
Setelah mereka memakai pakaian lengkap Liona hanya duduk di sofa karna untuk berjalan masi terasa perih.
Ethan menuju ranjang untuk mengambil ponselnya, Saat menyibak selimut dilihatnya di bad cover ada darah yang mengering disana, Melihat itu Ethan tersenyum. Setelah mendapatkan benda yang di cari Ethan berjalan ke arah sofa dimana Liona yang duduk disana.
"Apa kau bisa bisa berjalan?" Ucap Ethan.
"I-iya" Ucap Liona sambil menundukan pandangannya karna begitu canggung untuk sekedar melihat wajah Ethan.
Ethan yang melihat Liona yang hanya melihat kebawah pun paham kalau saat ini Liona tengah canggung.
"Ayo kita keluar," Ajak Ethan sambil berdiri.
Liona bergeming.
"Apa kau tidak lapar?"
"Aa iya Aku lapar" Lalu berdiri, saat akan berjalan.
"Sssttt.." Desisnya karna merasakan perih saat berjalan.
Ethan yang melihat itu tidak tega,tanpa mengucapkan sepatah kata Ethan membopong tubuh Liona.
"Aaaa" Liona yang terkejut karna di angkat dengan tiba-tiba pun menjerit, Dikalungkannya tangannya di leher Ethan.
Ethan berjalan keluar sambil menggendong Liona Setelah sampai Ethan menurunkan Liona lalu menggeser kursi untuknya, Setelah duduk Ethan mengambilkan Liona makanan Lalu ditaruh piring yang berisi makanan itu di hadapan Liona.
"Makanlah" Ucapnya.
Ethan pun duduk setelah memenuhi piringnya dengan makanan, Mereka makan dengan diam. Setelah selsai Ethan memanggil Ella untuk membersihkan kekacauan yang mereka buat tak lupa Ethan menyuruh Ella mengganti sprai. Lalu Ethan membawa Liona ke Ruang keluarga duduk disana. Liona yang masi canggung hanya bisa diam dan menurut.
"Kita akan menikah,!!" bukan pertanyaan melainkan pernyataan.
Sungguh tidak romantis.
Liona yang mendengar perkataan Ethan mengangkat pandangannya ke arah Ethan,,seakan meminta penjelasan.
"Kita akan menikah setelah Daddy ku pulang dari London" Ucap Ethan yang paham akan tatapan Liona.
"Ta-"
"Tidak ada penolakan" Setelah mengatakan itu Ethan beranjak dari sana siap siap akan pergi.
Liona yang melihat itu hanya diam dan membatin.
Dasar Tuan arrogant ,Aku kan belum bicara main potong aja,dan apa itu tadi dia mengajak menikah seperti menyuruh orang membeli makanan.
"Ingat jangan pernah keluar dari sini,jika kau mendengar suara bel berbunyi langsung hubungi Aku apa Kau mengerti!"
"Iya" Jawab Liona singkat, setelah mengatakan itu Ethan berlalu dari sana.
Setelah Ethan pergi Ella datang menghampiri Liona.
"Eheem," Deheman Ella penuh makna.
__ADS_1
Liona yang melihat itu mengernyit alisnya. "Kau kenapa Ella,?" Tanya Liona.
"Apakah kalian habis?" Sambil menaik turunkan alisnya.
Liona yang mengerti wajahnya langsung memerah. "Jadi kalian bener melakukannya?" Tanya Ella memastikan lagi. Wajah Liona semakin merah padam, sambil menganggukan kepalanya.
Ella yang melihat Liona menganggukan kepalanya menutup mulutnya. "Oh my, gimana-gimana apakah panjang,besar dan tahan lama" Cecar Ella yang mode kepo.
Mendengar pertanyaan Ella, Liona menutup mukanya karna malu mengingat permainan mereka dan bayangan Dia yang selalu mendesah menyebut nama Ethan. "Hei kau kenapa Liona, hayo apa kau lagi membayangkan permainan Tuan Ethan" Ucap Ella semakin menggodanya.
Mendengar Ella yang seperti cenayang membuat Dia gelapagapan. "A-apa yang kau bicarakan Ella, Aku mau istirahat dulu." Ucapnya mengalihkan pembicaraan, lalu beranjak dari sana berjalan menujuju kamarnya. Melihat cara Liona yang berjalan membuatnya ketawa cekikikan.
Liona berbaring di ranjang tempat mereka berbagi keringat, mengingat itu Liona dengan cepat memejamkan matanya karna Dia begitu lelah melayani nafsu Ethan. Tidak berselang lama Liona tertidur dengan pulas.
