Terjebak Oleh Masa Lalu

Terjebak Oleh Masa Lalu
Bap 15


__ADS_3

Pagi hari...


Alesha bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan untuk Alaric.


Alesha sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini bersama Alaric, ia berharap Alaric bisa selalu jujur.


Dimeja makan...


Mereka membahas tentang promil, Alaric menyetujui hal tersebut dan akan ke klinik untuk berkonsultasi dengan dokter yang menangani Alesha saat itu.


"Sayang... aku izin kerumah Thewiq siang nanti boleh gak?" tanya Alesha.


Alaric pun mengizinkan Alesha pergi dengan syarat harus kembali lebih awal sebelum Alaric pulang bekerja.


"Aku pergi dulu ya" Alaric mencium kening Alesha.


Siang hari...


Alesha keluar rumah dan menunggu taxi diperempatan jalan.


Alesha pun menghubungi Thewiq dan mengatakan saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. Namun Thewiq mengatakan bahwa ia sedang membantu tantenya mengantar orderan di sebuah Apartmen.


"Kamu nyusul kesini aja, nanti kita kerumah ku barengan" ucap Thewiq.


Alesha pun setuju dan segera menuju Apartmen.


"Aku tunggu kamu di taman belakang Apartmen" ucap Alesha melalui pesan singkatnya pada Thewiq.


Alesha pun menunggu Thewiq ditaman...


Dari kejauhan, Reza melihat Alesha yang duduk sendirian ditaman.


Reza pun menghampiri Alesha, yang ketika mengetahui Reza mendekatinya Alesha beranjak dari kursi dan akan pergi. Namun Reza menahannya dengan terus menarik tangan Alesha.


Reza pun terus menarik Alesha agar ikut dengannya masuk ke Apartmen tersebut.


Alesha menahan langkahnya dan berusaha melawan.


Karna Alesha terus bersuara keras untuk minta lepaskan, salah satu orang meminta Reza untuk tidak kasar pada Alesha.


"Kamu jangan ikut campur urusan rumah tangga saya" ucap Reza.


Alesha mengerutkan keningnya mendengar ucapan tersebut...


"Aku bukan istri kamu" ucap Alesha.


Reza terus menarik tangan Alesha dengan langkah yang cepat.


Dan saat sampai di Apartmen tersebut, Reza mendorong masuk Alesha ke kamarnya.


Alesha terus berusaha melawan agar dirinya bisa keluar dari kamar tersebut.


Dengan penuh amarah, Reza menarik rambut Alesha dan menyeretnya ke tempat tidur.


"Sakit anjing" ucap Alesha.


"Kamu yang anjing, kamu mikirin aku gak selama ini ditahanan, disaat aku terpuruk kamu ninggalin aku" suara Reza keras.


Reza terus mengungkapkan isi hatinya yang saat ini masih menyayangi Alesha, ia juga mengatakan bahwa saat ini ia sangat kecewa ketika Alesha menceraikannya.


Reza pun membuka sabuk pinggangnya dan kancing celananya...


"Mau ngapain kamu?" tanya Alesha.

__ADS_1


Reza tidak menjawab dan melangkah mendekati Alesha ditempat tidur.


Saat Reza mendekati Alesha dengan spontan Alesha menendang Reza yang membuat Reza marah dan memukul Alesha berkali-kali.


"Uda gila kamu anjing" teriak Alesha.


"Kamu yang buat aku gila" teriak Reza.


Alesha terus berusaha melawan Reza dengan mendorong dan menendang Reza. Namun Reza semangkin menggila menghajar Alesha.


"Sakit" teriak Alesha.


"Ini belum sebanding sama sakit yang kualami" Reza menekan leher Alesha.


Alesha terus memukul-mukul Reza yang mencekik lehernya.


Tangan Alesha terus berusaha menggapai dompetnya ingin mengambil ponsel didalamnya, namun Reza membuang dompet Alesha jatuh kelantai.


Saat Reza ingin melakukan hubungan intim secara paksa, Alesha menendang kembali Reza yang dimana Reza memukul dengan sangat keras paha kiri Alesha.


"Agghhh..." Alesha teriak kesakitan.


"Kamu bisa diem gak?" Reza memukul pipi Alesha.


Reza beranjak dari tempat tidur dan menuju kekamar mandi.


Alesha mencari dompetnya yang terlempar entah kemana dan akan melangkah pergi keluar.


Namun saat Alesha merunduk akan mengambil dompetnya yang jatuh tepat dibawah meja, Reza malah kembali dan menarik rambut Alesha menyeretnya kembali ke atas tempat tidur.


Diam-diam Reza menggunakan obat kuat sebelum melakukan hubungan intim dengan Alesha.


