
Satu bulan berlalu...
Alesha yang terus menunggu dirinya datang bulan namun belum juga.
Diam-diam ia membeli alat tes kehamilan di apotek.
Dan benar... Alesha sedang hamil.
Alesha ketakutan dan menangis...
"Aduh... gimana aku bisa hamil" dalam hati Alesha.
Alesha membuang alat tes kehamilan tersebut ke keranjang sampah dikamar mandi.
Alesha bergegas menuju kerumah Putti menggunakan taxi...
Sampai disana...
Alesha langsung masuk ke kamar Putti, Jefkha bengong melihat Alesha yang terburu-buru.
"Kenapa?" tanya Putti.
"Aku hamil" jawab Alesha.
Pembicaraan mereka tidak sengaja didengar oleh Jefkha yang akan mengambil minuman di lemari pendingin.
"Aku takut, ibuku pasti marah kalau aku hamil dan ayahnya gak jelas" ucap Alesha.
Putti terdiam dan memegangi kepalanya...
"Kamu tenang dulu lah" ucap Putti.
Alesha mengangguk...
Alesha keluar kamar dan mengambil minuman di lemari pendingin, kemudian duduk di sofa bersama Jefkha.
Jefkha bersikap seolah tidak mengetahui hal yang barusan ia dengar...
Disisi lain...
Alaric dan istrinya sedang bertemu di restoran yang ada di Mall.
Rinda ingin membicarakan sesuatu hal pada Alaric.
Kembali ke Alesha yang berada dirumah Putti...
"Jef... temeni aku yuk" ucap Alesha.
"Kemana?" tanya Jefkha.
"Aku pengen makan asinan yang ada di Mall" ucap Alesha.
Jefkha mengangguk dan beranjak dari sofa mengganti pakaiannya.
Mereka berdua pun menuju Mall dan mencari asinan yang dimaksud oleh Alesha.
Saat sudah menemukan asinan yang Alesha cari, mereka lanjut makan di sebuah restoran yang dimana Alaric juga berada disana bersama istrinya.
Posisi duduk Alaric dan Alesha saling membelakangi...
Jefkha sendiri sebenarnya sudah melihat Alaric bersama wanita, namun Jefkha berusaha agar Alesha tidak melihatnya.
__ADS_1
Tapi... ketika suara Alaric begitu keras saat bicara pada Rinda membuat Alesha ingin menoleh kebelakang dan melihatnya, namun Jefkha menahannya.
"Kenapa sih?" tanya Alesha.
Jefkha terdiam, dan Alesha menoleh kebelakang...
Ia melihat Alaric yang sedang berada didekatnya, Alesha memalingkan wajahnya dan terdiam kaku.
Alesha terus mendengarkan pembicaraan Alaric dengan istrinya...
Rinda sudah mengetahui perselingkuhan Alaric dengan seorang wanita, namun Alaric menyangkalnya.
"Kamu mending lanjutin hidup sama wanita yang kamu mau, dan aku kembali ke lelaki yang aku mau" ucap Rinda.
"Aku sama Alesha cuma iseng-iseng karna kamu uda selingkuhin aku, aku cuma sayang kamu Rin. Itu semua aku lakuin cuma untuk melampiaskan nafsuku aja, karna kamu selalu menolak aku" ucap Alaric ketus.
Seketika air mata Alesha jatuh mendengar ucapan Alaric...
Alesha beranjak dari sofa namun Jefkha menahannya.
"Ayo pulang" teriak Alesha pada Jefkha.
Semua pengunjung restoran menoleh ke arah Alesha termasuk Alaric yang berada dibelakangnya.
Raut wajah Alaric seketika berubah mengetahui bahwa Alesha ada didekatnya...
Jefkha menggandeng tangan Alesha saat berjalan dan Alaric terus memperhatikannya.
"Anter aku kerumah Monica" ucap Alesha.
"Oke" ucap Jefkha.
Jefkha pun mengantar Alesha kerumah Monica. Setiba disana Monica akan pergi bersama Raffael...
"Mau keluar dulu, kalian masuklah tunggu didalam" ucap Thewiq.
Didalam rumah Monica, Alesha menangis sejadi-jadinya.
Ia terus memegang tangan Jefkha sambil menangis...
Lelah menangis Alesha tertidur dipangkuan Jefkha...
Disisi lain...
Alaric kembali kerumahnya dan melihat Alesha yang tidak ada. Ia semangkin khawatir karna Alesha mendengar percakapannya tadi dengan Rinda.
