Terjebak Oleh Masa Lalu

Terjebak Oleh Masa Lalu
Bap 18


__ADS_3

Mulai hari ini, Thewiq berencana akan membuat arisan, ia pun mengirim pesan group pada teman-teman.


Monica, Putti dan Alesha menyetujuinya.


Alesha pun memberitahu pada Alaric tentang hal tersebut dan Alaric mengizinkannya asal salah satu temannya yang menjemputnya.


Mulai siang ini Putti menjemput Alesha mereka pun berkumpul disebuah cafe dan ini adalah arisan pertama mereka.


Mereka asyik bercerita satu sama lain...


Ditengah keasyikan mereka, Reza dan pasangannya masuk kecafe yang sama tanpa terlihat oleh Alesha dan yang lainnya.


Dan saat Alesha keluar cafe karna akan mengambil powerbank dimobil Putti, Reza melihatnya dan langsung beranjak dari kursi meninggalkan pasangannya.


Putti pun melihat Reza yang beranjak dari kursi.


"Pasti tuh anak ngeliat Alesha" dalam hati Putti.


Reza berdiri tepat disebelah pintu mobil Putti yang dimana Alesha sangat terkejut melihat Reza yang berdiri didekatnya.


"Mau ngapain sih kamu?" tanya Alesha.


Tidak menjawab apapun, Reza menarik Alesha masuk kemobilnya.


"Re... kamu jangan gini terus dong, apa tangan kamu gatel pengen mukul aku lagi" ucap Alesha.


Reza tetap diam dan merunduk distir mobil.


"Buka dong... temen aku pada nungguin" Alesha mendorong-dorong Reza.


Reza pun langsung menghubungi Putti dan mengatakan bahwa Alesha bersamanya.


"Kalian jangan nungguin Alesha, nanti biar aku yang Alesha kerumah kamu" ucap Reza pada Putti.


"Kamu jangan cari keributan, antar Alesha sebelum Alaric pulang" pesan singkat dari Putti.


Reza pun mengabaikannya...


Alesha pu bingung bagaimana harus menghubungi teman yang lain karna ponsel dan tasnya yang berada dicafe.


"Re... aku mau turun" Alesha mendorong-dorong Reza yang masih merunduk di stir mobilnya.


Reza memegang tangan Alesha dan meletakkannya diatas pahanya, Alesha sendiri berusaha untuk melepasnya namun Reza memegangnya dengan kuat.


Alesha mulai panik dan ketakutan...


Matanya pun berkaca-kaca karna takut hal serupa akan terjadi lagi padanya.


Reza pun menghidupkan kunci kontak mobilnya dan berniat membawa Alesha kembali ke Apartmennya.


Sampai diparkiran Apartmen, Alesha terus menahan langkahnya, memegangi tembok berusaha agar Reza tidak membawanya masuk.


"Re..." teriak Alesha.


Alesha berdiri kaku didalam lift, melihat Alesha yang terus melawan, Reza pun menggendongnya sampai didepan pintu kamarnya.

__ADS_1


Saat tangan Alesha memegangi pintu, dengan tidak sengaja tangannya pun terjepit pintu dan membuatnya kesakitan.


Reza mengunci pintu dan mengantongi kuncinya, kemudian ia menciumi tangan Alesha yang terjepit pintu.


Alesha menarik-narik tangannya karna tidak ingin dicium oleh Reza.


Saat sudah didalam ruangan, Reza langsung membuka jaketnya dan berbaring diatas tempat tidur, sedangkan Alesha duduk disofa dan terus merasa gelisah.


Melihat Alesha yang tidak didekatnya, Reza pun beranjak dari tempat tidur dan menghampiri Alesha disofa, ia pun tidur dipangkuan Alesha dan memegangi tangannya.


Perasaan Alesha pun semangkin tidak tenang melihat sikap Reza...


Tidak bisa bergerak kemanapun membuat Alesha merasa bosan dan akhirnya ikut tertidur disofa.


Drrttt...


Getaran ponsel Reza, panggilan dari Putti.


Reza hanya mengabaikannya, ia tidak ingin Alesha terbangun karna ia ingin terus melihat Alesha yang tertidur didekatnya.


Reza pun memotret Alesha yang sedang tertidur...


"Emh..." Alesha terbangun karna Reza memegang pipinya.


"Ngapain sih, anter aku sama temen-temen aku Re" ucap Alesha sambil memukul Reza.


"Aku mau sama kamu terus seperti ini" ucap Reza.


"Pemakai narkoba gini, otaknya suka gak jelas" dalam hati Alesha.


Saat Reza melihat ponselnya, Alesha langsung merebutnya dan meihat ternyata panggilan dari Putti.


Alesha menanyakan keberadaan teman-teman yang dimana mereka sudah kembali kerumah masing-masing.


"Tas dan ponsel aku sama siapa?" tanya Alesha.


