Terjebak Oleh Masa Lalu

Terjebak Oleh Masa Lalu
Bap 2


__ADS_3

Hari ini, Alesha izin tidak masuk kerja dikarenakan kakinya yang masih sakit karena kejadian malam itu.


Alesha juga memberitahu Anna akan hal itu, dan menceritakan tentang malam itu.


"Trus gimana keadaan kamu sekarang?" tanya Anna.


"Kaki aku yang masih sakit, kalau luka di pipi aku cuma sedikit kok" jawab Alesha.


"Kamu istirahatlah, aku mau lanjut kerja" ucap Anna.


Bos Alesha pun mengijinkannya untuk off sampai dirinya benar-benar pulih kembali.


Drttt... getaran ponsel Alesha, pesan masuk dari nomor tidak dikenal.


"Hy Alesha"


"Maaf, kamu siapa?" balas Alesha.


Alesha pun terus membalas pesan dari nomor tidak dikenal tersebut, memaksa memberitahu siapa dan dari mana mendapatkan nomornya.


Tiba-tiba nomor tersebut mengganti foto profilnya dengan nama Alaric.


Alesha terus memperhatikan foto tersebut dan berkali-kali menzoomnya.


"Inikan cowok yang dicafe waktu itu" ucap Alesha dalam hati.


"Dari mana kamu tau nomor aku?" balas Alesha.


Alaric mengatakan bahwa dirinya sengaja meminta temannya yang bekerja di cafe tersebut untuk meminta nomor ponsel Alesha.


Mereka pun terus berbalas-balasan pesan.


Sampi pada akhirnya mengatur waktu pertemuan.


"Ketemu yuk besok!" ucap Alaric.


Alesha menolak pertemuan mereka karna kondisinya yang tidak memungkinkan.


"Maaf... tapi aku belum bisa karna kaki aku masih sakit" balas Alesha.


"Kaki kamu kenapa?" balas Alaric.


Alesha pun menceritakan hal yang terjadi malam itu pada Alaric. Mendengar hal tersebut Alaric menyarankan agar Alesha kost di kota.


"Yah nanti aku pikirin lagi soal itu" balas Alesha.


Sore hari...


Putti datang kerumah Alesha...


"Gimana keadaan kamu?" tanya Putti.


"Yah... kaki aku masih sakit buat berdiri" jawab Alesha.


Alesha mempertanyakan pekerjaan Putti saat ini.


Putti mengatakan bahwa dirinya tidak bekerja, ia bebas terbang kesana kemari menikmati hidup. Putti juga mengatakan bahwa dirinya simpanan seorang pengusaha mebel di kota, itu sebabnya ia tidak pernah kekurangan uang karna Awi (50) selalu mencukupi kebutuhannya.


Rumah, mobil ia dapatkan dari Awi.


"Terus Reua tau?" tanya Alesha.


"Mau tau atau enggak aku gak peduli sih" jawab Putti.


Alesha tertawa mendengar ucapan Putti.


"Kamu lekas sembuhlah, kita kerumahku...


Nanti juga aku kenalin sama temen-temen aku" ucap Putti.


Tiga hari berlalu...


Alesha kembali bekerja seperti biasa.


Karna masih trauma untuk naik motor sendiri Alesha berangkat kerja diantar oleh sepupunya yang bernama Lilac.


"Kangeeennnn..." Anna memeluk Alesha.


Alesha tertawa melihat Anna yang heboh menyambut dirinya.


"Biasanya juga kan gak ada aku" ucap Alesha.


"Beda dong kalau sekarang" Anna tertawa.


Alesha menceritakan soal lelaki saat dicafe malam itu, ia juga memperlihatkan pesan singkat mereka.


"Kamu suka sama cowo ini?" tanya Anna.


Alesha mengangguk sambil tersenyum...


"Mmpp... boleh kan" Alesha menaikan alisnya.

__ADS_1


Anna pun tertawa melihat Alesha yang sedang kasmaran.


