
"Apa yang kau lakukan di situ Ethan,?" Tanya Emma.
"Itu,,, Ethan mau mengambil ponsel Ethan Mom" Gugup Ethan.
"Lalu di tangan kiri mu itu apa!"
Dilihatnya tangan kirinya yang menggenggam sebuah ponsel.
"Oh iya, ini dia" Ucap Ethan sambil tersenyum kaku.
"Kau menguping,?, Menatap dengan curiga.
"Tidak,Aku hanya kebetulan lewat,karna pintu yang tidak tertutup rapat Aku mendengar orang menangis makanya aku disini" Tutur Ethan dengan jujur.
"Kau mendengar semuanya?"
"Tidak Mom..." Gemes Ethan karna Ibunya tidak berhenti bertanya.
Emma berjalan menuju pintu keluar, melihat itu Ethan mengikuti Ibunya dari belakang.
"Kenapa Kau mengikutiku!" Seru Emma.
"Aku akan mengantar Mommy pulang" Ucap Ethan lalu membuka pintu untuk Ibunya.
Emma yang melihat itu keheranan atas sikap putranya, Ditempelkan telapak tangannya di kening putranya.
"Tidak panas" Ucapnya.
Ethan yang mendapatkan perlakuan itu sontak memutar matanya.
"Mom....Aku baik-baik saja!!"
"Seharusnya si begitu,,,Tapi melihat sikapmu yang seperti ini Mommy jadi takut" Sambil bergidik ngeri.
"Mooooommmm" Kesal Ethan yang tidak terima.
"Hahahahaha" Tawa Emma begitu lepas saat melihat raut wajah kesal Anaknya.
Melihat Mommynya yang menertawakan dirinya seperti itu sontak Dia berjalan lebih dulu dari sana.
"Heeeiii Sayang tungguin Mommy," Berjalan menyusul Anaknya.
Setelah sampai di besament Ethan membukakan Ibunya pintu mobil setelahnya Ethan memutar ke samping kemudi setelah masuk Ethan melajukan mobilnya dengan pelan.
"Kenapa Mommy mengendarai mobil sendiri?" Tanya Ethan.
"Mommy hanya rindu mengemudi Mobil sendiri"
"Tapi bahaya Mom kalau Mommy mengendarai mobil sendiri"
Emma yang mendengar itu menggeplak bahu Anaknya.
"Sebelum Kau Ada Mommy adalah mantan pembalap,kalau kau lupa itu!" Seru Emma.
"Itu dulu,Kalau Mommy lupa" Ucap Ethan membalik perkataan Ibunya.
__ADS_1
"Kalau sampai Daddy tau Mommy membawa mobil sendiri,Daddy Akan membunuh Sopir Mommy" Lanjut Ethan menakuti Ibunya.
Ya.Mr.Dean begitu protektif sama Istrinya,bukan tanpa alasan Mr.Dean melarang Istrinya mengendarai mobil sendiri, Dulu sewaktu Ethan berumur 12 Thun,Emma pernah mengalami kecelakaan sewaktu akan menjemput Ethan pulang sekolah dan parahnya Emma mengalami koma 3bulan akibat kecelakaan itu. Itulah mengapa Emma tidak pernah di ijinkan mengendarai mobil sendiri.
"Jangan beritahu Daddymu"
"Hmm..Bagaimana ya" Sambil pura-pura berpikir.
"Ethaaann...!!!" Seru Emma.
"Ya ya Mom.." Ucap Ethan yang puas membalas Ibunya.
"Ethan." panggil Ibunya setelah cukup lama terdiam.
"Hm."
"Apa kamu serius ingin menikahi Liona?" Tanya Ibunyq.
Ethan melihat kesamping ke arah Ibunya lalu kembali fokus kedepan,,cukup lama Ethan diam.
"Iya bukan kah ini saran Mommy untuk menikahi Gadis itu"
Mendengar itu Emma mendelik kesal.
"Jika bukan saran Mommy apa kamu tidak akan menikahinya!"
"Mungkin"
Mendengar jawaban singkat Ethan, Emma menjadi geram.
Mendengar itu seketika Ethan mengerem mendadak,untung saja Emma memakai seat bealtnya kalau tidak mungkin Emma akan terjungkal kedepan.
"Ethaaannn...Kau mau membunuh Mommy" Ucapnya kesal.
"Sorry Mom,, apa Mommy tidak Apa-apa" Sambil meneliti tubuh Mommynya siapa tau ada yang lecet bisa bahaya buat dirinya.
Untung saja keadaan jalan lagi lenggang jadi tidak mengakibatkan kecelakaan atau kemacetan.
