Terjebak Oleh Masa Lalu

Terjebak Oleh Masa Lalu
Bap 19


__ADS_3

Sore ini Alesha mendapat pesan dari Alaric bahwa dirinya harus lembur kerja bersama beberapa orang temannya dan akan kembali besok pagi.


"Kamu lembur lagi?" tanya Alesha.


"Iya... hari ini aja kok besok aku udah libur" jawab Alaric melalui pesan singkatnya.


Mengetahui Alaric tidak pulang malam ini, Alesha pun berniat pergi ke club untuk menghibur diri. Tapi saat sudah berada di club Alesha terus memikirkan Alaric dan itu membuatnya sakit hati, Alesha pun mulai pusing karna minum alkohol.


Alesha hanya merunduk di meja bar sambil menikmati musik.


Sesekali ia pun menangis pelan...


"Kenapa dulu kamu cari aku Ric" dalam hati Alesha.


Reza yang juga berada di club yang sama melihat Alesha yang duduk sendirian dimeja bar, ia terus memperhatikan Alesha apakah sedang bersama Alaric. Namun, saat Reza terus memperhatikan Alesha tidak terlihat Alesha bersama Alaric atau teman lainnya.


Reza beranjak dari sofa dan mendekati Alesha, ia langsung memegang tangan Alesha dan meletakannya dipinggangnya.


Dengan pandangan yang tidak begitu jelas Alesha terus menatap wajah Reza.


"Re..." ucap Alesha.


"Kamu sekarang uda berani main ke club sendiri ya" ucap Reza.


Alesha hanya diam dan kembali merunduk dimeja bar.


Reza berfikir bahwa Alesha sedang ada masalah saat ini.


Saat sedang menemani Alesha, pasangan Reza yang sudah menunggu lama disofa pun menghampiri Reza, dengan memberi kode untuk kembali ke sofa wanita itu pun menurut.


"Kita duduk disana yuk!" ucap Reza.


Mereka pindah duduk disofa tepatnya paling sudut ruangan.


Reza memanfaatkan momen ini dengan terus mendekati Alesha dan memberikan perhatian padanya.


Reza terus menggoda Alesha hingga mereka pun berciuman.


Waktu terus berlalu...


Reza membawa Alesha yang mabuk ke Apartmennya. Sampai disana Alesha langsung berbaring ditempat tidur tanpa membuka heelsnya.


Melihat Alesha yang masih memakai heelsnya, Reza pun melepaskannya.


Alesha yang mabuk pun terbuai oleh nafsunya dan bercinta dengan Reza...


Keesokan paginya saat Alesha terbangun ia melihat dirinya yang sudah tidak lagi mengenakan pakaiannya.


Dengan pelan Alesha beranjak dari tempat tidur dan berniat akan pergi sebelum Reza terbangun.


Terlihat oleh Alesha pakaiannya yang tertimpa dibawah bahu Reza.

__ADS_1


"Kalau aku ambil pasti dia bangun" dalam hati Alesha.


Alesha pun mengambil pakaian Reza yang ada digantungan dan memakainya kemudian ia bergegas kembali.


Sampai dirumah, Alesha belum melihat Alaric yang pulang kerumah.


Dengan cepat Alesha membuka pakaian Reza kemudian ia lipat dan simpan dengan rapi dilemari pakaian.


Belum lama Alesha pulang, Alaric juga kembali.


Alesha buru-buru masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri kemudian berbaring ditempat tidur.


"Sayang... gak ada makanan ya?" tanya Alaric.


"Kamu beli aja ya, kepala aku pusing" jawab Alesha.


Alaric pun mandi...


Selesai mandi Alaric mengambil pakaian dilemari dan dengan tidak sengaja ia menjatuhkan beberapa lipatan pakaian dan terlihat pakaian berwarna hitam yang pernah dipakai oleh Reza saat di club.


Alaric menatap ke arah Alesha yang berbaring diatas tempat tidur.


Alaric memasukan kembali pakaian tersebut ke dalam lemari, setelahnya ia pergi keluar untuk membeli makanan.


Setelah kembali membeli makanan, Alaric membangunkan Alesha dan memintanya untuk makan namun Alesha menolaknya dengan alasan sudah makan.


Sambil makan, Alaric berfikir apakah Alesha kembali dekat dengan Reza.


