
Setelah mengatakan itu Ethan berlalu dari sana menuju ruangannya, Boston dengan setia mengikuti Bossnya.
"Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan petunjuk?" tanya Ethan.
"Saya sudah memeriksa cctv yang ada digedung apartemen anda, serta lorong yang dilewati oleh petugas itu, dan dia bukan petugas kebersihan di gedung itu, dia adalah suruhan tuan James." terang Boston.
"Hm, sudah ku duga ini adalah perbuatannya, ternyata dia bergerak begitu cepat!" dering telpon memutus pembicaraan mereka.
"Halo"
"Tuan mobil yang keluar di jam tersebut hanya Jeep Wrangler SUV bewarna hitam. Dan saya sudah melacaknya, mobil itu menuju sebuah tumah di kota kecil!" ucap Dalton.
"Awasi terus mobil itu, aku akan berangkat sekarang." tukas Ethan, lalu mematikan sambungan telpon.
"Cepat perintah anak buahmu untuk berperang malam ini!" perintahnya.
Setelah mengatakan itu, Ethan bersiap-siap menuju ruang senjata, dan mengambil GLOCK-17 GEN5, setelahnya ia keluar dari sana menuju mobilnya, tidak menyia-nyiakan waktu Ethan beserta anak buahnya langsung mengendarai mobil. Ada sekitar sepulu unit mobil yang berjalan ditengah malam seperti orang yang sedang konvoi.
......................
Di lain tempat, tepatnya di sebuah rumah sederhana, tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil. Terdapat seorang gadis yang tengah tertidur pulas di sebuah ranjang sederhana.
"Apa yang akan kita lakukan sama gadis itu?" tanya penculik itu.
"Kata Boss jangan apa-apakan dia, jangan sampai lecet. Karna dia adalah aset kata Boss!" jawab temannya itu.
"Hmm, sayang sekali kita tidak boleh mencicipinya."
"Sudahlah yang penting bayaran kita 2x lipat!" seru temannya yang lain.
Setelah tiga puluh menit, Liona mulai siuman ia membuka matanya dan memijat kepalanya yang dirasa begitu berat.
"Ahh sstt.. Kenpa kepala ku sakit sekali!" ucapnya samblil berdesis.
Setelah membuka matanya, ia mengedarkan pandangannya, dia mulai sadar dan mengingat terakhir kali ia membuka pintu dan ada yang membekapnya. Setelah itu ia tidak tau, apa yang terjadi.
__ADS_1
"Ini dimana? Siapa yang membekap ku, dan dimana Aku sekarang?" ucapnya ketakutan.
Tak
Tak
Tak
Suara langkah kaki kian mendekat menghampri kamar yang di tempati Liona, dan kleek.. Suara pintu terbuka.
"Rupanya kau sudah bangun Nona!" ucap si penculik.
"kau siapa?" tanya Liona, yang ketakutan sambil beringsut mundur.
Si penculik yang melihat itu pun tertawa, yang mana membuat Liona semakin ketakutan.
"Kau tidak perlu takut Nona, karna aku tidak akan melakukan apapun tapi!" ucapanya menggantung membuat Liona penasaran.
"Tapi apa tuan?" cicit Liona yang ketakutan.
Sambil melangkah kedepan si penculik mencondongkan badannya kedepan ke arah Liona.
Liona hanya bisa menangis, semenjak ia mengenal Boss Restoran itu, ia selalu dalam bahaya. Liona beranjak dari ranjang, dan berjalan dengan pincang menuju jendela, dilihatnya jendela itu ternyata sudah dipasung dari luar, sekarang ia tidak punya harapan dan hanya bisa pasrah akan nasibnya kedepan.
"Ahh bagaimana ini yuan Ethan tolong saya." ucapnya sambil menangis.
......................
"Dalton, bagaimana apa masih lama?" tanya Ethan.
"Tidak tuan, sebentar lagi kita akan sampai ditempat persembunyiannya!" setelah mengatakan itu Dalton menambahkan kecepatannya melaju, lima belas menit kemudian, sampailah mereka di kota kecil dan terlihat tidak banyak perumahan, mereka harus masuk kedalam sesuai lokasi yang ada di tablet Dalton.
