
Sampai ditempat yang Alesha tuju, ternyata teman lama Alesha (Lea) sudah tidak lagi tinggal dirumah, hanya ada ibunya dan adik-adiknya. Lea sudah dua tahun bekerja di luar negeri untuk membiayai ibu dan juga adik-adiknya yang bersekolah.
Karna sudah sampai dikota tujuan, Alesha pun berusaha mencari pekerjaan.
Lelah berjalan akhirnya Alesha memutuskan untuk menjual ponselnya dan menyewa sebuah kamar kost.
Saat berada diwarung untuk membeli nasi, Alesha ditegur seorang wanita karna dirinya yang terlihat baru dikost tersebut. Alesha pun memperkenalkan dirinya...
"Alesha..." Alesha memberi salam.
"Nuna..." Nuna tersenyum.
Mereka pun asyik ngobrol berdua, dan sampai akhirnya Nuna menawarkan pekerjaan paruh waktu pada Alesha di cafe yang tidak jauh dari kost tersebut. Alesha pun menyetujuinya dan akan ikut dengan Nuna mulai besok pagi.
Hari demi hari berlalu...
Alesha mulai menyadari dirinya yang belum juga datang bulan, ia mulai panik dan ketakutan.
Sepulang Alesha bekerja, ia membeli alat tes kehamilan. Dan benar saja saat pagi hari Alesha memaki tes tersebut ternyata yang muncul adalah garis dua.
"Kenapa ini selalu terjadi disaat aku mau jalani hidupku sendiri" Alesha menangis dikamar mandi.
Semenjak mengetahui dirinya hamil, ia pun mulai berhemat dan berniat akan mencari pekerjaan tambahan.
Nuna pun kembali menawarkan pekerjaan disebuah tempat perjudian, dengan semangat Alesha pun menyetujuinya.
Alesha sangat giat sekali bekerja hingga tidak mengenal lelah, ia terus bersemangat mengumpulkan uang untuk biaya persalinanya nanti.
Dan tidak sedikit yang merasa kasihan dengan Alesha yang berjuang seorang diri, dan selalu memberikannya uang tambahan.
Waktu pun terus berlalu...
Satu bulan sebelum persalinannya ia sudah izin libur bekerja.
Alesha tidak sabar menunggu bayinya terlahir kedunia...
Dan sampai pada waktunya Alesha bersalin, Alesha melahirkan seorang anak lelaki yang diberi nama Zein.
Tiga bulan sudah Alesha libur bekerja, kini saatnya ia kembali bekerja dan menitipkan Zein pada Nini sebelah kost Alesha, dan membayar Nini setiap bulannya.
Disisi lain...
Reza yang tidak lagi bisa menghubungi Alesha dan tidak mengetahui keberadaannya memberanikan diri untuk datang kerumah ibunya.
Sambutan ibu Alesha tetap baik, meskipun saat bersama Reza, Alesha mendapatkan perlakuan tidak baik.
__ADS_1
Ibu Alesha mengatakan bahwa Alesha saat ini sedang bekerja diluar kota.
"Ibu juga gak tau bagaimana keadaan rumah tangga mereka, tapi yang jelas Alaric masih sering datang kesini" ucap ibu Alesha.
Ibu Alesha mengatakan, bahwa menurut cerita Alaric, Alesha salah paham dan menuduhnya berselingkuh. Padahal Alesha tidak pernah menyebutkan hal itu pada Alaric.
Karna ini urusan rumah tangga mereka berdua jadi ibu Alesha tidak ingin banyak mencampurinya, yang terpenting adalah Alesha masih sering memberi kabar.
Reza pun meminta nomor ponsel Alesha, namun setiap kali menghubungi ibunya Alesha tidak pernah menggunakan nomor yang tetap.
Jadi, sangat banyak sekali nomor yang Alesha pakai untuk menghubungi ibunya.
Itu dikarenakan Alesha yang tidak memiliki ponsel dan harus meminjam dengan teman kerjanya.
"Aku boleh lihat ponsel ibu" ucap Reza.
Ibu Alesha pun beranjak dari kursi dan mengambil ponselnya...
Reza memindai semua kontak baru yang ada diponsel ibu Alesha.
"Oke... terima kasih bu, aku pamit dulu" ucap Reza.
Disisi lain...
Alaric dan Rinda melakukan pernikahan sirih disuatu tempat.
Kembali ke Reza yang mencoba satu persatu nomor kontak yang ia salin diponselnya.
Beberapa nomor tidak lagi bisa dihubungi dan hanya satu nomor yang tersisa.
