
Ethan pun berlalu dengan membanting pintu kamar mandi dengan keras. Liona yang melihatnya terlonjak kaget akibat bantingan pintu yang begitu keras.
Oh Astaga bagaimana nasib ku ini, apakah aku bakal di pecat, tidak tidak itukan bukan kesalahan Aku **si**apa suruh dia memelukku. Batin Liona.
Liona yang masi larut dalam pikirannya pun tersadar saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.
Dia langsung melebarkan matanya melotot saat melihat Ethan yang keluar dari kamar mandi, hanya memakai handuk untuk menutupi bagian bawahnya.
"Tuan kenapa tidak memakai baju?" ucap Liona sambil menutup matanya dengan kedua telapa tangannya.
Mataku ternodai astaga itu roti sobeknya dan itu apa yang menonjol dibalik handuknya. Pikiran Liona mulai traveling dengan apa yang di lihatnya.
Timbul pikiran mau mengerjai pelayan restorannya Itu. Sambil berjalan ke arahnya.
"Kenapa apakah kamu tergoda?" ucap Ethan dengan PD nya.
Sambil mengintip disela jarinya."Tidak itu anu kenapa Anda kesini?" saking gugupnya.
"Kenapa memangnya hm?" semakin menjadi aja Ethan ingin menggoda Liona.
"Anu Tuan itu ada kotoran di hidung Anda,"
NGEEEK....
Ethan melototkan matanya, dia langsung berlari menuju lemari dan melihat Apakah benar ada kotoran di hidungnya.
"Pelayan sialan!" umpat Ethan karna dikerjai oleh Liona.
Liona yang mendengar umpatan Ethan langsung berlari ke kamar mandi, karna tidak hati-hati Liona jatuh terpeleset didalam kamar mandi.
"Aaaaaaaahhhh..." teriak Liona.
Mendengar Liona yang berteriak begitu kencang Ethan langsung berlari masuk ke kamar mandi. Dilihatnya Liona yang terkapar dengan kaki yang di tekuk satu langsung menghampirinya.
"Apa yang kau lakukan disitu?" tanya Ethan.
Liona yang mendengar pertanyaan Ethan tidak menjawab, dia hanya meringis kesakitan. Ethan hendak menggendong Liona, tapi tangan Liona reflek menarik handuk yang dipakai oleh Ethan, handuk itu pun terlepas dari pinggangnya.
"Aaaaaaaaaaaa.... Apa itu kenapa besar sekali!" teriak Liona sambil memejamkan matanya.
Ethan dengan sigap menutupi senjatanya dengan kedua telapak tangan nya.
"Shiiitt..." umpat Ethan sambil merebut handuk dari tangan Liona lalu memakai nya.
"Menyusahkan saja. Cepat bangun!" sambil memapah Liona untuk keluar dari dalam kamar mandi.
"Awww aww ssstt.. Ini sakit sekali Ahhh"
Ethan yang melihat Liona yang kesakitan langsung menggendongnya. Dibaringkannya dengan pelan-pelan karna Liona selalu mendesis kesakitan.
"Aku akan memanggil Dokter untuk memeriksa kaki mu." sambil berlalu untuk memakai pakaiannya, setelahnya Ethan menghubungi dokter keluarganya.
"Hallo. Paman bisakah paman ke markas sekarang?" ucap Ethan.
"Apakah kau terluka Ethan?" tanya Dokter diseberang sana.
"Tidak Paman. Ada seseorang yang jatuh dari kamar mandi kemungkinan kakinya terkilir." jawab Ethan.
"Baiklah Paman akan kesana" setelah mengatakan itu sambungan telpon pun berakhir.
"Hey. Apakah itu sakit?" tanya Ethan.
__ADS_1
Pakai nanyak lagi, udah jelas Aku kesakitan. Hanya bisa membatin.
"Iya Tuan kaki saya rasanya akan bengkak," meskipun begitu Liona tetap menjawab pertanyaan Bossnya.
"Aku sudah menyuruh Paman jayden kesini, tunggulah sebentar lagi."
Selang lima belas menit.
Tok
Tok
Tok
"Masuk," ucap Ethan.
"Siapa yang sakit Ethan?"
"Kenapa Kau yang datang? Dimana paman Jayden?" tanya Ethan.
"Daddy tiba-tiba ada oprasi mendadak makanya aku yang di suruh kesini."
"Cepat periksa Kakinya!" tunjuk Ethan dengan dagunya.
"Wah-wah kau sudah ada kemajuan rupanya. Siapa gadis imut ini?" tanyanya.