Semua pasukan meninggalkan mobilnya dipelantaran lahan kosong, dan satu persatu mereka menuju rumah yang letaknya lumayan jauh dari pemukiman warga. Saat mereka sampai, tampak terlihat rumah itu sepi, di kelilinginya rumah itu dan dengan lakah hati-hati mereka masuk kerumah yang tampak sepi, salah satu anak buah Ethan melapor kalau tempat itu kosong. Sepertinya tempat itu baru saja ditinggalkan, dilihatnya bekas makanan dan minuman serta putung rokok yang masi berasap.
"Brengsek! Cepat cari mereka, pasti mereka belum jauh dari sini!" teriak Ethan murka.
__ADS_1
Buumm...
Buumm..
Terdengar suara mobil yang tidak jauh dari rumah itu, dengan sigap anak buah Ethan berlari dan mengejar mobil yang baru keluar dari sana, ada yang mengejar sambil berlari, ada sebagian yang kembali kelahan tempat mereka menaruh mobil, Ethan yang mendengar itu langsung berlari keluar mengambil mobilnya, setelah masuk Ethan menginjak pedal gas dengan kecepatan penuh. Aksi kejar-kejaran itu pun terjadi.
Ethan tidak berani gegabah, karna didalam mobil itu ada Liona. Takut akan keselamat Liona, Ethan tidak melepaskan pelatuknya.
Ciiittt.. suara roda yang bergesekan dengan aspal.
Bruumm.. Suara dentuman gas mobil.
sreeeekk.. Suara serempetan mobil.
Mobil Boston berhasil menghadang mobil penculik itu. Dari depan Boston keluar sambil memegang senjata.
Penculik yang didalam mobil tentu kelimpungan, di lihatnya dibelakang mobil semakin mendekat. Mereka turun dengan menyandra Liona.
"Jangan mendekat! Kalau tidak ingin gadis ini celaka!" teriaknya.
"Turunkan senjata kalain!" teriak teman penculik itu lagi.
Mereka pun melepaskan senjata yang mereka pegang. Dilihatnya senjata yang berserakan di aspal, dia pun memberi kode pada temannya untuk naik ke mobil, setelah temannya semua masuk dia pun ikut kebelakang masuk ke dalam mobil, setelah dirasa aman didorongnya tubuh Liona sehingga Liona tersungkur di aspal.
Ethan yang baru turun dari mobil langsung berlari menghampiri Liona, sedangkan anak buahnya beserta Boston menaiki mobil dan mengejar para penculik itu..
"Kau tidak apa-apa?" tanya Ethan dengan nada khawatir, ia memeriksa tubuh Liona yang terluka.
Liona hanya diam gemeteran, ia tidak mengucap sepatah katapun, Ethan yang melihat itu langsung panik dan mengangkat tubuh Liona, digendongnya tubuh Liona ke arah mobilnya, setelah mereka masuk Dalton dengan sigap langsung melajukan mobilnya.
Sepanjang jalan Ethan tidak melepaskan Liona dalam pelukannya, di kecupnya kepala Liona berulangkali, Dalton yang melihat itu dari balik spion hanya membatin. Bukankah perlakuannya itu berlebihan? Apa karna wajahnya yang mirip dengan manta calon istrinya? makanya dia memperlakukan gadis itu begitu special. Ah smoga saja gadis ini bisa membuat Bos Ethan kembali bisa tersenyum dan tertawa.
Setelah sampai di pelantaran Apartemen, Dalton bergegas keluar membukakan pintu belakang, Ethan keluar dengan menggendong Liona, tidak ada sekata patah yang keluar dari mulut Ethan, setelah sampai di dalam Apartemen, Ethan menurunkan Liona di atas ranjang. Saat Ethan akan beranjak, tangannya di cekal oleh Liona.
"Jangan pergi aku takut!" cicit Liona menyerupai bisikan.
__ADS_1
Melihat itu Ethan langsung duduk, seketika Liona langsung memeluk tubuhnya, dirasakannya tubuh Liona yang begetar, Ethan membalas pelukan itu sambil menenangkannya.
"Kau sudah aman disini, jangan takut lagi, Aku akan melindungimu!" kata Ethan menenangkan Liona.