Tuuutt... suara panggilan keluar.
"Maaf, apa kamu mengenal Alesha?" tanya Reza.
"Alesha siapa ya" jawaban dari nomor tersebut.
Reza memberitahu ciri-ciri Alesha namun pemilik ponsel tersebut tidak mengetahui bahwa Alesha adalah Fristy.
Tidak ada yang mengenal panggilan Alesha dikota ini, yang mereka tau adalah Fristy. Namun saat menyebutkan nama itu, Reza tidak teringat bahwa nama Alesha memiliki nama belakang Fristy.
Reza pun memutuskan panggilannya...
Disisi lain...
Alesha menghubungi ibunya, dan ibunya mengatakan bahwa Reza datang dan menanyakan keberadaannya kemudian menyalin beberapa kontan diponselnya.
__ADS_1
"Aduh bu... kenapa ibu kasih, ibu langsung hapus kontak ini ya aku gak mau Reza tau" ucap Alesha.
Alesha pun menyepakati teman-temannya yang ia pinjam ponselnya untuk tidak memberitahu keberadaanya jika ada yang menanyakannya.
Selesai Alesha bekerja...
Nini tetangga kost Alesha yang menjaga Zein tidak mengatakan bahwa ada yang menghubunginya, Nini menganggap panggilan tersebut hanya salah sambung.
Disisi lain...
Saat Alaric kembali kerumahnya untuk membersihkan rumah, ia teringat dengan Alesha yang sudah satu tahun ini tidak ada kabar.
Alaric mencurigai Alesha kembali bersama Reza, namun beberapa kali Alaric bertemu Reza tidak pernah bersama Alesha. Bahkan saat Reza kembali ke Apartmen, Alaric juga sempat mengikutinya namun tidak terlihat seperti Reza menyembunyikan Alesha.
Alaric berbaring ditempat tidur dan bingung akan perasaanya, ia mencintai Rinda namun juga menginginkan Alesha tetap bersamanya.
Dengan sangat yakin, Alaric berfikir bahwa tidak akan mungkin Alesha mau kembali dengan Reza mengingat perlakuannya yang sangat kasar.
"Setelah Alesha merasa tenang, pasti dia kembali" dalam hati Alaric.
Alesha sendiri sudah terbiasa dengan kegitannya sehari-hari, bahkan ia sangat bersemangat bekerja demi Zein, terlagi teman-teman kerja Alesha sangat baik dengannya, baik itu di cafe maupun diperjudian.
Banyak pula yang menanyakan keberadaan suami Alesha, yang dimana Alesha beralasan suaminya sedang menjalani masa tahanan oleh sebab itu ia yang harus menjadi tulang punggung.
Kegiatannya sehari-hari juga membuatnya lupa akan masalah yang ia hadapi, ia lebih fokus ke Zein.
Walaupun sebenarnya Alesha merasa kasihan dengan Zein karna harus diasuh oleh Nini, namun semua yang Alesha lakukan juga demi kelangsungan hidup mereka berdua.
Alesha sendiri sudah lama berniat menceraikan Alaric, namun karna kondisi keuangannya masih pas-pas ia pun tidak bisa mengurus perceraian tersebut karna harus membayar jasa pengacara.
Terlagi kebutuhannya saat hamil dan memiliki anak sudah bertambah-tambah.
Terkadang ia berfikir ingin menjual cincin pernikahannya dengan Alaric, namun yang Alesha takutkan adalah saat memiliki kebutuhan mendadak ia tidak memiliki tabungan atau uang lebih.
Cincin itu sengaja ia pertahankan karna untuk berjaga-jaga ketika ada kebutuhan mendadak nantinya.
Setiap kali berbaring disamping Zein, Alesha selalu tersenyum dan bersemangat melihat wajahnya. Rasa lelahnya pun hilang ketika sudah dekat dengan Zein.
Zein sangat mirip sekali dengan Alesha, namun tanda toh hitam di telapak kaki Zein sama persis seperti yang ada ditelapak kaki Reza.
Namun Alesha tidak ingat bahwa telapak kaki Reza juga memiliki toh yang sama seperti Zein.
Yang Alesha tau, Zein adalah anak dari Alaric...
Oleh sebab itu Alesha tidak ibgin Alaric mengetahui bahwa Zein adalah anaknya, karna akan ada alasan untuk Alaric mempertahankan rumah tangga mereka demi anak.
__ADS_1
Ibu Alesha juga tidak pernah mengetahui bahwa Alesha sudah memiliki Zein, karna Alesha tidak ingin ibunya menjadi khawatir.