
Emma yang melihat pemandangan erotis di depan matanya hanya bisa melotot.
"Anak nakal ini,bilangnya gak mau terikat dengan wanita lalu apa ini tidur seperti pasangan pengantin baru" Omel Emma sambil berjalan ke arah pasangan yang belum ada ikatan itu, Setelah sampai Emma melihat buku di atas nakas di ambilnya buku itu lalu di timpuknya di pundak Ethan.
"Bangun Anak nakal cepat bangun" Sambil memukul Anaknya.
Ethan yang terganggu dan merasakan nyeri akibat pukulan itu pun membuka matanya dengan paksa karna lagi dan lagi tidurnya terganggu. Dilihatnya Emma yang berdiri menjulang tinngi di sampingnya.
"Mom,," Ucapnya dengan serak.
"Cepat bangun Anak nakal dan jelaskan siapa wanita disampingmu itu?" Dengan tatapan menuntut akan penjelasan.
Liona yang mendengar suara berisik akhirnya terbangun, Sambil mengucek matanya dan mendongak karna posisi tidurnya didalam dekapan Ethan, Setelah sadar Liona yang melihat dirinya didalam pelukan Ethan menjauhkan diri dan langsung duduk.
Emma yang melihat wajah wanita yang bersama Anaknya tidur terkejut dan melototkan matanya.
"Ve-vellina,," Ucap Emma dengan terbata.
Liona yang mendengar Ucapan wanita paruh baya didepannya pun bingung karna dia mendegar nama Vellina, Siapa Vellina pikirnya.
"Mom Dia bukan Vellina" Tukas Ethan.
"Vellina" Seru Liona dengan wajah bingung.
"Tapi kenapa Dia begitu mirip sekali," Lanjut Emma yang masi dengan keterkejutannya.
"Mom Dia orang yang berbeda" Ucap Ethan lagi sambil beranjak dari tempat tidur dan membawa Ibunya keluar dari kamar. Setelah mereka keluar dan masuk ke ruang kerja.
"Ethan bisa Kamu jelaskan, kalau Dia bukan Vellina,?" Sambil duduk di sofa yang tersedia di dalam ruang kerja Anaknya itu.
"Mommy ingat waktu di Restoran Russian, Saat Mommy mengajak Ethan bertemu dengan Anak teman mommy,!!"
"Lalu" Ucap Emma yang tidak paham.
"Anak teman Mommy menabrak seorang pelayan,Dan menghina pelayan itu" lanjut Ethan.
"Iya terus apa hubungannya Ethan kalau cerita yang intinya aja jangan buat Mommy penasaran" Ucap Emma dengan gemas.
"Dialah pelayan itu Mom, dan Dia juga bekerja paruh waktu di Restoran Ethan" Ucap Ethan yang langsung ke intinya.
"Oh my God" Sambil menutup mulutnya.
__ADS_1
"Tapi kenapa wajahnya begitu mirip dengan Vellina? Apa jangan jangan Dia Vellina tapi Diakan sudahh," Emma tidak melanjutkan ucapannya saat melihat raut muka Anaknya yang berubah.
"Dia orang yang berbeda dan nama Gadis itu Liona" Tukas Ethan.
"Apakah Kamu sudah menyelidikinya?" Tanya Emma.
Ethan hanya mengangguk "Dia berasal dari kota kecil VYATSKOYE Mom, dan Ibunya sudah meninggal tapi Dia tidak memiliki Ayah, Aku sudah menyelidikinya tapi tidak ada riwayat Ayahnya.
"Kenapa Kamu membawanya kesini Ethan?" Tanya Emma yang penasaran.
"Hidupnya dalam bahaya mom setelah Aku tidak sengaja memberinya tumpangan untuk pulang ke Apartemennya, Dan kemarin Dia habis diculik," Lanjut Ethan dengan panjang lebar.
Lagi Emma hanya terkejut "Astaga Ethan,,Kamu mempertarukan nyawa Anak orang yang berada di lingkungan Mu"
"Maaf Mom Aku juga tidak tau bakal kejadian seperti ini"
Emma memicingkan mata ke arah Anaknya.
"Mom jangan berpikir macam-macam" Ucap Ethan yang tau arti tatapan Ibunya.
"Apa karna Dia mirip Vellina makanya Kamu menjerat Dia dilingkungan mu yang berbahaya ini Ethan?" Selidik Emma.
