Terjebak With Mafia Arrogant

Terjebak With Mafia Arrogant
Bab 32


__ADS_3

Mereka telah menyelesaikan sarapannya. Tapi Liona tidak mendapatkan apa yang di inginkannya, itu membuat Liona sepanjang jalan acuh kepada suaminya. Ethan yang tidak tahan di acuhkan seperti itu menarik tangan istrinya, membuat tubuhnya menabrak dada bidang suaminya.


"Kau kenapa!" ucap Ethan di sela giginya. Nafasnya memburu.


Liona yang mendengar perkataan suaminya, mendongak menatap suaminya, begitu sebaliknya. Ethan kini menatap mata Liona di balik kaca mata tebal yang di pakai istrinya.


"A-ak-aku tidak apa-apa," Liona terbata-bata. Saat melihat tatapan suaminya yang tajam.


Lalu Ethan melepaskan cekalan tangannya, beralih menggenggam tangan Liona dan membawanya ke toko ice cream. Setelah masuk kedalam toko Ethan menghempaskan tangan Liona dan berkata. "Pilih yang kau inginkan." ucapnya datar.


Liona tidak bergeming, dia hanya menundukan pandangannya sambil meremat ujung bajunya. Melihat istrinya yang tidak beranjak, Ethan berinisiatif memilih ice cream yang di inginkan oleh Liona. Setelah mencari rasa matcha dan mocca Ethan tidak menemukan rasa tersebut.


"Permisi!" kata Ethan kepada pegawai ice cream.


"Ya Sir. Ada yang bisa di bantu?"


"Tolong carikan ice cream rasa matcha dan mocca!"


Lalu pelayan itu mencari rasa yang di sebutkan oleh Ethan. Tidak berselang lama pelayan itu membawa dua cup ice cream dengan rasa yang berbeda.


"Ini Sir. Rasa matcha dan mocca." ucap pegawai toko itu dan menyerahkannya.


Saat Ethan akan menerima ice cream itu, tangannya di pegang oleh Liona. Ethan melihat istrinya seolah mengatakan ada apa?.

__ADS_1


"Aku tidak mau itu!"


"Bukankah kau menginginkan rasa itu?" tanya Ethan.


"Tapi aku tidak mau yang itu,"


Rupanya kesabaran Ethan sedang di uji.


"Lalu, seperti apa yang kau inginkan?"


"Aku maunya yang ada di restoran tadi" ucapnya dengan gugup seraya menundukan kepalanya.


Ethan menarik nafasnya, lalu mengatakan ke pegawai kalau dia tidak jadi membeli. Ethan menarik istrinya membawa kembali ke restoran tadi.


"Mm.. Aku mau topingnya strawberry dan coklat." ucap Liona dengan tersenyum.


Setelah pelayan itu pergi, Ethan menatap istrinya dengan tajam. Liona yang melihat tatapan suaminya menjadi takut dan menundukan kepalanya.


"Awas saja sampai kau sakit dan merepotkan ku! Akan ku lempar kau dari sini!"


Setelah beberapa saat, pelayan datang membawa pesenanya. Liona yang melihat ice cream yang di inginkan, membuat matanya berbinar. Dengan tidak sabaran Liona memakan ice cream itu sehingga membuatnya belepotan.


Melihat cara istrinya makan membuatnya geleng-geleng kepala. "Pelanlah! tidak ada yang akan mengambil ice cream mu!" Ethan mengambil tissue dan mengelap bibir istrinya yang belepotan.

__ADS_1


Liona yang melihat perbuatan suaminya tertegun, lalu dengan cepat Liona mengambil alih tissue itu dan mengelap bibirnya.


"Terimaksih." ucapnya.


Setelah permasalahan ice cream sudah selsai. Kini mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk jalan-jalan.


"Ethan bukan kah itu bagus!" seru Liona, berlari menghampiri kumpulan orang yang sedang membuat patung dari salju.


"Astaga! Bukankah di rusia juga ada seperti itu, kenapa dia kekanakan sekali!" ketus Ethan yang tak habis pikir akan kehebohan istrinya.


Melihat senyum istrinya yang sedang membuat patung, membuat dadanya berdebar, tidak ingin momen itu hilang, dengan cepat Ethan merekam aktivitas yang di lalukan oleh Liona.


Sudut bibir Ethan melengkung samar, hanya dengan memainkan salju membuat senyum Liona tidak pernah surut, sungguh hanya melakukan sesuatu yang sederhana. Jika perempuan di luaran sana menginginkan barang mahal, tapi tidak dengan istrinya.


Terbukti dari ice cream, ah mengingat itu membuat Ethan menyesal telah membentak istrinya.


"Ethan.. Aku sudah selsai." ucapnya sambil menghampiri suaminya.


Dari arah belakang terlihat seseorang dengan sengaja melempar gumpalan salju ke arah Liona. Melihat itu Ethan dengan sigap menarik tubuh Liona, mendekapnya lalu memutar tubuh mereka sehingga gumpalan salju itu mengenai punggung Ethan.


Lagi-lagi kejadian tak terduga terjadi lagi. "Apa kau tidak apa-apa?" tanya Ethan dengan nada khawatir.


Liona hanya menggelengakan kepalanya. Ethan melihat orang yang melempari istrinya itu sudah tidak ada. "Brengsek!"

__ADS_1


__ADS_2