"Ck. Lepaskan tanganmu Anak nakal," Sambil menepis tangan Anaknya.
"Apa Mommy baik-baik saja?" Ucap Ethan khawatir.
"Cepat jalankan mobilnya,!"
Setelah itu Ethan mengendarai mobilnya kembali.
Tidak berselang lama sampai lah di pintu gerbang yang menjulang tinggi, setelah memarkirkan mobilnya Ethan dengan sigap memutar pintu dan membuka pintu untuk Sang Ibu.
Emma berjalan dengan anggun memasuki rumahnya, tak lupa dengan Ethan yang berjalan dengan Arrogant nya.
"Selamat sore Nyonya Tuan" Ucap kepala pelayan sambil menundukan kepalanya.
"Selamat sore Finn, Bisakah Kau menyuruh pelayan untuk membawakan ku minuman ke kamar?"
"Baik Nyonya" Ucap kepala pelayan.
__ADS_1
"Ethan,Mommy mau istirahat," Ucap Emma berjalan menuju kamarnya.
Setelahnya Ethan naik ke atas menuju kamarnya Dia pun ingin istirahat karna beberapa hari ini istirahatnya selalu terganggu.
......................
California.
San Diego kota pantai terindah di California selatan yang terletak di sudut barat daya daratan Amerika serikat, Seorang laki-laki paruh baya sedang menyesap nikotin dikelilingi wanita wanita cantik di tepi pantai musik yang begitu keras dan lautan manusia yang berjoget ria,ada yang saling berpelukan ada yang bercumbu,ada yang hanya menikmati minuman. Ditengah hiruk piruk kesenengan manusia itu, Ada beberapa yang melakukan transaksi barang haram yang berupa narkoba,ganja,dan Anak di bawah umur.
"Hallo Mr.kingston" Sambil menjabat tangan.
"Ya,bagaimana barangnya Apa kah kau setuju" Ucap Mr.kingston.
"Sangat memuaskan, Terimakasih kedepannya Aku akan selalu memesan barangmu" Setelah mengatakan itu mereka melakukan cirs..suara dentingan gelas yang beradu menandakan transaksi sukses.
Mr.kingston kembali ke kediamannya dengan langkah tegas memasuki kamarnya, Laki-laki paruhbaya itu meski sudah tidak muda lagi tetapi tubuhnya masih terawat kekar setiap hari melakukan olahraga.
Setelah masuk Mr.kingston membersihkan diri dan duduk ditepi ranjang dibukanya laci nakas dan mengambil selembar poto yang sudah lumayan usang.
"Aku selalu mencarimu tidak seharipun Aku melupakanmu" Setelah mengatakan itu Mr.kingston menaruh kembali poto itu lalu berbaring di kasur tidak berselang lama diapun terlelap.
......................
"Ella apakah adonanannya begini" Sambil menunjukan adonan yang dibuat.
"Ya masukan ke dalam loyang itu setelahnya pangganglah dengan suhu yang normal" Terang Ella.
"Baiklah" Ucap Liona.
Siang itu Liona yang berdiam diri hanya makan, tidur,membaca buku, dan menonton televisi sungguh membosankan pikirnya Dia pun beranjak ke dapur dan meminta Ella untuk mengajarinya membuat kue. Sejak kepergian Ethan kemarin, sampai sekarang belum kembali lagi, Tentu Ethan sudah menambah penjagaan ketat agar Liona Aman.
"Ella lihatlah kuenya berhasil" Ucap Liona dengan girang, Ella yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Taruhla kue itu situ" Ucap Ella menunjukan piring yang khusus tempat kue.
Dengan cekatan Liona memindahkan Kue itu dan menatanya dengan hati-hati takut kue itu akan rusak.
"Taraaa" Sambil memamerkan hasil karyanya ke Ella,senyumnya dari tadi terus mengembang.
"Ella,,Aku tidak tega memakannya" Ucap Liona yang dari tadi tidak berhenti memandangi kue hasil buatannya sendiri.
"Makanlah Nanti Aku akan mengajarimu membuat kue yang lebih enak lagi!"
"Benarkah" Ucap Liona dengan girang.
"Ya"
"Baiklah Aku akan memakan kue ini" Lalu mengambil piring kecil serta pisau dan sendok, Dengan hati-hati memotong kue dan diberikannya untuk Ella.
"Makanlah" Sambil menyodorkan sepiring kue.
"Kenapa kau memberikannya ke Aku?" Tanya Ella.
"Aku ingin lihat reaksimu memakan kue itu, baru setelah kau mengatakan sesuatu Aku akan memakannya"
__ADS_1
Lalu Ella memakan sepotong kue itu dan..