Terjebak With Mafia Arrogant

Terjebak With Mafia Arrogant
Bab 15


__ADS_3

Liona masi bergeming, Emma yang melihat itu membuka suara.


"Makanlah jangan sungkan" Ucap Emma yang mengerti akan kecanggungan yang dirasa oleh Liona.


Mereka pun makan dengan diam,setelah selsai Emma membuka pembicaraan.


""Ethan Mommy ingin berbicara berdua dengan Liona" Pinta Emma.


"Mom.." Ethan yang tidak setuju ingin protes, tapi melihat tatapan Ibunya yang tidak ingin dibantah hanya bisa mengiyakan.


"Baiklah" Ucap Ethan beranjak dari sana lalu pergi ke ruang kerjanya.


Setelah Ethan pergi, kini tinggalah mereka berdua di meja makan. Dilihatnya Liona yang hanya diam sambil menundukan kepalanya, Emma pun menghela nafas sebelum berbicara.


"Siapa namamu,?" Meski sudah tau tetap ditanyakan.


"Liona Nyonya" Jawabnya.


"Berapa umurmu,?" Mode intro.


"20 tahun Nyonya" Jawab Liona lagi.


Hm..ternyata masi muda, Dulu Vellina berumur 23 thun kalau dihitung sekarang umunya sudah 28 thun.


Ditatapnya penampilan Liona yang begitu sederhana, yang tidak kalah cantik dari Vellina, Sebaliknya Vellina sangat menyukai barang-barang mewah ditubuhnya tiada hari tanpa barang mewah Dia yang begitu ceria dan juga sangat cerewet yang mana membuat hidup Ethan selalu berwarna akan keceriaan Gadis itu. Tapi itu dulu sebelum gadis itu mengkhianati Ethan dengan sahabat dekatnya. Semua hancur, acara pernikahan yang tinggal menghitung hari,persahabatan,cinta,serta persahabatan orang tua Ethan dengan orang tua sahabatnya ikut hancur. Mengingat itu mata Emma berkaca-kaca, tidak ingin terbawa suasana Emma pun lanjut mengintrogasi Liona.


"Dimana tempat tinggal mu dan kenapa kamu bisa terjebak bersama Putraku,?" Tanya Emma.


"Saya berasal dari kota kecil yang bernama Vyatskoye dan kalau saya tidak menurut perkataan Tuan Ethan saya akan dijual olehnya" Jawab Liona dengan kepolosannya.


Emma yang mendengar jawaban terakhir Liona langsung tersedak saat minum jus.


Ukhuuk..ukhuuk..ukhhuuk...


"Apa kamu bilang, Ethan akan menjualmu,?" Tanya nya lebih pasti mungkin pendengarannya bermasalah.


"Iya Nyonya jika saya kabur saya akan dijual lalu dimutalasi dan organ saya akan dijual"


"Lalu kamu percaya" Ucap Emma.


Liona pun menganggukan kepalanya.


"Iya Nyonya Saya tidak mau mati muda,Saya masi ingin hidup" Emma yang mendengar ucapan Liona langsung menepuk keningnya.


Benar-benar polos. Ucapnya dalam hati.


Setelah mengatakan itu Emma beranjak dari duduknya,tidak mengucapkan sepatah katapun Emma berjalan ke arah ruang kerja Anaknya, Liona yang melihat itu hanya diam.


Saat masuk dilihatnya Ethan yang sedang meminum wine dengan gaya Arrogant nya, Lalu buk..bukk..bukk.. Bantal sofa melayang di kepala Ethan sehingga Ethan yang akan menegak winenya tumpah di bajunya.


"Mom,,Apa-apaan ini!!!" Teriak Ethan yang terkejut.


"Berani kau mengeraskan suara dihadapan Mommy!!" Seru Emma tak kalah nyaring suaranya.

__ADS_1


"Maaf Mom Ethan tidak sengaja,Ethan hanya terkejut tadi" Cicit Ethan dengan nyali yang menciut.


"Dasar Anak nakal bisa-bisanya Kau menakuti Anak polos itu dengan ancaman murahan mu itu" Omel Emma.


"Menakuti,mengancam,anak polos, Maksud Mommy apa,?" Tanya Ethan yang tidak mengerti.


"Jangan pura-pura bodoh Ethan Lawrence!!! kau mengancam Liona agar Dia bisa tinggal bersamamu,dan Kau juga menjeratnya dengan ancaman murahan mu itu ckckck" Emma tak habis pikir akan kelakuan Anaknya.


Ethan langsung paham apa yang dimaksud oleh Ibunya.