Alaric terus mencoba menghubungi Alesha namun tidak tersambung.
Dengan terburu-buru Alaric menuju kerumah Putti.
Sampai dirumah Putti...
"Alesha disini?" tanya Alaric.
"Kenapa kamu cari Alesha, dia uda pergi jauh banget dari kota ini" ucap Putti ketus.
Alaric terus memaksa Putti mengatakan keberadaan Alesha namun Putti tidak memberitahu.
"Ngapain kamu cari Alesha, kamu uda punya istri dan pastinya Alesha cuma untuk muasin nafsu kamu doang, selebihnya kamu akan kembali ke istri kamu" ucap Putti.
Pusing melihat Putti yang terus berbicara acuh, Alaric pun pergi...
__ADS_1
Ia kembali kerumah dan terus memikirkan Alesha...
Dalam hatinya sebenarnya Alaric tidak ingin kehilangan Alesha, ia merasa nyaman ketika bersama Alesha.
Ia berfikir tidak lagi akan memaksa Rinda untuk mempertahankan rumah tangga mereka.
Karna ia baru menyadari ketulusan cinta Alesha yang selalu menuruti keinginannya selama ini.
Alaric menyesali hal yang sudah terjadi.
Perasaannya terus tidak tenang memikirkan Alesha...
Kali ini jika Alesha kembali Alaric berjanji pada dirinya sendiri tidak akan lagi menyia-nyiakan Alesha.
Malam itu juga Alaric mengirim pesan ke Rinda dan membiarkan Rinda menggugat perceraian...
Alaric mulai terasa sekali dengan kepergian Alesha menghilang darinya.
"Mungkin selama ini Alesha ngerasain kesepian seperti yang aku rasain saat ini" dalam hati Alaric.
Alaric terus merasa bersalah dengan sikapnya selama ini, ia menyia-nyiakan wanita yang benar-benar mencintainya.
Malam ini Alaric akan ke club...
Sampai di club Alaric melihat Jefkha, Putti dan yang lainnya. Namun tidak terlihat ada Alesha disana.
Jefkha mendekati Alaric dan memintanya menunggu di lobi karna akan membicarakan sesuatu.
"Sepertinya uda jelas kalau kamu gak ada perasaan dengan Alesha" ucap Jefkha.
Alaric diam...
Jefkha mengatakan bahwa Alaric adalah lelaki beruntung karna Alesha sangat mencintainya.
"Selama ini aku gak bisa ngungkapin perasaanku karna tau kalau Alesha cinta banget sama kamu, tapi sekarang setrlah aku juga tau semuanya aku akan ungkapin perasaanku ke Alesha" Jefkha menaikan alisnya.
Alaric memohon pada Jefkha untuk tidak mengambil kesempatan disaat seperti ini, karna bisa saja Alesha langsung menerima ungkapan cinta dari Jefkha disaat situasi hatinya sedang jatuh.
"Aku nyesel banget uda buat Alesha seperti ini, aku menaruh hati dengan orang yang salah" ucap Alaric.
Alaric mengatakan bahwa dirinya menerima perceraian yang diminta istrinya...
Itu semua ia lakukan karna ingin menebus kesalahannya dan melanjutkan hidup dengan Alesha.
"Besok aku akan kerumah ibu Alesha" ucap Alaric.
"Yah... semoga Alesha berada dirumah" Jefkha mengangguk.
Keesokan paginya...
Alaric bergegas kerumah ibu Alesha dan menanyakan keberadaan Alesha. Namun jawaban ibu Alesha masih sama, mengatakan bahwa Alesha bekerja diluar kota.
Alaric langsung menempuh perjalanan keluar kota menemui Naya, namun sampai disana Naya juga tidak mengetahui keberadaan Alesha.
Alaric sangat putus asa, ia benar-benar menyesali perbuatannya. Ia merasa kehilangan sosok wanita yang menghargai dan menyayanginya.
"Aarggghhh..." Alaric memukul stir mobilnya.
Disisi lain...
Jefkha dan teman-teman lain pergi ke rumah duka Willy.
__ADS_1
Willy meninggal karena overdosis ekstasi saat pesta perayaan ulang tahun temannya. Saat itu Putti dan yang lain tidak ikut bergabung dengan Willy.
Alesha sendiri tidak ikut ke rumah duka Willy, karena ia tidak ingin dirinya bertemu dengan Alaric nantinya. Semenjak kejadian itu, Alesha terus tinggal bersama Thewiq karna untuk menghindari pertemuannya dengan Alaric.