Terdengar bunyi ponsel Alesha, saat melihat ponselnya ternyata panggilan dari Putti.


"Kamu pulang kerumah?, atau mau nginep dirumah aku, biar aku jemput kamu nanti" ucap Putti.


"Mmpp kerumah kamu aja deh" ucap Alesha.


"Okee" Putti memutus panggilan telponnya.


Alesha pun mengirim lokasi tempat dimana ia bekerja, dan juga mengirim pesan ke ibunya bahwa dirinya tidur dirumah Putti.


Sepulang Alesha bekerja, Putti meminta Alesha untuk mandi karna ingin memperkenalkan dengan teman-temannya di club.


"Aku gak bawa pakaian ganti" ucap Alesha.


"Pilihlah pakaian aku, bebas mau pakai yang mana" ucap Putti.


Alesha pun bergegas mandi...


Selesai berpakaian, Putti dan Alesha pergi menuju club.


Sampai disana, Alesha diperkenalkan dengan teman-teman Putti.


"Kenalin ini Thewiq, Raffael, Willy, dan Jefkha" Putti menujuk kearah pemilik nama masing-masing.


Karna belum pernah memasuki club, Alesha pun hanya duduk diam disofa dengan gaya yang masih kaku sekali.


"Kamu minum?" Raffael berbisik ke telinga Alesha.


Alesha mengangguk, dan menerima sekaleng coca\~cola yang diberi oleh Raffael.


Alesha pun meneguknya dengan santai...


Byuuhhhh...


Alesha memuntahkan minuman tersebut, dan batuk-batuk.


"Minuman apa ini?" Alesha meletakan coca\~cola dimeja.


Hkkk...


Wkakakakkkkkk...


Raffael dan yang lainnya ikut tertawa melihat Alesha terkecuali Jefkha yang memberikan sebotol air mineral ke Alesha.


"Kamu jangan tersinggung sama temen-temen ya, mereka asyik... kamu belum terbiasa aja" Putti duduk di sebelah Alesha.


Putti dan Jefkha pun tertawa melihat Alesha.


Saat teman-teman asyik happy, Alesha malah asyik berbalas-balasan pesan dengan Alaric.


Mereka mengatur pertemuan besok sepulang Alesha bekerja.


"Kamu dimana nih?" ucap Alaric melalui pesan singkatnya.


"Aku dirumah Putti temen aku" balasan Alesha berbohong.


Saat Alaric ingin melakukan panggilan video, Alesha menolaknya dengan alasan dirinya sudah sangat mengantuk dan ingin beristirahat. Alaric pun memaklumi hal tersebut karna Alesha baru kembali dari pekerjaannya.


Diam-diam, Rafael yang usil memasukan sedikit ekstasi yang sudah ia hancurkan sebelumnya kebotol minuman milik Alesha.


Alesha yang tidak mengetahui hal tersebut pun meminumnya tanpa rasa curiga.


Karna terus duduk di sofa, Thewiq menarik tangan Alesha dan memintanya berdiri bergabung bersama teman-teman lain.


Lama kelamaan Alesha mulai merasakan pusing, tubuhnya terasa ringan sekali mengikuti alunan musik disco, matanya pun mulai kabur melihat sekeliling, dan jantungnya berdetak kencang.


Karna tidak biasa dengan hal tersebut Alesha kembali duduk disofa.


"Aku kenapa ya" dalam hati Alesha.


"Jef, liat tu Alesha dikasih sedikit aja uda gak tenang" Raffael berbisik ke Jefkha.


"Kamu gila ya, kenapa kamu kasih Alesha" Jefkha memukul bahu Raffael.


Jefkha pun mendekati Alesha dan memegang tangannya.


"Berdiri yuk, aku temeni" ucap Jefkha sambil memegang tangan Alesha.


Alesha memegang erat tangan Jefkha...


"Nikmati aja musiknya, mungkin ini karna efek dari minuman dari Raffael tadi" ucap Jefkha ditelinga Alesha.


"Aku boleh peluk kamu gak?" Alesha berbisik ke telinga Jefkha.