Alaric mulai menyadari kesalahannya yang kembali dekat dengan Rinda, oleh karena itu Alaric tidak ingin menanyakan tentang pakaian yang baru saja ia lihat barusan.


Alaric tetap bersikap biasa saja sama halnya dengan Alesha.


Sore hari Alaric izin dengan Alesha untuk pergi, Alesha pun mengizinkannya dengan alasan tidak sampai larut malam.


"Oke sayang..." Alaric mencium kening Alesha.


Disisi lain...


Reza sedang dalam perjalanan karna ingin membeli sesuatu, dan dengan tidak disengaja Reza kembali melihat Alaric dan Rinda masuk ke sebuah hotel.


"Ini lelaki yang kamu belain" Reza tertawa.


Reza mencoba menghubungi Alesha namun Alesha tidak menjawabnya.


Karna Alesha tidak menjawab panggilannya, Reza meminta alamat rumah Alaric pada Putti yang dimana Reza langsung menuju alamat yang diberikan oleh Putti.


Tokk... tokkk


Suara ketukan pintu


Alesha pun membukanya dan ternyata itu adalah Reza.

__ADS_1


"Kamu ngapain kesini?" tanya Alesha dengan wajah ketakutan.


"Kenapa? Kamu takut suami kamu...


tenang aja, suami kamu lagi asyik berdua dengan mantan istrinya di hotel" ucap Reza.


Dengan santai Alesha menjawab mungkin yang Reza lihat salah. Reza terus ngotot meyakinkan bahwa yang ia lihat adalah Alaric, namun tetap saja Alesha membelanya dan membuat Reza kesal kemudian memukul Alesha hingga hidung Alesha mengeluarkan darah.


"Kamu tuh orang bodoh" teriak Reza.


"Iya... aku bodoh, terus kenapa kamu selalu cari orang bodoh seperti aku" Alesha nada tinggi.


Alesha pun mengusir Reza dan terus mendorong-dorongnya agar menjauh dari pintu.


Reza terus memaksa Alesha untuk ikut dengannya namun Alesha menolak.


"Kamu pergi atau aku teriaki maling" ucap Alesha.


Reza pun pergi dan membanting vas bunga milik Alesha.


Dikamar...


Alesha menangis, sebenarnya ia percaya apa yang diucapkan oleh Reza. Namun, Alesha juga menyadari kesalahannya yang juga pernah tidur bersama Reza.


Dengan perasaan marah, Alesha pun berniat pergi dari rumah.


Sebelum ia pergi, ia menghubungi ibunya untuk tidak memikirkannya karna ia akan bekerja kembali di luar kota. Ibu Alesha juga menanyakan keadaan Alaric dan rumah tangga mereka yang dimana Alesha berbohong dan menutupi keruwetan rumah tangganya.


Alesha pun pergi menuju stasiun kereta dan akan menemui teman lamanya di kota tersebut.


Di dalam kereta...


Alesha mengirim pesan pada Alaric untuk tidak mencarinya, ia pergi dengan keadaan baik dan akan bekerja kembali di luar kota.


"Ric... aku pergi, yang aku gak bisa kasih tau alamatnya. Maafin aku yang masih banyak kekurangan, yang aku gak tau dimana letak kekurangan itu. Semoga dengan jarak ini kita bisa saling intropeksi diri, melihat kekurangan diri masing-masing." pesan singkat dari Alesha.


Saat itu Alaric tidak menghiraukan ponselnya yang berdering, karna ia sedang asyik berdua dengan Rinda.


Saat dalam perjalanan, Reza terus menghubungi Alesha namun Alesha mengabaikannya.


Karna ponselnya terus bergetar, Alesha pun menjawab panggilan tersebut.


"Alesha maafin aku..." ucap Reza.


"Kamu gak perlu minta maaf, karna aku yang salah. Aku yang gak pernah mau ngertiin kamu dan selalu buat kamu marah, bahkan aku juga yang uda ninggalin kamu disaat kamu terpuruk." ucap Alesha sambil menahan tangisnya.


Alesha pun memutus panggilan dari Reza, dan menonaktifkan ponselnya.


Diperjalanan...


Alesha terus menangis mengingat dirinya yang pernah keguguran, teringat akan kenangan bersama Alaric, dan juga sikap Reza yang selalu kasar.

__ADS_1


"Sebisaku berusaha untuk menjauhkan diri dari kalian, aku muak dan aku capek" dalam hati Alesha.


__ADS_2