
Hari ini...
Alaric nekat untuk datang ke Apartmen Reza untuk menemui Alesha.
Sampai di Apartmen Reza, Alaric pun mengetuk pintu dan dibuka oleh Alesha.
Melihat Alaric yang datang, spontan Alesha ingin menutup kembali pintu kamarnya namun terus ditahan oleh Alaric. Mendengar keributan tersebut, Reza pun mendekati Alesha didepan pintu.
"Mau ngapain kamu?" ucap Reza.
"Kamu gak punya hak ngelarang aku bicara sama Alesha" ucap Alaric.
Alesha pun memohon pada Reza untuk membiarkan dirinya berbicara sebentar dengan Alaric.
Dengan tatapan yang marah, Reza pun mengizinkannya.
"Kamu ngomong aja, disini" ucap Alesha.
Alaric pun memohon pada Alesha untuk kembali padanya dan memperbaiki rumah tangga mereka, namun Alesha menolak.
Alesha pun buka suara tentang dirinya yang sudah mengetahui perselingkuhan Alaric dan Rinda.
"Alesha... aku sayang kamu" Alaric mendekati Alesha ingin memegang tangan Alesha.
"Stop Ric..." Alesha menjauhkan tangannya dari tangan Alaric.
"Kalau bener kamu sayang aku, tolong lepasin aku. Terus sama kamu yang ada mangkin buat aku sakit" mata Alesha berkaca-kaca.
Alesha pun terus memohon agar Alaric segera menyelesaikan perceraian mereka.
Karna memaksakan suatu hubungan bukanlah hal yang baik.
Alaric menatap Alesha dengan tatapan sendu...
"Kamu buktiin kata sayang kamu itu dengan segera menyelesaikan perceraian kita" Alesha meninggalkan Alaric masuk ke kamar.
Alaric pun pergi meninggalkan Apartmen tersebut dengan perasaan yang sangat sedih.
Dikamar...
Alesha melihat Reza yang sedang duduk di sofa sambil merokok dengan raut wajah marah.
"Re... tiduran dekat Zein yuk" Alesha berdiri didepan Reza.
Reza hanya diam...
Alesha tidak ingin banyak berbicara karna takut Reza emosi, ia pun kembali berbaring ditempat tidur.
Belum lama berbaring, Reza juga tidur disebelah Alesha, namun saat Alesha membalikan badannya, Reza malah membelakanginya.
Alesha pun kembali membalikan badan membelakangi Reza, mengetahui Alesha membelakanginya Reza menggigit telinga Alesha.
__ADS_1
"Aghh..." Alesha memegangi telinganya.
"Boleh aku minta jatah" ucap Reza.
Alesha pun tertawa dan langsung membalikan badannya...
...
Kembali ke Alaric yang masih dalam perjalanan, perasaannya mulai tidak karuan dan rasa cemburunya pun mulai membakar dirinya.
"Oke... kalau itu mau kamu, aku akan selesaikan perceraian kita" dalam hati Alaric.
Setiba dirumah Alaric menghubungi pengacaranya dan membicarakan soal perceraiannya yang ingin ia selesaikan.
Belum lama menghubungi pengacaranya pun datang membawa surat gugatan yang belum ditanda tangani oleh Alaric.
Alaric ingin surat perceraiannya nanti ia sendiri yang memberikan pada Alesha.
Keesokan harinya...
Alaric kembali ke Apartmen Reza, hanya ada Alesha dan Zein di kamar tersebut.
"Ada apa lagi Ric...?" tanya Alesha.
"Ini yang kamu mau kan, nglepasin kamu untuk buktiin rasa sayang aku ke kamu" jawab Alaric.
Alesha menerima surat tersebut dan membacanya...
Mata Alesha berkaca-kaca dan ia terus menahan air matanya...
Alaric terus menatap lebam di lengan Alesha dan ingin menyentuhnya, namun Alesha menjauhkan diri agar Alaric tidak menyentuhnya.
Alaric pun pergi meninggalkan Alesha...
Diparkiran, Alaric berpapasan dengan Reza yang baru saja akan masuk ke Apartmen.
Reza menatap Alaric dengan sinis, sedangkan Alaric hanya bersikap cuek tidak sama sekali menatap Alaric.
Melihat Alaric yang berada dilokasi Apartmennya, Reza pun curiga bahwa Alaric pasti menemui Alesha.