"Kamu jangan buat aku marah dong, santai aja" Reza mendekati Alesha.


Reza berusaha melepas ****** ***** Alesha namun Alesha berusaha terus melawan.


"Lepasin aku" teriak Alesha.


"Aku pasti lepasin kamu, asal aku bisa bercinta sama kamu" ucap Reza.


Alesha pun meludah kearah Reza yang membuat Reza marah dan memukuli Alesha, ia terus berusaha membuka kaki Alesha agar bisa melakukan hal yang ia inginkan.


Sampai pada akhirnya apa yang Reza mau pun berhasil ia dapat.


Reza terus menekan leher Alesha agar ia tidak melakukan perlawanan.


Alesha pun memukul pelan lengan Reza meminta ia untuk menghentikannya. Namun Reza tidak menggubrisnya dan tetap meneruskan perbuatannya.


Lama melakukan hubungan intim membuat Alesha semangkin merasa kesakitan dan memohon dengan Reza untuk menghentikannya.


"Re... sakit, aku gak kuat" Alesha memeluk Reza erat.


Reza menatap Alesha yang menangis kesakitan.


Karna Alesha terus memohon sambil memeluk Reza, akhirnya ia pun menghentikannya dan mencium kening Alesha.


Kaki Alesha keram dan gemetar...


Tubuhnya pun terasa lelah karna kehabisan tenaga melawan Reza.


Alesha melihat kearah dinding yang dimana satu jam lagi Alaric sudah kembali bekerja.


Alesha menguatkan kakinya untuk berdiri dan akan melangkah keluar.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" tanya Reza.


Alesha hanya diam dan tetap melangkah menuju pintu.


Reza memberikan beberapa uang puluhan juta pada Alesha namun Alesha mengabaikannya bahkan tidak menatap sedikit pun kearah uang tersebut.


"Aku minta maaf ya, kamu yang buat aku marah" Reza memegang tangan Alesha.


Mendengar ucapan tersebut Alesha menatap sinis Reza.


Reza membuka kan pintu dan berniat akan mengantar Alesha namun Alesha menolak.


Alesha menaiki taxi dan terus diperhatikan oleh Reza.


"Pak bisa lebih cepat" ucap Alesha pada sopir taxi.


Alesha merapikan rambut dan pakaiannya saat didalam taxi.


Sampai dirumah ia melihat Alaric yang belum kembali, perasaannya pun menjadi lebih tenang karna sampai dirumah lebih awal.


Setelah membuka ponselnya terlihat pesan masuk dan panggilan dari Thewiq yang tidak terjawab.


Alesha pun mengabaikannya dan bergegas membersihkan diri, setelahnya Alesha beristirahat tidur.


Belum lama itu, Alaric juga kembali. Ia melihat Alesha yang tertidur dan membiarkannya.


Alesha pun tertidur hingga pagi hari, bahkan Alaric yang bangun lebih awal dibanding Alesha.


Alaric merasa heran dengan Alesha yang tidak biasanya tidur terlalu lama.


Berkali-kali ia memegang kening Alesha apakah demam atau tidak.


Saat selimut Alesha terlepas, ia melihat memar dipaha Alesha yang begitu besar.


Alaric kembali menyelimuti Alesha yang kemudian Alesha tersentak bangun.


"Emh... maaf sayang aku kesiangan" ucap Alesha.


Alaric hanya diam dan memperhatikan Alesha yang beranjak dari tempat tidur.


Memar dibagian rahang Alesha juga mulai terlihat, begitu juga ditulang pipi dan lengannya.


Selesai mandi, Alesha menyiapkan sarapan untuk Alaric...


Alesha masih belum menyadari memar dibagian wajahnya, ia hanya melihat memar dibagian paha nya saja saat mandi.


"Kenapa lengan kamu memar?" tanya Alaric.


Alesha pun kaget melihat kebagian lengannya.


"Emh... aku jatuh pas bantu Thewiq masang gorden rumahnya" jawab Alesha.


Alaric hanya diam...


Selesai sarapan Alaric pun berpamitan untuk bekerja.


Diperjalanan...


Alaric merasa heran dengan beberapa memar dibagian tubuh Alesha. Ia merasa Alesha sedang menyembunyikan sesuatu.


Alesha sengaja menyembunyikan hal tersebut karna tidak ingin Alaric mengetahui hal yang sudah terjadi dengan dirinya.


Alesha merasa sangat bersalah dengan hal yang sudah terjadi pada dirinya.

__ADS_1


Semenjak hal tersebut terjadi pada dirinya, Alesha tidak pernah lagi keluar rumah sendiri. Kemana pun ia akan pergi ia memilih untuk bersama Alaric.


__ADS_2