Alaric.
"Oke..." ucap Jefkha.
Jefkha pun mengikuti Alaric yang menuju rumahnya...
Alaric merasa sangat kasihan dengan Alesha yang terus tertimpa masalah, rasa penyesalannya saat menyakiti Alesha pun muncul kembali dan ketika mengingatnya membuatnya merasa bersalah.
__ADS_1