Reza mempercepat langkahnya...
Dan setibanya dikamar, ia menarik kuat tangan Alesha yang sedang berbaring diatas tempat tidur.
Reza meremas pergelangan tangan Alesha dengan tatapan marah.
Alesha pun keheranan dan ketakutan...
Dalam hatinya berkata kesalahan apa lagi yang sudah ia buat sehingga Reza bersikap kasar dengannya.
Begitulah kebiasaan Reza yang tidak bisa menyelesaikan masalah dengan cara baik-baik.
__ADS_1
"Alaric pasti nemuin kamu" Reza memegang kuat lengan Alesha.
"Re... lepasin dulu sakit" Alesha mencoba melepaskan genggaman tangan Reza yang memegang lengannya kuat.
"Iya... Alaric nemuin aku disini" ucap Alesha dengan raut wajah kesakitan.
Spontan tangan Reza pun melayang hendak memukul Alesha, namun belum sempat memukul, Reza melihat amplop berwarna coklat dibawah bantal.
Reza mengambil amplop tersebut dan membukanya, ternyata isi dari amplop itu adalah pernyataan perceraian Alesha dan Alaric yang sudah sah.
Reza menatap Alesha yang matanya berkaca-kaca dan ia memegang pipi Alesha, namun Alesha memukul tangan Reza dengan sangat kuat.
Alesha kembali berbaring sambil menangis...
"Lain kali kamu jangan bilang berubah, karna aku uda bosen, itu semua cuma omong kosong" ucap Alesha sambil menangis.
Reza hanya diam mendengar Alesha yang berbicara sambil menangis, ia mendekati Alesha dan mencium betis kakinya sambil mengungkapkan permintaan maafnya.
Namun, Alesha tidak merespon ucapan Reza dan hanya terus menangis.
Kecemburuan Reza terus menghantui dirinya, setiap kali mengingat Alesha pernah bersama Alaric membuat hatinya sangat sakit dan sering kali setelah itu menjadi emosi tak menentu.
Kemudian, Reza memperihatkan kalung liontin dihadapan Alesha yang dimana saat Alesha hendak mengambilnya Reza malah menyembunyikannya.
Alesha berbalik arah menatap Reza...
"Apa?..." Reza menaikan satu alisnya.
Reza pun memberikan kalung liontin tersebut sambil tersenyum dan memeluk Alesha, kemudian memakaikannya keleher Alesha.
Setelah perceraiannya Alesha dengan Alaric, Reza pun segera menemui orang tuanya dan mengatakan akan kembali pada Alesha. Awalnya orang tua Reza tidak setuju karna Alesha yang sempat meninggalkannya, namun Reza menjelaskan bahwa masa lalu saat itu Reza juga melakukan kesalahan dan mereka berniat memperbaikinya, Reza juga memberitahu orang tuanya bahwa ia sudah memiliki anak dari Alesha. Mendengar itu, orang tua Reza pun kaget dan segera meminta Reza membawa Alesha dan Zein kerumah.
"Aku mohon bu... perpisahan ini bukan sepenuhnya kesalahan Alesha, tapi aku juga salah, jadi jangan salahin Alesha" ucap Reza.
Dilain sisi...
Alesha juga kembali kerumahnya dengan membawa Zein, awalnya ibu Alesha heran namun setelah Alesha menceritakan semua hal ibunya pun mengerti dan mengizinkan Alesha kembali dengan Reza.
Walau sebenarnya ibu Alesha masih merasa khawatir akan sikap Reza yang kasar akan terulang lagi.
Dan akhirnya Reza dan Alesha kembali hidup bersama lagi...
Sedangkan Alaric, tidak lagi tinggal dikota ini, ia bekerja di luar negeri dan tinggal bersama keluarganya yang menetap disana. Hubungannya dengan Rinda pun kembali kandas, karna Rinda tidak ingin melakukan hubungan jarak jauh.
Terlagi Rinda juga sudah mengandung anak dari suami sahnya.
Siapapun akan merasa bosan jika kehidupan rumah tangganya tidaklah bahagia, nyaman.
Kebanyakan dari mereka memilih untuk pergi, dan terkadang setelah kepergian itu akan menyadarkan diri masing-masing akan kesalahan.
Cerita pun tamat..........
__ADS_1