Terjebak Oleh Masa Lalu

Terjebak Oleh Masa Lalu
Bap 9


__ADS_3

Greekk... suara membuka pintu.


Alaric mendekati Alesha yang sedang berada didapur dan meletakan susu hamil yang ia beli di sebelah Alesha.


"Jef... kamu uda anter Thewiq" ucap Alesha.


Ketika membalikan badan...


Betapa kagetnya Alesha ternyata yang dihadapannya adalah Alaric.


"Alesha..." Alaric memegang perut Alesha.


Dengan spontan Alesha menjauhkan tangan Alaric dari perutnya...


"Mau apa kamu?" Alesha acuh.


Alaric menyampikan permintaan maaf dan rasa penyesalannya selama ini sudah menyia-nyiakan Alesha. Namun tidak semudah itu Alesha memaafkan, Alesha masih tidak percaya dengan apa yang Alaric katakan.


"Aku cari kamu selama ini" ucap Alaric.


"Diluar sana masih banyak wanita lain yang bisa kamu ajak tidur, kenapa kamu harus cari aku?" ucap ketus Alesha.


Alaric mengatakan bahwa dirinya mencintai Alesha dan baru sadar bahwa Alesha yang lebih menghargai dirinya dibanding istrinya sendiri.


"Setelah kamu dibuang sama istri kamu, kamu bilang cinta sama aku" Alesha menangis sesegukan.


"Pergi kamu..." Alesha mendorong Alaric.


Alaric meminta Alesha untuk tidak terlalu emosi karna ia sedang mengandung. Namun Alesha tidak perduli dengan ucapan Alaric ia terus melontarkan ucapan rasa kecewanya sambil terus menangis.


"Ini bukan anak kamu" ucap Alesha.


"Itu anak aku, aku tanggung jawab sama semua ini" ucap Alaric.


Alesha menolak pertanggung jawaban dari Alaric, ia merasa sanggup dan bisa mengurus bayinya sendiri.


Alaric terus memohon pada Alesha agar mereka kembali dan memperbaiki hubungan.


"Apa yang mau kamu perbaiki, hubungan kita gak pernah baik-baik aja, aku uda lama tau kamu punya istri Ric" ucap Alesha.


Alaric terdiam dan menarik nafas panjang...


"Kamu mending pergi... kamu buat kepala aku semangkin sakit" Alesha mendorong Alaric keluar pintu.


Tidak ingin melihat Alesha terus menangis dan tersulut emosi, dengan berat hati Alaric pergi meninggalkan Alesha.


Alaric masih menunggu dimobil sampai berjam-jam lamanya...


Ia takut jika Alesha akan pergi ke tempat yang lain untuk menghindarinya.


Ia terus terjaga di dalam mobil...


Kemudian terlihat dari kejauhan Jefkha yang akan melintas...


Alaric pun berdiri di sebelah mobil dan menunggu Jefkha yang akan melintas.


"Jef..." Alaric melambaikan tangan.


Jefkha menghentikan motornya...


Alaric mengatakan bahwa dirinya baru saja menemui Alesha, ia sangat khawatir dengan keadaan Alesha yang sedang hamil.


"Alesha baik-baik aja kok" ucap Jefkha.


Alaric meminta Jefkha untuk memberi pengertian pada Alesha agar mau menerimanya kembali dan hidup bersama.

__ADS_1


"Waktu akan terus berjalan, kandungannya akan semangkin membesar dan bayi itu juga butuh aku sebagai ayahnya" ucap Alaric.


"Yah... aku coba bicara dengan Alesha nanti" Jefkha mengangguk.


Alaric juga mengatakan bahwa ia sangat khawatir jika Alesha akan pergi bersembunyi lagi, namun Jefkha mengatakan dengan sangat yakin bahwa Alesha tidak akan kemana-kemana.


"Aku kesana dulu" ucap Jefkha.


Alaric pun pergi dari komplek dan kembali kerumahnya...


Disisi lain...


Tokk... tokk


Suara ketukan pintu.


"Siapa?" tanya Alesha.


"Jef..." jawab Jefkha.


Alesha pun membuka pintu kamarnya dan membiarkan Jefkha masuk.


"Kamu kenapa?" tanya Jefkha.


Alesha menangis sesegukan...


Jefkha memegang tangan Alesha dan kemudian memeluknya, spontan tangis Alesha pun pecah kembali.


"Kamu nangis sepuasnya sampai kamu merasa bisa tenang, tapi ingus kamu jangan kena pakaian aku ya" ucap Jefkha.


Alesha pun tertawa dan memukul Jefkha...


Pelan-pelan, Jefkha mulai membahas Alaric.


Tapi Alesha tidak ingin jika ia harus tersakiti lagi nantinya karna kebohongan Alaric.


"Mungkin kamu merasa baik-baik aja, tapi ibu kamu??? Ibu kamu yang menanggung malu nantinya kalau bayi ini tidak memiliki ayah." ucap Jefkha.


