
Pagi harinya, kini sepasang pengantin baru bersiap-siap untuk meninggalkan hotel tempat malam pertama mereka, setelah sebelumnya ada yang mengantarkan mereka pakaian ganti.
"Aku sudah selsai." ucap Liona menghampiri suaminya.
Melihat istrinya yang sudah siap, Ethan beranjak dari duduknya dan berjalan tanpa menjawab perkataan istrinya. Setelah masuk mobil, Ethan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Hm.. Ethan bisakah kita mampir dulu ke toko kue?" tanya Liona dengan ragu.
Ethan melihat sebentar ke arah istrinya, lalu pokus kedepan, setelah melewati beberapa ruko. Ethan membelokan mobilnya di toko yang bertuliskan RUSSIAN CAKE. Ethan keluar disusul oleh Liona, setelah membeli cake mereka kembali melakukan perjalanan pulang. Ya, Liona membeli cake untuk mertuanya.
Setelah mereka sampai di rumah utama, kini sepasang pengantin baru itu berada di ruang keluarga, disambut begitu hangat oleh Emma. "Selamat datang pengantin baru."
"Hay, Mom." balas Liona sambil menyambut pelukan mertuanya. Lalu bergantian dengan Ethan.
"Wah, kau tau cake kesukaan Mommy?" tanya Emma menerima cake kesukaannya.
"Ethan yang memilih tadi,"
"Iyakah?"
Liona menganggukan kepalanya sambil melihat suaminya, lalu mereka duduk dan memakan kue yang di bawa Liona. Disela makannya, Emma memberi tahu tentang rencananya yang sudah membeli tiket sebagai hadiah pernikahan mereka.
"Bukalah, itu tiket bulan madu kalian," ujarnya.
Ethan meraih tiket yang disodorkan oleh Ibunya, dilihatnya tiket yang bertujuan ke San Diego, kota San diego merupakan kota pantai yang berada di California selatan.
__ADS_1
"Mom.. Kita sudah membahas ini sebelumnya!" protes Ethan.
Liona yang awalnya tersenyum karna akan berlibur di kota impiannya. Kini mendadak senyumnya ilang, mendengar ucapan suaminya yang tidak mau berbulan madu.
"Mommy sudah menyiapkannya jauh-jauh hari. Jadi, tidak ada kata penolakan!" seru Emma.
Lalu Ethan menatap wajah Liona yang sendu. "Baliklah" pasrahnya sambil berlalu dari sana.
Emma tersenyum senang mendengar Ethan menyetujui keinginannya. "Ayo sayang. Kamu harus bersiap-siap dan jangan lupa membawa beberapa mantel, karna sudah memasuki musim dingin,"
"Apa tidak sebaiknya dibatalin aja Mom, bulan madunya," ucap Liona. Karna merasa kalau Ethan enggan untuk pergi.
"Tidak ada kata batal! Sana naik, dan persiapkan keperluan mu," sambil mengibaskan tangannya, menyuruh Liona untuk ke kamar putranya.
Liona beranjak dari sana naik ke kamar suaminya, dilihatnya Ethan yang duduk sambil bermain ponsel. Lalu dia menghampiri suaminya, Ethan yang melihat istrinya datang langsung menaruh ponselnya di meja.
"Tidak! Kau siapkan saja keperluan yang akan kita bawa besok!" seru Ethan, selain tidak bisa menolak perintah Ibunya, dia juga tidak tega melihat wajah sendu istrinya.
Mendengar kata suaminya membuat senyum Liona merekah. "Baiklah" ucapnya semangat. Lalu dia beranjak dan menuju walk in closed untuk mempacking barang-barang yang akan di bawa.
Melihat istrinya yang begitu semangat. Ethan mengulas senyumnya, lalu beranjak menyusul istrinya. Dilihatnya Liona yang sedang membereskan beberapa pakaian casual, mantel, dan kaos kaki.
"Jangan terlalu membawa banyak pakaian! Nanti kita akan beli disana,"
Mendengar ucapan suaminya, lantas Liona mengembalikan separuh pakaian itu ke dalam lemari. "Lalu pakaianmu?" tanya Liona.
__ADS_1
"Gabungkan saja sama pakaianmu." lalu menyerahkan pakain yang ia pilih dari dalam lemari. Tidak lupa dia menyerahkan satu buah mantel, setelah dirasa sudah cukup Ethan berlalu dari sana.
......................
Di sebuah bar ternama dikota Russia, Mr.Blade sedang melakukan transaksi. Setelah transaksi selsai Mr.Blade beranjak keluar dari sana.
Didalam perjalan pulang, Mr.Blade mendapat kan telpon dari anak buahnya di california, yang mengharuskan dirinya kembali ke asalnya, karna perusahaan yang tidak bisa di wakili terlalu lama. Dia pun memutuskan untuk pulang besok.
Ke esokan harinya, Ethan dan Liona sudah berada di bandara, kini mereka duduk diruang tunggu.
"Ethan. Aku ingin ke kamar mandi," ucap Liona yang sudah tidak tahan.
"Jangan lama-lama, karna sebentar lagi kebarangkatan kita."
"Oke" ucapanya sambil berlalu menuju ke arah kamar mandi.
Jadwal penerbangan mereka sudah di umumin, tapi tidak ada tanda-tanda Liona. Ethan menjadi resah, bukan karna penerbangan melainkan takut kejadian Liona yang di culik, Ethan mengumpati dirinya sendiri. Karna kecerobohannya membiarkan Liona pergi sendiri.
Sedangkan Liona baru keluar dari kamar mandi, karna tadi antri membuatnya begitu lama, dilihatnya jam matanya langsung membola. Dia berjalan dengan tergesa-gesa hingga akhirnya dia menabrak seseorang.
"Maaf Tuan saya tidak sengaja menabrak anda, Sekali lagi maafkan saya." ucapnya sambil menundukan kepalanya.
"Tidak masalah Nona, lain kali berhati-hatilah." setelah mengatakan itu orang itu berlalu dari sana.
"Lionaa..." teriak Ethan.
__ADS_1
Deg.!
Orang yang bertabrakan dengan Liona mematung, dadanya berdegub kencang. Ketika mendengar teriakan yang memanggil nama Liona.