
Hari ini...
Reza menghubungi pengacaranya dan meminta untuk mencari cara lain menyelesaikan perceraian Alesha dengan Alaric.
Pengacara Reza mengatakan bahwa ada perlawanan untuk gugatan tersebut, Alaric menolak untuk menceraikan Alesha dengan alasan masih memberi nafkah walaupun itu diberikn pada ibu Alesha kemudian ia juga mengatakan masih mencintai Alesha dan berniat akan memperbaiki rumah tangga mereka dan juga Alesha pergi dari rumah dengan cara baik-baik bukan karna keributan apapun dan mengatakan pembelaan lainnya.
"Sial..." dalam hati Reza.
Alesha pun kembali menanyakan perceraiannya, mengapa sampai saat ini ia belum menerima surat pernyataan bahwa dirinya resmi bercerai dengan Alaric.
Alesha berkata sudah terlalu lama menunggu, dirinya ingin sekali mempertemukan Zein dengan ibu dan keluarganya dirumah.
"Kamu sabar ya... pengacara yang urus semuanya" Reza mencium kening Alesha.
Alesha hanya mengangguk...
Disisi lain...
Alaric juga menyewa pengacara untuk mempertahankan rumah tangganya, ini sengaja Alaric lakukan untuk terus mengulur waktu dan menghalang-halangi Alesha agar mempersulit hubungannya dengan Reza dan berharap masih bisa memperbaiki rumah tangganya dengan Alesha.
...
Saat Reza masih berada di Apartmen, ia merasakan kepalanya yang pusing dan perutnya yang mual.
"Aduh kepalaku kok pusing ya, perutku juga mual" ucap Reza sambil memegangi kepalanya.
"Aku beliin obat ya" ucap Alesha.
Reza pun menolak karna Alesha tidak diperbolehkan keluar sendirian.
Akan tetapi Alesha terus memaksa melihat kondisi Reza yang terus kesakitan memegangi kepala.
"Beli disekitar Apartmen aja" ucap Reza.
"Iya... oke" ucap Alesha.
Alesha pun turun kebawah membeli obat untuk Reza. Toko obat terdekat ternyata tutup dikarenakan hari libur. Alesha pun keluar Apartmen mencari toko obat yang lain.
Saat sudah membeli obat yang ia cari, Alesha pun bergegas kembali.
Alaric yang melintas dijalan tersebut melihat Alesha yang berjalan terburu-buru.
Dengan cepat Alaric memarkirkan mobilnya dan mengejar Alesha.
"Alesha..." teriak Alaric.
Alesha mendengar dan mengenali suara tersebut, langkahnya pun dipercepat.
"Alesha..." Alaric menarik tangan Alesha dan memeluknya.
Alesha hanya terdiam kaku, tidak merespon pelukan Alaric...
Terlihat beberapa lebam dilengan Alesha yang membuat Alaric semangkin khawatir.
__ADS_1
"Ini pasti ulah Reza?" tanya Alaric.
Alesha tetap diam...
"Kamu bisa sakit kalau gini terus" Alaric menatap lebab dilengan Alesha.
Alaric memaksa Alesha untuk kembali dan memperbaiki rumah tangga mereka, namun Alesha hanya diam, tidak satu kata pun terucap dari mulut Alesha saat Alaric memintanya kembali.
"Aku salah apa?" tanya Alaric.
Alesha menatap Alaric...
Alesha kembali melanjutkan langkahnya dan Alaric terus menghalanginya.
"Ric... aku buru-buru mau kasih obat ini ke Reza karna dia sakit" ucap Alesha pelan.
Alesha melepaskan tangan Alaric yang memeganginya.
"Aghh..." Alaric menghela nafas.
Tidak sedikit pun Alesha menoleh kebelakang menatap Alaric yang masih menunggunya, ia hanya fokus pada langkahnya.
Sampai di Apartmen...
Alesha pun memberikan obat tersebut pada Reza dan memintanya istirahat setelah meminum obat.
Kembali ke Alaric yang memasuki mobilnya...
"Sepertinya gak ada lagi harapan" dalam hati Alaric.
Alesha sendiri sudah tidak lagi ingin banyak bicara dengan Alaric, menjabarkan setiap kesalahan tidak akan ada habisnya, karna Alesha juga melakukan kesalahan yang sama.
