
Hari ini Alaric dan Alesha akan pergi keklinik untuk menemui dokter kandungan, mereka berencana akan melakukan USG.
Selesai itu, Alesha ke toilet dan Alaric menunggu di parkiran mobil.
Saat Alaric berada diparkiran, ia disapa oleh Rinda...
Alaric pun terkejut melihat Rinda berada di klinik tersebut.
"Kamu ngapain?" tanya Alaric.
"Aku lagi promil" jawab Rinda.
Saat itu mantan kekasih Rinda yang saat ini sudah menjadi suaminya tidak terlihat karna sedang menemui temannya yang bekerja di klinik tersebut.
"Kamu ngapain?" tanya Rinda.
"Aku nemeni istriku cek kandungan" jawab Alaric.
Rinda tidak tau bahwa istri Alaric adalah Alesha wanita yang menjadi selingkuhannya selama ini. Alaric sengaja menyembunyikannya karna tidak ingin Rinda mengetahui hal tersebut.
Alaric tidak ingin Rinda menganggap Alesha wanita tidak baik karna sudah mencintai suami orang pada saat itu.
"Wah... bisa secepat itu ya" ucap Rinda.
Alaric pun hanya tersenyum mendengar ucapan Rinda.
Saat sedang asyik mengobrol, Alesha yang menuju parkiran pun melihat Alaric dan Rinda asyik mengobrol.
Alesha menatap serius ke arah Rinda dan Alaric sampai pada akhirnya Alaric menyadari bahwa Alesha memperhatikannya dan Alesha pun berbalik arah.
Menyadari hal tersebut, Alaric bergegas mengejar Alesha dan meninggalkan Rinda.
"Alesha..." teriak Alaric.
Alesha tidak memperdulikan panggilan Alaric...
Perasaan Alesha pun tersulut rasa emosi yang tidak lagi bisa ia kendalikan, ia terus berjalan cepat meninggalkan Alaric.
Melihat taxi berada disebrang jalan, Alesha pun menyebrangi jalan tanpa melihat sisi kanan dan kiri yang dimana Alesha tertabrak pengendara motor yang sedang melaju.
Braakkkkk...
Suara motor yang menabrak Alesha terjatuh dan menabrak pembatas jalan.
Alesha pun terlempar dan menimpahi motor yang terparkir di pinggir jalan.
Alaric berlari ke arah Alesha yang sudah tidak sadarkan diri dan terluka, ia langsung menggendong Alesha masuk kembali ke klinik.
Alesha pun mengalami pendarahan hebat karna kecelakaan itu, terdapat luka robek ditelapak tangannya yang harus mendapatkan beberapa jahitan dan juga bagian sikunya yang juga terdapat luka.
Alaric pun memberitahu ibu Alesha tentang hal tersebut, sontak ibu Alesha pun kaget dan bergegas menuju klinik bersama Lilac.
Dering ponsel Alesha, panggilan dari Putti.
Alaric pun menjawab panggilan tersebut...
"Halo..." ucap Alaric.
"Mana Alesha?" tanya Putti.
__ADS_1
Alaric pun memberitahu pada Putti bahwa Alesha mengalami kecelakaan dan berada diklinik saat ini.
"Aku kesana sekarang" ucap Putti dan memutus panggilannya.
Alaric duduk terdiam sambil menunggu dokter yang masih menangani Alesha, ia sangat khawatir dengan keadaan Alesha dan calon bayi mereka.
"Ric... bagaimana keadaan Alesha" ucap ibu Alesha yang baru saja datang.
"Dokter masih nangani Alesha bu" ucap Alaric pelan.
Alaric menahan air matanya, ia akan merasa semangkin bersalah jika sesuatu hal terjadi pada Alesha.
"Ini semua gara-gara aku" dalam hati Alaric.
Dua jam berlalu...
Dokter pun keluar dari ruangan...
"Disini ada suami Ny. Alesha?" tanya dokter.
"Saya dok" jawab Alaric.
Dokter mengatakan bahwa janin yang ada dikandungan Alesha tidak bisa diselamatkan karna benturan yang sangat hebat yang membuatnya pendarahan, dan sampai saat ini Alesha masih belum sadarkan diri.
"Luka robek ditelapak tangan kanan Ny. Alesha terdapat lima belas jahitan" ucap dokter.
Dokter pun mempersilahkan keluarga Alesha untuk masuk menjenguk Alesha.