......................
Sedangkan Ethan pulang kerumahnya, setelah berada diruang tamu Dia berteriak memanggil Ibunya.
"Mooommm" Teriaknya menggema dengan tidak sabaran Ethan berjalan menuju kamar Ibunya, langsung saja Ethan masuk dan melihat Ibunya Sedang membaca buku.
"Mom," Panggilnya.
Mendengar Anaknya memanggil, Emma menutup buku yang dibaca.
"Tumben sekali Kau berada disini" Ucap Emma, Dilihat jam 8:10pm.
"Aku ingin bicara" Ucap Ethan dengan serius.
"Apa yang ingin kau bicarakan"
"Seminggu Maybe, kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Emma.
"No,,Aku ingin menikahi Liona secepatnya"
Emma yang mendengarnya mengembangkan senyum, "Kapan?" Tanya Emma.
"Besok."
Mendengar jawaban Anaknya, membuatnya begitu terkejut,lalu mengambil bantal di sampingnya,mendaratkan bantal itu di bahu Ethan.
"Anak nakal ini bisa tidak membuat Mommy tidak jantungan, kau pikir menikah itu mudah,kita perlu persiapan Baju,hotel,undangan, kau pikir itu tidak membutuhkan waktu" Ucapnya panjang lebar.
"Lalu kapan Mom?"
"1 bulan"
"No,,itu kelamaan"
"Lalu"
"2 hari"
"ETHAN LAWRENCE!!!!"
__ADS_1
"Oke oke Mom 2 minggu" Ucap Ethan telak.
"Hm..Akan Mommy pikirkan"
"Mom..pokoknya Ethan gak mau tau harus 2 minggu"
"Kenapa Kau memaksa,?" Ucap Emma memicingkan mata.
Mendengar pertanyaan Ibunya,mumbuat Dia gelegapan, "Itu,,Bukankah ini permintaan Mommy" Ucapnya gugup.
"Benarkah?"
"Hm, Ethan mau ke markas" Ucap Ethan mengalihakan pertanyaan Ibunya, sambil beranjak keluar dari sana.
"Dasar Anak nakal,akhirnya Dia bisa melupakan masa lalunya" Ucap Emma, sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi Suaminya.
......................
Di perjalanan Ethan berhenti di mini market,membeli rokok dan minuman kaleng,setelah membayar Ethan keluar dari sana dan saat akan membuka pintu ada seseorang yang masuk seketika mereka bertabrakan.
"Maaf Tuan" Ucap pria paruh baya.
"Its oke," Saat Ethan mengangkat wajahnya dilihatnya pria paruh baya itu.
"Mr.Blade" Ucap Ethan.
Mendengar namanya di sebut Mr blade membuka kacamatanya.
"Oh Mr.Lawrence, Sebuah kebetulan kita bertemu disini" Ucap Mr.Blade.
"Sejak kapan Anda berada di Russia?" Tanya Ethan.
"Baru tadi pagi Saya sampai, kebetulan saya tinggal di hotel seberang" Ucap Mr.Blade sambil menunjuk hotel diseberang jalan.
"Senang bertemu dengan Anda Mr.Blade" Ucap Ethan selanjutnya.
"Me too"
"Baiklah Mr.Blade, Saya akan pergi dulu" Pamit Ethan.
"Baiklah Anak muda hati-hati dijalan" Ucap Mr.Blade.
Setelah mengatakan itu Ethan berlalu dari sana memasuki mobilnya dan melaju dengan kecepatan yang sedang, Mr.Blade yang melihat itu dengan penuh arti, lalu Dia melanjutkan masuk ke mini market untuk membeli sebuah rokok. Setelah mendapatkan apa yang Dia ingin kan Dia pun keluar.
"Hallo" Ucap Mr.Blade.
"Hallo Tuan" ucap anak buahnya.
"Aku baru saja bertemu dengannya, Awasi gerak gerik nya jika ada sesuatu yang mencurigakan cepat hubungi Aku.
"Baik Tuan. Lalu sambungan telpon itu terputus.
Lalu Mr.Blade menyebrang jalan untuk kembali ke hotel. Ya. Mr.Blade terbang ke Russia karna ada pekerjaan, tapi siapa yang sangka Dia bertemu dengan Anak seseorang yang dari masa lalunya.
__ADS_1
......................
Setelah sampai di markas,Ethan langsung masuk ke ruang kerjanya dan memeriksa dokumen dokumen transaksi jual beli senjata.