Jefkha spontan menarik tangan Alesha dan memeluknya...


Terlihat oleh Putti, Alesha yang terus berpeluk erat dengan Jefkha.


"Kenapa Alesha?" Putti berbisik ketelinga Jefkha.

__ADS_1


"Gak apa-apa, kamu happy aja aku jagain Alesha" ucap Jefkha.


Putti mengangguk dan kembali bersama Reua.


Belum lama Alesha berada di club...


Alaric juga datang, hanya saja Alesha tidak melihatnya begitu juga dengan Alaric yang tidak melihat Alesha.


Alaric terlihat menikmati minumannya, dan seperti sedang memikirkan sesuatu.


Karna terus merasa pusing Alesha mendekati Putti dan berbisik bahwa ia ingin kembali kerumah.


"Kamu dianter Jefkha dulu ya, ini kunci rumahku" ucap Putti sambil memegang tangan Alesha.


Putti pun memanggil Jefkha dan memintanya segera mengantar Alesha pulang kerumah.


Jefkha terus merangkul Alesha sambil berjalan...


Tidak sengaja Alesha menabrak lengan Alaric saat berjalan...


Alaric terus memperhatikan Alesha, hanya saja ia tidak begitu melihat jelas wajah Alesha karna cahaya didalam ruangan juga terbatas.


Jefkha pun mengantar Alesha sampai kerumah Putti...


Sampai dirumah Putti, Jefkha terus menemani Alesha, ia juga memberikan segelas susu agar diminum oleh Alesha.


"Jef... makasih ya" Alesha tersenyum.


Jefkha tersenyum kembali...


Kembali ke Alaric yang masih di club...


Alaric masih penasaran dengan wanita yang ia lihat barusan, seperti Alesha tapi tidak terlihat jelas.


Merasa penasaran, Alaric pun menghubungi Alesha...


Tuttt...


Suara panggilan telpon


"Uda tidur Sha?" tanya Alaric.


"Mmpp... iya" jawab Alesha.


"Okee... maaf ganggu" ucap Alaric dan memutuskan panggilan telponnya.


"Hmmpp... mungkin perasaanku aja" dalam hati Alaric.


Dirumah Putti, Jefkha terus memperhatikan kondisi Alesha yang terbaring ditempat tidur.


Pagi hari...


Saat Alesha terbangun dari tidurnya ia melihat Putti yang tidak ada dirumah.


"Apa Putti gak pulang ya?" dalam hati Alesha.


Saat membuka pintu kamar belakang, Alesha melihat Jefkha yang masih tertidur.


Alesha kembali menutup kamar dengan sangat pelan agar Jefkha tidak terbangun.


Karna harus berangkat bekerja, Alesha pun mandi dan membereskan diri.


Mendengar suara kran air yang hidup, Jefkha terbangun dan keluar dari kamar, ia pindah berbaring di sofa.


"Jef... kamu kok pindah disini?" tanya Alesha.


"Iya suara kran airnya berisik" jawab Jefkha.


Alesha tersenyum cengengesan...


"Putti kok belum balik ya" ucap Alesha.


"Uda biasa kalau dia" ucap Jefkha santai.


Alesha pun meminta Jefkha untuk menunggu dirumah sampai Putti kembali karna dirinya harus bekerja pagi ini.


Dering ponsel Alesha berbunyi...


Panggilan dari Alaric...


"Kamu kerja hari ini? kalau kerja aku jemput ya!" ucap Alaric.


Tanpa pikir panjang, Alesha pun langsung menerimanya.


Alesha mengirimkan lokasi rumah Putti, dan tidak lama itu Alaric datang menjemputnya.


Diperjalanan...


Alaric banyak sekali berbicara tentang dirinya, bukan seperti pertemuan pertama yang canggung. Alaric sangat pandai membawa suasana menjadi lebih santai seperti sudah biasa bertemu.


Mereka terlihat begitu akrab sekali.

__ADS_1


__ADS_2