"Sudah ku bilang Mom ini tidak ada hubungannya dengan Vellina" Sambung Ethan.
Ethan yang Ada didalam ruang kerjanya Hanya diam merenung apakah benar yang dikatakan Ibunya itu karna Liona yang mirip dengan manta calon istrinya.
"Tidak ini hanya kebetulan saja" Ucap Ethan yang meyakinkan dirinya tapi berlawanan dengan hatinya.
......................
"Ella apa yang kau buat itu,?" Tanya Emma saat Ella menyiapkan makan siang.
"Ah Nyonya Saya membuat Sup Borscht dan Ada roti,daging serta keju" Ucap Ella.
Lalu Ella membawa makanan itu ke meja makan dan menatanya. Setelah menata makanan itu Ella kembali ke dapur menyiapkan untuk Liona. Emma yang melihat itupun bertanya kembali.
"Dan itu Kamu siapkan buat siapa?"
"Ini Saya menyiapkan buat Nona Liona" Jawab Ella.
"Kenapa Dia tidak makan di meja makan?" Tanya Emma lagi.
__ADS_1
"Itu kaki Nona Liona terkilir jadi agak susah untuk berjalan" Setelah mengatakan itu Ella melanjutkan menyiapkan makanan diatas nampan.
Emma hanya mengangguk dan berlalu dari sana menuju ruang tamu.
Ethan keluar dari ruang kerjanya masuk kedalam kamarnya, Emma yang melihat itu hanya berbicara pada diri sendiri.
"Kalau bukan karna mirip sama Vellina mana mungkin Dia membawa Gadis itu kedalam kamarnya Ciihh dasar Anak nakal dikira Suhu bisa dibohongi"
Sedangkan didalam kamar Ethan melihat Liona yang sudah membersihkan diri, Dan sudah memakai Dress merah muda tidak lupa rambutnya dikepang dan memakai kacamata, Saat berpenampilan seperti itu kalau dilihat sekilas tidak ada kemiripan dengan Vellina, Karna Vellina yang memiliki rambut sebahu berwarna hitam dan bola mata yang berwarna abu-abu, Sedangkan Liona memiliki rambut panjang berwarna pirang dan warna bola mata hazel,tapi bentuk tubuh dan garis wajah serta bibir begitu mirip.
"Apakah Kau sudah bisa berjalan?" Tanya Ethan.
"Iya Tuan kaki Saya sudah lebih baik" Ucapnya menunduk.
Setelah mengatakan itu Ethan berlalu dari sana masuk ke kamar mandi,,Setelah selsai Ethan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan Handuk yang melilit dipinggangnya. Liona yang melihat itu langsung mengalihkan pandangannya Dia teringat saat tidak sengaja menarik handuk Ethan saat dikamar mandi dan melihat sesuatu yang begitu besar di balik handuk itu, Seketika Dia merasa gerah.
Ethan berjalan dengan santai ke Walk in closed,mengambil pakain lalu memakainya setelah selsai Dia keluar.
"Ayo keluar Aku kenalkan ke Ibu ku,," Ucap Ethan sambil menghampiri Liona memapahnya Untuk berjalan.
"Apa tidak apa-apa Tuan maksudku apa Ibu tuan tidak marah?"
"Tidak" Tukas Ethan.
Sesampainya di meja makan Emma sudah duduk disana,Melihat itu Liona berhenti dan merasa takut.
"Kenapa?" Tanya Ethan.
Liona tidak menjawab tapi pandangannya mengarah ke Emma.
"Ibuku tidak akan memakanmu" Yang tau arti tatapan Liona.
Mereka pun berjalan kembali saat sampai Etha menarik kursi untuk mempersilahkan Liona duduk setelah duduk Ethan pun menarik kursi untuk dirinya. Emma yang melihat itu tidak lepas dari pandangannya.
"Ella bawa kesini makanan untuk Liona" Panggil Ethan.
"Baik Tuan" Setelah menyiapkan makanan Ella pun kembali ke dapur.
Diruang makan tidak ada satupun yang bersuara, Liona yang merasa tidak nyaman begitu canggung untuk memakan makananya.
Ethan yang melihat kecangguan itu pun bersuara.
__ADS_1
"Makanlah" Ucap Ethan mengambil daging lalu di taruh ke piring Liona.