Terjebak With Mafia Arrogant

Terjebak With Mafia Arrogant
Bab 10


__ADS_3

Ethan berjalan menuju walk in closet, tanpa menghiraukan Liona yang terus menatapnya. Setelah menaruh barang yang melekat di tubuhnya, dia keluar menuju kamar mandi, setelah selsai dengan urusan kamar mandi Ethan dengan acuh keluar menuju lemari mengambil pakaian lalu memakainya.


Ada apa dengannya, tidak biasanya dia seperti itu, apakah dia ada masalah. Batin Liona.


Tidak sedetik terlewatkan oleh penglihatan Liona. Ethan berjalan ke arah Liona, dan duduk disamping Gadis itu. Dilihatnya kaki Liona yang sudah agak membaik.


"Apakah itu masi sakit?" tanya Ethan sambil menunjuk kaki Liona.


"Eh.. Itu sudah agak membaik Tuan." jawab Liona kikuk.


"Sebaiknya jangan di paksa untuk berjalan!"


Liona tidak menjawab dia hanya bergeming.


"Apa yang kau pikirkan? Jika kau berpikir untuk bisa kabur dari sini! maka bermimpilah. Aku tidak akan segan-segan untuk menjual mu dan memutalasi tubuhmu!" ancam Ethan.


Liona yang mendengar ancaman Ethan langsung membelalakan matanya.


"Saya tidak ada pikiran untuk kabur Tuan, jadi Aku mohon jangan jual aku." jawab Liona ketakutan.


Hm.. Bagus itu lebih baik, karna sekarang nyawamu sedang menjadi incaran, Aku yakin dia sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan ku kembali, kita lihat saja, siapa yang akan hancur! Ucap Ethan dalam hati.


Ethan beranjak dari duduknya, berjalan keluar menuju pantry, di bukanya kulkas dan di ambilnya sekaleng vodka, Lalu beranjak duduk di kursi yang tersedia di pantry. Tesssttt... Suara kaleng vodka yang terbuka, di minumnya langsung tanpa dipindahkan dulu ke dalam gelas.


"Tuan. Apakah anda butuh sesuatu?" tanya Ella dari belakang.


Ethan yang mendengar sura Ella yang tiba-tiba terlonjak kaget. "Kau....." ketus Ethan sambil melototkan matanya.


Ella yang melihat itupun langsung menunduk ketakutan. "Maaf tuan. Saya tidak sengaja"


"Sudahlah, siapa namamu?" tanya Ethan.


"Ella tuan" jawab Ella.


"Buatkan Aku makanan!"


"Baik tuan." Sambil mengaggukan kepala.


Ethan berlalu dari sana menuju ruang makan. Lima belas menit, makanan telah siap di sajikan, sebuah Beef stroganoff merupakan makanan yang terbuat dari potongan daging sapi, lalu ditaburi tepung ringan yang sebelumnya telah ditumis dan dimasak dengan saus sederhana.


"Apakah gadis itu sudah makan?" tanya Ethan.


"Sudah tuan" jawab Ella


Ethan langsung memakan makananya dalam diam setelah habis Ethan lalu beranjak dari sana, dia pergi ke ruang kerjanya. Suara dering ponsel mengalihkan perhatiannya, di raihnya ponsel itu dan dilihatnya siapa yang menelpon.

__ADS_1


"Hm.."


"Halo tuan, barang yang kita kirim ke Mr.Blade sudah terkirim dan sudah diterima." ucap Boston.


"Bagus, bagaimana? Apakah kau sudah tau, siapa yang memata-matai ku akhir-akhir ini?" tanya Ethan.


"Ya Tuan, dugaan anda benar, yang mengirim mata-mata dan yang menyerang anda pada waktu itu adalah kiriman dari tuan James," jawab Boston.


"Rupanya dia mulai bergerak, sekarang dia akan mengincar gadis pelayan itu!" seru Ethan.


"Apakah yang anda maksud nona Liona tuan?" ucap Boston dengan ragu.


"Ya. kirim anak buahmu untuk manjaga Apartemen ku, jangan biarkan sembarang orang masuk." perintah Ethan.


"Apakah karna Nona Liona mirip dengan Nona Ve-"


"Tidak, jangan pernah menyebut nama wanita itu!" potong Ethan lalu mematikan telpon nya.


Ethan mengetatkan rahangnya, dadanya bergerumuh saat Boston menyebut nama wanita yang sangat dibenci sekaligus di cintainya itu. Ethan menghembuskan nafas di udara setelah dirasa amarahnya menghilang, dia lalu berbalik keluar dari sana dan menuju kamarnya.