Alesha hanya terdiam...


Disisi lain Alaric mencari cara agar Alesha mau menikah dengannya, ia berencana akan memberitahu ibu Alesha.


Sore hari Alaric menuju rumah ibu Alesha, ia memberanikan diri untuk bicara jujur pada ibu Alesha.


Sampai dirumah ibu Alesha, Alaric meminta maaf dengan ibu Alesha sebelum memulai pembicaraannya.


"Ada apa Ric?" tanya ibu Alesha.


"Bu, aku mau menikahi Alesha" jawab Alaric.


Ibu Alesha pun menanyakan keberadaan Alesha yang tidak ikut pulang kerumah.


Dengan suara pelan, Alaric mengatakan bahwa Alesha tidak berani pulang karna ia sedang hamil.


Ibu Alesha terdiam...


Alaric mengatakan bahwa semenjak mengetahui kehamilannya, hubungannya dengan Alesha tidak baik-baik saja dan Alaric membutuhkan ibu Alesha untuk bicara dengan Alesha agar mau segera melakukan pernikahan ini.


Mendengar hal itu, ibu Alesha beranjak dari sofa dan mengambil ponselnya.


Ia mencoba menghubungi Alesha...


Tuttt... suara panggilan keluar


"Ya bu?" tanya Alesha.

__ADS_1


"Kamu dimana nak, ibu sudah tau semuanya kamu pulang ya, ibu mau bicara" jawab ibu Alesha.


Alesha beralasan bahwa dirinya tidak bisa pulang karna ia harus bekerja.


Alaric meminta izin meminjam ponsel ibu Alesha...


"Alesha... aku uda cerita semuanya sama ibu kamu" ucap Alaric.


Alesha pun memutus panggilan di ponselnya...


Deg...


Perasaan Alesha pun mulai tidak tenang dan takut ibunya marah.


Kembali ke Alaric yang meminta maaf untuk kesekian kalinya pada ibu Alesha dan berpamitan pulang...


"Bawa Alesha pulang ya Ric!" ucap ibu Alesha.


Alaric mengangguk...


Sepulang dari rumah ibu Alesha, Alaric langsung menuju komplek perumahan Thewiq.


Alaric kembali menemui Alesha...


Saat Alaric sudah berada di komplek, tidak sengaja ia melihat Thewiq yang berjalan menuju arah rumahnya.


Alaric berlari dan menghampiri Thewiq, ia meminta izin pada Thewiq ingin menemui Alesha. Alaric juga menceritakan konflik dirinya dengan Alesha, Alaric meminta Thewiq untuk membantu dirinya menasehati Alesha.


Thewiq pun mengizinkan Alaric untuk masuk dan menyelesaikan masalahnya dengan Alesha.


Saat Alesha berbaring ditempat tidur, tiba-tiba Alaric membuka pintu kamar dan masuk.


Ia mendekati Alesha yang tertidur memakai headset...


"Alesha..." Alaric mencium pipi Alesha.


Alesha pun terbangun dan terkejut melihat Alaric kembali lagi menemuinya dan Alesha pun membalikkan arah tidurnya membelakangi Alaric.


Alaric memegang tangan Alesha yang dimana Alesha langsung menjauhkan tangannya dari Alaric.


Alaric pun berbaring disebelah Alesha yang dimana Alesha langsung beranjak dari tempat tidur dan bergegas membuka pintu kamar. Namun kunci kamar sudah diambil oleh Alaric sehingga Alesha tidak bisa keluar dari kamar.


"Besok kita pulang bareng, ibu mau bicara. Pernikahan kita akan dilangsungkan secepatnya" ucap Alaric.


Alesha tidak berkata apapun, ia hanya menatap sinis Alaric.


Alesha pun meminta Alaric membuka pintunya karena ia ingin buang air kecil.


Setelah buang air Alesha tidak kembali ke kamar melainkan duduk di sofa depan tv.


Alaric menunggu lama Alesha yang belum kembali ke kamar, ia pun keluar kamar melihat Alesha.


"Istirahat di kamar ajalah" ucap Alaric sambil memegang tangan Alesha.


Alesha memalingkan wajahnya dari Alaric...


Alaric terus memaksa Alesha kembali ke kamar namun Alesha menolaknya, Alesha mengatakan bahwa ia tidak akan kembali ke kamar jika Alaric ikut bersamanya.


Mendengar itu Alaric pun memilih untuk tetap di sofa, dan Alesha pun kembali masuk ke kamar.


Dikamar...


Alesha memikirkan ucapan Alaric yang mengatakan akan menikahinya. Dirinya masih teringat dengan perkataan Alaric yang membuatnya sakit hati.


Alesha ingin menolak pernikahan tersebut, namun ia juga bingung memikirkan ibunya jika harus menolak pernikahan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2