Karna jika rumah tangga mereka kembali utuh, sudah jelas Alesha akan merasakan sakit hati karna hati Alaric yang terbagi.
Alesha pun sudah merasa tidak lagi nyaman dengan kehidupannya bersama Alaric semenjak ia mengetahui Alaric berselingkuh dengan Rinda mantan istrinya.
***
Disaat Alesha bersama Alaric, Reza kembali dan masih terus membawa hatinya untuk Alesha. Sementara Alaric yang pernah dikecewakan Rinda juga harus kembali luluh karna Rinda membuka hatinya.
Rumit memang...
Tapi semua ini sudah menjadi takdir mereka masing-masing. Kenyamanan adalah poin penting dalam menjalin hubungan, jika sudah tidak nyaman tapi tetap dipaksa akan terasa hambar jadinya.
\~
Alesha menatap Reza yang tertidur...
Tidak pernah terbayangkan sebelumnya saat Reza berada di sel tahanan dengan kondisi yang bagaimana. Saat itu Alesha hanya memikirkan kejenuhannya dengan sikap Reza, tanpa tau bahwa saat berada di sel tahanan Reza terus memikirkan Alesha.
Sebenarnya Reza sangat mencintai Alesha, namun cara ia memperlakukan Alesha itu salah.
"Yah... mungkin ini cukup menjadi pelajaran buatku dan Reza" ucap Alesha.
__ADS_1
Saat Reza terbangun, Reza berada dikamar mandi cukup lama. Membuat Alesha merasa penasaran dan membuka pintu kamar mandi, ternyata Reza sedang asyik memakai narkobanya.
Melihat itu, Alesha menutup kembali pintu kamar mandi dan kemudian duduk disofa.
Reza pun menghampiri Alesha dan berkata bahwa dirinya sudah beberapa kali mencoba berhenti dari narkobanya, namun setiap kali ia berhenti ia selalu saja sakit dan itu membuatnya mengulang kembali memakai narkoba.
Alesha berkata bahwa ia tidak ingin melihat Reza berada di sel tahanan lagi, terlagi mereka sudah memiliki Zein.
"Kamu gak perlu lihat aku, kamu lihat Zein" Alesha berbicara dengan mengerutkan keningnya.
Dengan pelan Alesha mengatakan ia ingin Reza meninggalkan pekerjaannya yang tidak jelas dan mencari pekerjaan yang lebih aman, Alesha juga meminta secepatnya pindah dari Apartmen tersebut.
"Kamu kan bisa buka jasa service ponsel, kamu jago dibidang itu" ucap Alesha.
"Yah... nanti aku pikirin lagi" ucap Reza dengan cuek.
...
Sore hari Reza izin dengan Alesha untuk keluar membeli alkohol.
"Kamu masih sakit..." ucap Alesha melarang Reza pergi.
"Yah obat sakit kepala" Reza tersenyum.
"Yang ada kepala kamu mangkin sakit, teserah kamulah" ucap Alesha.
Reza pun tetap pergi meski Alesha melarangnya, ia pun mampir ketempat perjudiannya, hingga ia kembali ke Apartmen sampai malam hari.
Alesha sendiri sedang bermain bersama Zein...
"Hey... jagoan papi belum bobok" Reza menciumi pipi Zein.
Melihat Reza yang langsung nyerobot mencium Zein, ia pun menarik jaket Reza dan memintanya untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Reza beranjak sambil tertawa...
Selesai Reza membersihkan diri, ia duduk santai disofa sambil menikmati alkohol yang ia beli.
Setelah Zein tertidur, Alesha sengaja mendekati Reza dengan menggunakan pakaian seksi untuk menggodanya.
"Fewwwwwttttt..." Reza bersiul.
"Temenin om dong" ucap Reza.
Alesha pun tertawa mendengar ucapan Reza.
"Kenapa sih kamu gak dari dulu seperti ini" Alesha duduk dipangkuan Reza sambil memeluknya.
"Saat kamu sama Alaric, aku selalu memperhatikan kamu...
Aku lihat kebahagiaan kamu saat Alaric manjain kamu, senyum kamu yang bener-bener lepas dan aku belum pernah lihat itu sebelumnya" Reza menatap Alesha.
Alesha tersenyum mendengar ucapan Reza, dalam hatinya berharap semoga hubungannya dengan Reza bisa lebih baik dari sebelumnya.
__ADS_1