
Hari demi hari terus berlalu...
Sikap Alaric masih saja sama suka menghilang tiba-tiba dan tidak memberi kabar. Itu karena ia sedang bersama istrinya dan mencoba memperbaiki hubungan mereka yang dingin.
Alaric dan istrinya mereka akan pergi liburan kerumah keluarga mereka diluar kota selama satu bulan.
Selama itu Alaric tidak pernah memberi kabar pada Alesha.
Alesha terus mencoba menghubungi Alaric namun tidak pernah tersambung.
Keuangan Alesha juga sudah sangat menipis, ia mencoba menghubungi Naya dan akan segera berangkat keluar kota untuk bekerja bersama Naya.
Naya mengirimkan sejumlah uang untuk Alesha berangkat keluar kota.
Alesha memberitahukan hal tersebut pada Putti bahwa dirinya akan mulai bekerja lusa.
Sampai dirumah Naya...
Alesha beristirahat dan malam ini Naya akan memberitahukan lokasi dimana Alesha harus bekerja nantinya.
Alesha bekerja di Billiard yang dimana tempat tersebut dipenuhi lelaki hidung belang, dan ia akan bekerja mulai besok malam.
Awalnya Alesha masih canggung dan kaku berada ditempat kerjanya saat ini, namun baru beberapa hari saja Alesha sudah terbiasa dengan suasana yang baru.
Sambil bekerja ia masih terus mengingat Alaric, dirinya sangat merindukan Alaric.
Tapi dengan apa yang sudah Alaric lakukan saat ini membuatnya kesal.
Alesha mencoba menenangkan diri dan mengganti nomor ponselnya.
Satu bulan Alesha bekerja ia sudah menerima gaji belasan juta, ia merasa sangat senang dengan pekerjaannya saat ini karna gajinya yang besar.
Alesha menceritakan sosok Alaric pada Naya, seorang lelaki yang ia cintai namun sudah memiliki istri.
Disisi lain...
Alaric mencoba menghubungi Alesha namun tidak tersambung, ia bergegas mendatangi rumahnya namun Alesha tidak ada.
Alaric bertanya pada tetangga, yang dimana tetangga tersebut mengatakan bahwa Alesha sudah pergi sejak satu bulan yang lalu.
Merasa penasaran, Alaric menuju rumah Putti. Dan sampai disana jelas saja sambutan Putti yang sinis mengatakan bahwa Alesha tidak berada dirumahnya.
Putti tidak memberitahukan pada Alaric bahwa saat ini Alesha bekerja diluar kota.
Alaric menuju rumah ibu Alesha dan menanyakan keberadaan Alesha...
"Alesha pamit sama ibu sih kerja tapi gak bilang dimana" ucap ibu Alesha.
Alaric terlihat panik, ia menyesal karna sama sekali tidak memberi kabar saat pergi.
Diperjalanan arah pulang, Alaric masih terus memikirkan Alesha.
Tiba-tiba ia teringat dengan pesan masuk diponsel Alesha saat itu.
Alaric sempat membaca pesan bahwa Naya menawarkan pekerjaan diluar kota.
Alaric sendiri sempat lama tinggal dikota tersebut jadi banyak mengetahui tentang kota itu.
Hari itu juga Alaric bergegas menuju kota tersebut, dan sampi dikota itu pada malam hari.
Alaric beristirahat sejenak dihotel dan kembali mengelilingi tempat Billiard yang ada dikota.
Dan benar saja Alaric melihat Alesha sibuk bekerja...
"Mau diantar pulang?" tanya Alaric.
Alesha melihat kearah sumber suara yang ia kenali, dan ternyata Alaric sudah berdiri bersandar di dinding sambil merokok.
__ADS_1
"Gimana? Uda bisa pulang?" tanya Alaric.
"Aku belum selesai" jawab Alesha cuek.
Alaric pun menunggu sambil bermain Billiard ditempat tersebut...
Pukul 03.00 pagi jam kerja Alesha selesai.
Alesha berjalan keluar lebih dulu dan tidak menegur Alaric yang asyik bermain.
Tapi Alaric langsung melihat Alesha yang bergegas keluar. Alaric pun mengejar Alesha dan menarik tangannya, meminta Alesha untuk masuk ke mobil.
Didalam mobil...
Alesha terus diam tidak mengatakan apapun. Dalam hatinya bercampur aduk ada rindu, dan juga rasa kesal.
Alaric mengajak Alesha kembali kehotel...
Sampai disana Alaric beralasanbahwa dirinya berada diluar kota dan daerah terpencil yang tidak ada jaringan sama sekali disana. Itu sebabnya Alaric belum sempat memberi kabar bahwa dirinya sedang berada diluar kota.