"Jangan banyak tanya cepat periksa kakinya!" seru Ethan.
"Hm, Baiklah" sabil mendekat dan memeriksa pergelang kakinya.
"Awww...awww uhhh sakit Dokter." jerit Liona.
"Hallo Nona boleh aku tau Namamu siapa?" tanyanya sambil menyodorkan tangannya untuk berbat tangan.
"Liona" ucapnya sambil menerima uluran tangan sang Dokter.
"Namamu seperti dirimu sama-sama cantik" gombalnya.
"Terimaksih" ucap Liona sambil mmelepaskan tangannya tapi tidak bisa.
"Namaku Aiden sahabat Ethan. Apakah kau kekasihnya Ethan?" tanya Aiden.
Sebelum Liona menjawab Ethan suda melerai tangan mereka yang masih bertaut.
"Sudah selsai silahkan pergi!" ucap Ethan dengan acuh.
"Heyy Dude kau mengusirku?" Seru Aiden.
"Ya cepat pergi dari sini!" usir Ethan.
Setelah mengucapkan itu aiden bangun sambil mendengus kesal, berjalan menuju Ethan sambil berbisik.
"Setelah kau pakai bagi ke aku ya." sambil berlari karna tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Aideeeeennnnnn Sialaaaaannn!!!!" teriak Ethan.
Sontak Liona menutup telinganya karna suara teriakan Ethan begitu menggelegar.
Ethan Lalu keluar dari kamar itu, mencari pelayan untuk membawakan Liona sarapan lebih ke makan siang karna untuk sarapan sudah telat.
Setelahnya Ethan menyuruh salah satu Anak buahnya untuk menebus obat Tidak lupa juga iya menyuruh untuk membeli pakaian wanita.
__ADS_1
Ethan duduk di meja makan untuk memulai sarapan yang lebih ke makan siang.
......................
Tok
Tok
Tok
"Permisi Nona. Sarapan anda. " setelah memerima sarapannya pelayan itu pun pamit undur.
Liona memakan makanannya dengan diam.
Ethan masuk sambil membawa plastik yang berisi obat untuk Liona dan satunya lagi pakaian ganti.
"Minumlah dan ini ganti pakaianmu." ucap Ethan.
"Terimaksih Tuan" ucap Liona dengan tulus.
"Hm."
Liona membuka bungkusan obat itu dan meminumnya setelahnya Liona berniat ke kamar mandi untuk membersihkan diri karna semalam setelah makan malam dia langsung teridur dan tidak sempat membersihkan tubuhnya.
Saat Akan menuruni kakinya ke lantai Ethan pun dengan sigap menahan tubuhnya.
"Apa yang Kau lakukan! kau tidak mendengar apa yang di katakan oleh Aiden, kalau kakimu tidak boleh bergerak apalagi dibuat berjalan!"
"Tapi Saya hanya ingin ke kamar mandi untuk membersihkan badan saya Tuan," ucap Liona.
"ck." sambil membopong Liona menuju kamar mandi. Diletakkannya Liona diatas closed dan dengan cekatan Ethan mengisi air di bathup, setelah full Ethan berbalik Dan menyuruh Liona untuk membuka pakaian nya.
"Bisakah anda keluar Tuan? Saya bisa melakukannya sendiri," karna tidak mungkin dia akan membiarkan Ethan melihat tubuhnya.
"Baiklah jika Kau membutuhkan sesuatu panggil Aku," Setelah mengucapkan itu Ethan lalu keluar dari kamar mandi.
Setelah Ethan keluar, dia pun langsung membersihkan diri.
Di luar Ethan duduk di sofa memainkan ponselnya sambil menunggu Liona selsai mandi. Ponselnya berdering pertanda ada yang nelpon, setelah melihat siapa yang menelpon dia langsung menjawabnya.
"Ya"
"............."
"Aku Akan segera kesana" lalu mematikan ponselnya.
Dilihatnya jam dipergelangan tangannya sudah memasuki jam dua siang.
"Ck. Lama sekali dia, apa yang dilakukannya didalam? Apakah Dia tidur?" berjalan menuju pintu kamar mandi lalu mengetuk pintunya dengan cukup kuat.
Tok
Tok
Tok
"Apa yang kau lakukan didalam!" hening tidak ada jawaban.
Lagi diketuknya pintu itu dan meneriakinya dengan cukup keras.
"Hey pelayan apa kau tidak dengar, apaa yang kau lakukan." teriaknya sambil menggedor pintu itu.
__ADS_1