Alaric pun tidak dapat menahan air matanya melihat kondisi Alesha saat ini, begitu juga dengan ibu Alesha dan Lilac yang ikut menangis.
"Maafin aku sayang" ucap Alaric.
Beberapa jam kemudian Alesha tersadar...
Ibu Alesha dan Lilac sedang berada diluar klinik membeli buah dan roti.
Alesha masih merasakan ngilu diperutnya sehingga ia sulit untuk bergerak.
Kemudian Jefkha dan Putti datang...
"Alesha... bagaimana keadaan kamu?" tanya Jefkha.
"Sakit semua sih" raut wajah Alesha yang menahan sakit.
Alaric pun terbangun mendengar suara Jefkha...
"Jef... kamu dari tadi?" tanya Alaric.
"Baru aja kok" jawab Jefkha.
Alaric beranjak dari sofa dan duduk dikursi sebelah Alesha.
"Sayang..." ucap Alaric.
Alesha pun memalingkan wajahnya dari Alaric.
Melihat Alesha dan Alaric yang terlihat tidak baik-baik saja pun membuat Jefkha tanda tanya.
"Jef... aku mau ngobrol" ucap Alaric.
__ADS_1
Putti pun menemani Alesha diruangan...
Karna melihat kondisi Alesha yang tidak baik, Putti pun tidak ingin banyak bertanya.
Diluar ruangan...
Alaric memberitahu pada Jefkha tentang kronologi yang terjadi tadi yang membuat Alesha tertabrak pemotor.
"Kamu bisa lihat dong, berati Alesha masih cinta sama kamu, karna itu dia cemburu" ucap Jefkha.
Alaric mengerutkan keningnya...
"Kalau Alesha benci sama kamu, dia pasti cuek dan gak cemburu lihat kamu sama Rinda" ucap Jefkha lagi.
Jefkha mengatakan pada Alaric bahwa Alesha bersikap seperti itu karna dirinya juga tidak ingin tersakiti lagi.
Walaupun dalam hatinya masih sangat mencintai Alaric, namun ia belum sepenuhnya percaya dengan Alaric.
"Aku bingung harus ngomong apa, Alesha keguguran" ucap Alaric.
Jefkha pun kaget mendengar hal tersebut...
Jefkha menyarankan pada Alaric bahwa untuk mengatakan hal tersebut harus menunggu sampai kondisi Alesha lebih baik.
Alaric pun memberitahu akan hal itu pada ibu Alesha yang baru saja kembali.
Ibu Alesha pun setuju dengan saran dari Jefkha.
Jefkha pun masuk kembali keruangan, disusul dengan Alaric yang kembali duduk disebelah Alesha.
Alaric menciumi pipi Alesha, namun terlihat Alesha yang mencoba menghindar dengan cara menggeser kepalanya.
"Jangan buat ibu bertanya-tanya dong, ibu lihat loh" ucap Alaric pelan.
Mendengar itu Alesha melirik sinis Alaric.
"Dengan melihat sikap kamu tadi aku semangkin yakin kalau kamu masih sayang sama aku" bisik Alaric.
Alesha memalingkan wajahnya dari Alaric...
Alaric pun dengan pelan menceritakan pertemuannya tadi dengan Rinda yang tidak disengaja, yang dimana Rinda juga sedang bersama suaminya melakukan promil diklinik tersebut.
Air mata Alesha menetes mendengar hal tersebut. Dalam hatinya merasa sangat cemburu dan sakit hati melihat Alaric bersama Rinda.
Karna tidak bisa menahan tangisnya Alesha pun menangis sesegukan.
"Nyesel aku kenal dan menikah sama kamu" ucap Alesha pelan.
Alaric hanya terdiam mendengar ucapan Alesha, ia pun beranjak dari kursi dan duduk disebelah Putti.
Melihat Alesha menangis, Jefkha pun mendekatinya...
"Kenapa?" tanya Jefkha.
Alesha menggelengkan kepala...
"Mau sampai kapan kamu lawan hati kamu, aku tau kamu masih sayang sama Alaric. Aku yakin Alaric nyesel uda perlakuin kamu seperti itu, dan sekarang dia bener-bener mau nebus kesalahannya" ucap Jefkha.
"Ah... gak butuh lagi" ucap Alesha.
__ADS_1
"Yah... teserah kamu aja" ucap Jefkha.
Karna Putti akan bertemu dengan Tommy diluar, Jefkha dan Putti pun pamit untuk pulang.