Klek.. Suara pintu terbuka, di lihatnya Liona yang menatap keluar jendela, gadis itu tidak mendengar suara pintu itu terbuka, dia terlalu hanyut dalam lamunannya.


Ethan mendekat dan berucap "Sedang apa?"


Mendengar suara Ethan, Liona terlonjak kaget. "Tuan, sejak kapan anda di situ?" bukannya menjawab, Liona malah melemparkan pertanyaan.


"Ahh maaf tuan, saya tidak mendengarkan anda masuk."


"Ini sudah waktunya makan malam, apa kau akan tetap disini?"


Sebelum Liona menjawab, terdengar ketukan pintu.


Tok


Tok


Tok


"Masuukkk!!"


Ella masuk sambil membawa nampan yang berisi makanan. "Nona waktunya anda makan" ucap Ella yang tidak menyebut nama Liona Karna ada Ethan.


"Apa yang kau bawa itu?" tanya Ethan.


"Saya membawa penekuk (Blini) dan sup tuan." jawab Ella.

__ADS_1


"Makanlah, aku akan keluar kemungkinan aku tidak pulang Malam ini." setelah mengatakan itu, Ethan keluar dari sana.


......................


"Halo Dad, Anakmu itu tidak pulang, dia membiarkan mommy disini sendirian, dan apa kau tau Dad, anak nakal mu itu membawa seorang wanita untuk tinggal di Apartemennya!" seru Emma yang mengadu ke suaminya.


"Dia juga anakmu sayang, apa kamu tidak menelpon Anak nakal itu?" tanya Mr.Dean.


"Tidak Dad. Pokoknya besok Mommy akan ke apartemen anak nakal itu, Mommy mau lihat wanita seperti apa yang di bawa tinggal bersamanya.


"Sayang ingat siapapun wanita itu kamu tidak boleh menjudgenya, terima pilihannya, biarkan dia bahagia dengan pilihannya, jangan sampai kejadian yang sudah berlalu terulang kembali, apa kamu mengerti sayang," ucap Mr.Dean panjang lebar.


"Iya Dad apapun pilihan Ethan Mommy Akan terima. Dad kapan Daddy pulang? Mommy sangat merindukanmu." ucapnya malu-malu.


"Ha ha ha apa aku tidak salah dengar sayang?" tawa Mr.Dean diseberang sana.


"huh. Tidak ada!" tukas Emma sambil mendengus sebal.


"Ohh.. Sayangku, seandainya pekerjaan ku sudah selsai, aku akan langsung terbang ke Russia, aku pun sama sayang sangat merindukan mu."


"Ahh Daddy. Mommy jadi tidak sabar menunggumu untuk pulang" sambil menggigit ujung bantal sofa yang dipeluk.


Ukhuuukk ekheeeemmm...


Ethan yang baru tiba langsung berdehem keras saat mendengar Ibunya berkelakuan seperti anak remaja.


Emma yang mendengar deheman Ethan langsung terlonjak kaget, di lemparnya bantal yang dipeluknya.


"Anak nakal! Kau ingat untuk pulang! Kau ingat punya Rumah Hah!" seru Emma jengkel terhadap anaknya.


Ethan berjalan ke arah Ibunya, dipeluk dan di cium pipi kiri dan kanan.


"Muuaahh muaahh Sorry Mom" sambil melepaskan pelukannya.


"Heei.. Anak begundal jangan kau Cium Istriku!" teriaknya dalam telpon, karna telpon yang mode Laodspeaker jadi Ethan bisa mendengar suara Daddynya.


"Sorry Dad Mommy adalah milikku untuk saat ini," memanas-manasi Daddynya.


"Awas kau jika Daddy pulang, Daddy akan memotong jonimu itu!" seru Mr.Dean dengan kesal.


Ethan yang mendengar seruan Daddynya yang akan memtong si joni langsung membekapnya sambil meringis.


"Bercandamu tidak lucu Dad, bagamana nanti kalau aku tidak bisa memberikanmu seorang cucu?" balas Ethan.


"Heh apa Daddy tidak salah dengar! memberikan seorang cucu? Sedangkan kau saja tidak mau menikah!" telak Mr.Dean.

__ADS_1


"Dad.."


"Sampai kapan? Hm.. Sampai kapan kau akan terjebak sama masa lalu, itu sudah lama berlalu!" lanjut Mr.Dean.


__ADS_2