Terjebak With Mafia Arrogant

Terjebak With Mafia Arrogant
Bab 31


__ADS_3

Setelah Liona terlelap, akibat kelelahan dengan percintaan panas mereka. kini Ethan beranjak dari tempat tidurnya, dengan telanjang bulat berjalan ke arah kamar mandi, setelah membersihkan diri Ethan beranjak ke arah balkon. Berdiri di pembatas pagar sambil menghisap rokok dan menghembuskan kupalan asap yang berasal dari rokok tersebut. Melihat lampu-lampu yang bercahaya, membuat Ethan tenggelam ke masa lalu.


Flashback.


"Halo, kak Ethan. Aku ada sesuatu yang akan aku tunjukan untuk mu, bisakah kita bertemu di taman jam 8?" tanya Evelyne dengan antusias.


"Apa yang akan kau tunjukan gadis kecil?" balas Ethan di seberang telpon.


"Ini kejutan, sampai ketemu di taman kakak!" serunya dengan ceria. Lalu sambungan telpon terputus.


Ethan yang mendengar kejutan dari gadis kecilnya tersenyum lebar. Di lihatnya jam yang masi menujukan angka 3, Ethan bergegas menyelesaikan pekerjaannya.


Setelah jam 7 malam, Ethan bergegas keluar dan mengendarai mobilnya menuju taman. Di dalam mobil Ethan selalu tersenyum, mengingat tingkah laku Evelyne yang ceria yang selalu membuatnya gemas.


Di pertengahan jalan, tiba-tiba ada yang menghadang mobilnya, di lihatnya orang-orang tersebut seperti Gengster, begitu banyak yang turun dari arah mobil, membuat Ethan tentu kualahan karna dia hanya seorang diri. Setelah memberanikan diri untuk keluar, tiba-tiba dibelakanganya seperti ada orang yang menyuntikan sesuatu di lehernya, tidak berselang lama pandangannya buram, kepalanya pusing lalu dia jatuh pingsan dan setelahnya Ethan tidak tau apa yang terjadi.


"Ethan!"


Ethan yang tenggelam dengan masa lalunya langsung sadar dan terlonjak kaget, saat mendengar seseorang memanggil dan menepuk pundaknya. Ethan menengok ke samping, di lihatnya Liona yang hanya terbungkus dengan selimut berada di sampingnya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan disini!" Menutun istrinya masuk. "Apa kau tidak merasakan udara sangat dingin!" lanjutnya lagi, lalu menutup pintu balkon.


"Aku terbangun dan tidak melihatmu di sampingku." ucap Liona.


Melihat istrinya yang hanya terbalut selimut, membuat nafasnya memburu. "Tidurlah!" Ethan membaringkan tubuh istrinya, lalu merebahkan dirinya di samping istrinya.


"Kenapa kau tidak tidur?" tanya Liona, kini menghadap suaminya.


"Ini sudah mau tidur!" sambil memejamkan matanya.


"Ethan!" panggil Liona.


Ethan menatap dalam mata istrinya, lalu berucap. "Tidak ada. Tidurlah! Bukankah besok kau ingin mengunjungi wisata yang kau catat itu?"


"Hm. Baiklah." setelah mengatakan itu Liona membalikan badan nya.


Melihat punggung istrinya yang terekspos, mumbuatnya tidak tahan. Ethan menyelipkan tangannya di balik selimut, lalu meraba perut istrinya.


"Ahh, Ethan." desah Liona.

__ADS_1


Mendengar ******* istrinya, membuatnya semakin bersemangat meraba naik ke permukaan bola dunia Liona. "Ethan bukankah besok kita harus pergi?" tanya Liona.


Mendengar perkataan istrinya, membuat tangannya berhenti. Tapi tidak berselang lama Ethan berbisik ditelinga Liona yang membuat mereka mengulang percintaan panas mereka. Lalu di menit berikutnya terdengar suara ******* saling bersahutan, dan teriakan Liona yang memanggil nama suaminya.


Pagi harinya mereka bersiap-siap untuk melakukan perjalanan mengunjungi wisata-wisata yang di catat oleh Liona


"Ethan. Ayo aku sudah siap."


Ethan bergegas mematikan ponselnya dan beranjak menuju pintu keluar. "Ethan, aku ingin sarapan dengan Ukha (Sup kental) dan juga aku ingin dessert ice cream rasa methca dipadukan sama mocca, sepertinya itu sangat lezat!" ucap Liona dengan pandangan berbinar.


Ethan yang mendengar permintaan istrinya, mengernyitkan keningnya. "Apa kau tidak waras! Memakan ice cream dipagi hari!" memandang istrinya.


Mendengar perkataan Ethan yang datar dan ketus, membuatnya menitikan air mata. Ethan yang melihat istrinya menangis terkejut. "Kenapa kau menangis?" tanya Ethan dengan bingung.


Liona hanya mengusap air matanya tidak menjawab pertanyaan suaminya. Dia pun bingung kenapa tiba-tiba menangis, dan penolakan Ethan membuat hatinya sakit.


"Tidak apa-apa." ucapny lalu berjalan mendahului suaminya.


Ethan yang melihat Liona yang acuh, pun heran dibuatnya. "Ada apa dengannya!" gumamnya sambil menyusul istrinya.

__ADS_1



__ADS_2