"Ada sama aku" jawab Putti.


Putti pun meminta Alesha untuk memberikan ponselnya ke Reza, Putti kembali meminta Reza untuk segera mengantar Alesha karna sebentar lagi Alaric akan kembali kerumahnya.


"Yah oke..." ucap Reza dan mematikan panggilannya.


Alesha berjalan ke arah pintu, tapi belum sempat sampai depan pintu Reza mengangkatnya dan melemparnya keatas tempat tidur sambil tertawa, ia menakut-nakuti Alesha dengan membuka sabuk pinggangnya.


"Re... kamu jangan terus maksa aku seperti ini dong" Alesha nada tinggi.


Reza tidak menghiraukan ucapan Alesha dan terus mendekatinya diatas tempat tidur.


"Apapun aku lakuin untuk bisa sama kamu" Reza berbisik ditelinga Alesha.


Reza pun beranjak dari tempat tidur, ia kembali memakai sabuk pinggang dan juga bajunya.


"Kenapa kamu diam, ayo kamu mau pulang gak!" ucap Reza.


Alesha pun beranjak dari tempat tidur.

__ADS_1


Reza berjalan sambil menggandeng Alesha membuatnya menjadi risih dan berkali-kali menjauhkan diri dari Reza namun tetap saja Reza menariknya.


Diperjalanan menuju rumah Putti, dengan tidak sengaja Reza melihat Alaric bersama Rinda yang baru saja masuk ke dalam mobil. Reza pun memberitahu Alesha tentang hal tersebut namun Alesha bersikap biasa saja.


"Alaric juga pasti marah kalau tau aku sama kamu disini, jadi gada alasan untuk aku marah ke Alaric" ucap Alesha cuek.


"Kamu pernah bilang loh sama aku gak suka lelaki yang selingkuh" Reza mengerutkan keningnya.


"Biarinlah..." ucap Alesha.


Alesha tetap membela Alaric dan memaklumi pertemuannya dengan Rinda yang mungkin saja pertemuan itu tidak disengaja.


Alesha yakin bahwa Alaric pasti jujur nantinya bahwa ia bertemu dengan Rinda.


"Cinta banget kamu sama dia" ucap Reza sinis.


"Yah... orang yang baik, jujur dan lembut hatinya harus dicintai terlagi Alaric sangat tau bagaimana caranya menghargai aku" ucap Alesha santai.


Reza pun marah karna merasa dibanding-bandingkan dengan Alaric.


"Coba kamu ngaca!... uda pantes belum kamu dicintai seorang wanita, hidup sama kamu itu ngebosenin tau gak. Aku gak pernah ngerasain kebahagiaan, yang aku tau kamu taunya cuma marah, pergi, narkoba" Alesha nada tinggi.


Reza terus menatap Alesha dan terus menahan emosinya, melihat tatapan Reza membuat Alesha takut dan memalingkan wajahnya.


Reza pun menggigit leher Alesha yang spontan Alesha memukulnya.


Sampai dirumah Putti, Alesha pun mengambil tasnya kemudian kembali kerumah menggunakan taxi.


Sampai dirumah, Alesha belum melihat Alaric yang kembali...


Belum lama Alesha berbaring ditempat tidur, Alaric pun kembali.


"Kok lama sayang?" Alesha tersenyum.


"Hmmp... iya tadi banyak kerjaan" Alaric membuka bajunya.


Mendengar jawaban Alaric seketika membuat Alesha terdiam kaku, karna Alaric tidak mengatakan tentang pertemuannya dengan Rinda.


"Pasti nanti Alaric ngomong ke aku" dalam hati Alesha.


Namun saat Alesha sudah menyinggung tentang Rinda, Alaric pun tidak mengatakan pertemuannya barusan dengan Rinda.


Ini adalah awal dimana Alaric mulai tidak jujur dengan Alesha, semangkin hari ia juga semangkin dekat dengan Rinda.


Rinda sendiri sudah pisah ranjang dengan suaminya, rumah tangga Rinda dan suaminya pun tidak membaik.


Sementara dengan Alaric, ia mulai jatuh hati kembali dengan Rinda, begitu juga dengan Rinda yang sudah menaruh hati dengan Alaric.


Sebenarnya Alesha juga sudah merasakan perbedaan dari Alaric.


Alaric selalu terlambat pulang, bahkan kadang tidak pulang dengan alasan lembur.


Sejak awal ketidakjujuran Alaric itu pun Alesha mulai beralasan ketika Alaric ingin mengajaknya bercinta. Terkadang ia beralasan datang bulan yang tidak teratur, tertidur atau bahkan sakit perut.


Semua alasan itu sengaja Alesha buat agar Alaric tidak curiga dengan Alesha yang sudah mengetahui kedekatannya dengan Rinda.

__ADS_1


__ADS_2