"Mom Aku melakukan itu untuk melindunginya karna nyawanya sekarang dalam bahaya" Ucap Ethan.


"Kalau begitu nikahi Dia" Telak Emma.


"Mom tidak segampang itu"


"Tapi kamu mau bukan,?" Tanya Emma.


Ethan hanya diam tidak menjawab.


"Kalau begitu lepaskan Dia kembalikan Dia ke kotanya" Ancam Emma.


"Tidak!!! Aku tidak akan membiarkannya pergi dari sisiku" Ucap Ethan.


"Kau tidak mau melepaskannya tapi tidak mau menikahinya ckckck Apa kau akan menjeratnya tanpa hubungan yang jelas Ethan,!!?"


Hening tidak ada jawaban.


"Mommy sendiri yang akan memulangkan Liona" Saat akan membuka pintu terdengar suara lantang Ethan.


"Aku akan menikahinya"


Emma tersenyum lalu membuka pintu dan keluar mencari keberadaan Liona.


"Ella dimana Liona,?"


"Ada dikamarnya Nyonya" ucap Ella.


Emma berlalu dari sana dan masuk ke kamar anaknya. Dilihat Liona yang sedang duduk disofa dekat jendela sambil memandang ke arah luar.


"Ekheem," Emma berdehem.


"Nyonya" Ucap Liona saat melihat Emma masuk dan berjalan ke arahnya.


"Apa boleh Aku bertanya,?" Ucap Emma yang duduk disamping Liona.


"Boleh Nyonya" Sambil memaksakan senyumnya sungguh dia begitu canggung .


"Jangan panggil Aku Nyonya panggil Aku Mommy" Sambil tersenyum lembut.


Liona yang mendengar itu terharu matanya berkaca-kaca.


"Kenapa,?" Tanya Emma sambil mengelus rambut gadis itu.

__ADS_1


"Tidak Nyo- hm Mom" Ucap Liona, Airmata yang ditahan pun tumpah.


"Kenapa menangis" Ucap Emma sambil melepaskan kacamata dan mengusap pipi Liona yang berlinang Airmata. Dilakukan seperti itu Semakin banjir Air matanya.


Emma pun memeluk Liona dan menepuk pundaknya untuk menenangkannya.


"Kamu bisa cerita sama Mommy,biar bisa mengurangi beban kamu" Ucapnya lembut.


Sambil sesegukan Liona menceritakan kisah hidupnya.


"Dari kecil Saya selalu dipukul sama Ibu saya dan mengatakan bahwa saya anak sial yang tidak di inginkan, setiap saya memanggilnya Ibu Dia akan marah memukul saya dan mengurung saya digudang,katanya setiap melihat mata saya dia selalu teringat sama ayah saya dan itu membuat dia murka dan berakhir menyiksa saya" Ucapnya sambil berderai airmata.


Emma yang mendengarnya pun langsung memeluk Gadis itu. setelah beberapa saat Emma melepaskan pelukannya.


"Terus dimana Ibu kamu sekarang,?" Tanya Emma.


"Saat Saya berumur 15thun Ibu melakukan bunuh diri dengan meminum obat yang begitu banyak"


"Lalu dimana Ayahmu?"


"Saya tidak tahu, karna setiap saya tanya nama Ayah,Ibu selalu mengamuk dan berakhir memukul Saya" Jawabnya sambil sesegukan.


"Setelah Ibumu meninggal Kamu tinggal sama siapa,?" Tanya Emma lagi.


"Sama nenek,"


"Lalu nenekmu sekarang dimana,?"


"Dia sudah meninggal 1thun yang lalu, Makanya saya ke kota mencari pekerjaan"


Malang sekali nasib gadis ini.


"Sayang sekarang kamu sudah mempunyai Mommy,jangan bersedih lagi" Ucapnya sambil menggenggam tangan Liona.


Liona yang masi sesegukan memaksa untuk tersenyum.


"Sekarang Mommy tanya sama Kamu,?" sambil menatap mata Liona.


Liona hanya diam dan menatap Emma,mendengar kelanjutan ucapannya.


"Maukah Kamu menikah dengan Ethan,?"


Mata Liona melebar saat mendengar ucapan Emma.


"Apa..menikah"


"Iya Kamu mau kan menikah dengan Ethan,?" Tanya Emma lagi.


Liona bingung harus menjawab apa.


"Mommy tidak memaksa mu sayang tapi pikirkanlah baik baik" Setelah mengatakan itu Emma beranjak dari sana lalu keluar,saat membuka pintu Emma melihat Ethan yang berdiri di ambang pintu.


Ethan yang ketahuan hanya mengusap tengkuknya.

__ADS_1


__ADS_2