Alesha pun mempercayai ucapan Alaric...
Alaric meminta Alesha untuk stop bekerja dan kembali pulang bersamanya, dengan berat hati Alesha menuruti keinginan Alaric.
Sebelum kembali pulang, Alesha berpamitan pada Naya dan berterima kasih selama ini sudah membantunya. Naya sendiri sebenarnya kecewa dengan keputusan Alesha yang meninggalkan pekerjaan hanya karna lelaki yang belum jelas.
Deg...
Jantung Alesha serasa berhenti berdetak...
Ia teringat bahwa ia belum melakukan injeksi penunda kehamilan saat bercinta dengan Alaric di hotel.
Raut wajah Alesha seketika berubah menjadi panik...
Ia terus memikirkannya dan takut akan dirinya hamil...
"Emh... enggak, aku cuma kecapean" jawab Alesha.
Sampai dirumah...
Alaric mendapat telpon dari ibunya dan memintanya mengantar istrinya kerumah sakit karna demam tinggi.
Belum sempat membuka pintu rumah, Alaric bergegas meninggalkan Alesha.
"Mau kemana?" tanya Alesha.
"Sebentar" jawab Alaric.
Alesha hanya menatap Alaric yang pergi terburu-buru...
Alesha memegangi kepalanya yang pusing melihat sikap Alaric selalu pergi tiba-tiba.
Merasa bosan dirumah sendirian...
Alesha menghubungi Jefkha dan memintanya segera menjemputnya karna dirinya akan mentraktir makan siang Putti, Jefkha dan Reua.
Jefkha pun menjemput Alesha dan mereka bergegas pergi ke sebuah cafe...
Mereka menghabiskan waktu bercanda dan tertawa bersama.
Malamnya mereka berlanjut pergi ke club...
Disana Alesha terlihat sangat happy sekali bisa bergabung kembali dengan Putti.
"Kamu sekarang uda terbisa gak meluk aku lagi" ucap Jefkha.
Alesha tertawa dan memeluk erat Jefkha...
__ADS_1
Jefkha mengelus bahu Alesha.
Dipertengahan waktu Alesha kepala Alesha mulai berat karna meminum alkohol.
Ia duduk disofa karna takut tidak bisa mengontrol dirinya saat berdiri.
Dengan tidak sengaja, Alaric juga datang di club yang sama. Hanya saja Alaric belum melihat Alesha juga berada di club yang sama.
Alaric berdiri didekat meja bar dan mengamati sekeliling...
Tiba-tiba pandangannya mengarah ke salah satu wanita yang duduk disofa...
"Alesha..." dalam hati Alaric.
Merasa penasaran, Alaric mendekatinya...
Dan ternyata benar bahwa Alesha juga berada di club.
"Alesha..." Alaric memegang pipi Alesha yang tertidur di sofa.
"Ric..." Alesha memegang tangan Alaric.
Jefkha terus memperhatikan Alesha dan Alaric...
Alaric membawa Alesha pindah ke sofa yang lain.
"Aku baru tau kamu suka ke club juga" ucap Alaric.
Alesha hanya diam...
Dari kejauhan sesekali Jefkha masih terus memperhatikan Alesha bersama Alaric.
"Pulang yuk!" ucap Alaric.
"Nantilah, kamu minta pulang terus kalau uda pulang ninggalin aku kan" ucap Alesha ketus.
Alaric terdiam mendengar ucapan Alesha dengan nada marah.
Selama menjalin hubungan dengan Alesha tidak pernah sedikit pun Alesha membantah ucapan Alaric.
Oleh karena itu Alaric terkejut dengan ucapan Alesha barusan...
Perasaannya mulai khawatir melihat Alesha yang sudah berani membantah.
"Mungkin Alesha mabuk" dalam hati Alaric.
Alesha beranjak dari sofa dan meninggalkan Alaric...
Alaric mengejar Alesha yang keluar club.
"Ayo pulang" Alaric menarik tangan Alesha dan memaksanya masuk ke mobil.
Sampai dirumah...
Alaric dan Alesha ribut...
"Kamu udah mulai berani ngebantah aku ya" ucap Alaric dengan suara keras.
"Aku capek... teserah kamu aja sekarang" Alesha masuk ke kamar.
Alesha menutup pintu kamar dengan sangat keras, ia membereskan pakaiannya dan memasukannya ke koper.
"Kamu mau kemana?" tanya Alaric.
"Aku mau balik kerumah Putti" jawab Alesha.
Mengetahui hal tersebut Alaric mencoba menahannya dan meminta maaf pada Alesha...
__ADS_1
Karna Alaric terus merayu, Alesha pun luluh kembali...