
Ethan kini sudah sampai dibutik dimana mereka akan mencoba gaun pengantin, setelah satu jam berlalu kini mereka berada disebuah restoran untuk makan siang.
"Sayang, kalian ingin Honeymoon kemana? bertepatan hari pernikahan kalian kemungkinan salju pertama akan turun." ucap Emma kepada Anak dan calon menantunya.
Ethan melihat Liona lalu berucap.
"Tidak perlu Honeymoon Mom." ucap Ethan.
"Kenapa? Kalian ini pengantin baru pokoknya kalian harus honeymoon" tukas Emma yang tidak suka akan jawaban anaknya itu.
Gimana akan honeymoon sedangkan dia hanya terpaksa menikahiku. ucap Liona dalam hati.
"Bukankah begitu Sayang?" ucap Emma meminta pendapat kepada Liona.
"Emm. Itu Aku ngikut apa kata Ethan saja Mom." ucap Liona.
Setelah pembahasan itu, kini Liona dan Ethan tinggal menunggu hari untuk mengesahkan pernikahan mereka. Tidak ada yang berubah dengan sikap Ethan hari-harinya selalu datar begitu juga dengan aktifitas ranjangnya tidak pernah libur. Liona dengan patuh memenuhi hasrat seksual Ethan yang tiada hari tanpa libur.
Tepat dihari minggu Ethan dan Liona akan melangsungkan pernikahan mereka di Gereja ternama di kotannya. Semua berjalan lancar tanpa hambatan ketika pemuka Agama menyuruh mereka berciuman tanda pernikahan mereka sah, sorak suara tamu undangan begitu riuh..
Cium.. Cium.. Cium.. Suara riuh para tamu undangan.
Ethan membuka tudung kepela(Veil) Liona. Setelah terbuka Ethan menatap Liona tanpa berkedip bagaiman tidak Liona begitu cantik dengan riasan natural dan dengan sebuah mahkota kecil diatas kepala sebagai pelengkap riasannya, lalu Ethan menangkup kepala Liona dengan kedua tangannya dan mulai memiringkan kepalanya lalu dia membenamkan ciuman yang cukup lama meski tanpa *******.
Setelah selsai Ethan menjauhkan kepalanya lalu mereka melihat tamu undangan yang bersorak. Ethan melemparkan senyum ke arah tamu undangan. Tinggal sesi lempar bunga yang ditunggu-tunggu oleh para kaum jomblo termasuk Boston dan juga Dalton.
Lempar.. Lempar.. Lempar Sorak riuh terdengar.
Ethan dan Liona pun memutar tubuh mereka membelakangi para tamu undangan dengan siap mereka akan melempar bunga itu, terdengar suara serentak tamu undangan menghitung.
__ADS_1
Tiga
Dua
Satu
Lalu Ethan dan Liona melempar bunga itu sampai akhir terdengar teriakan sorak. Ethan dan Liona membalikan badannya dan melihat siapa yang mendapatkan bunga itu dan ternyata yang mendapatkannya adalah Dalton dan Ella. Kini mereka sedang saling merebut satu sama lain, tidak ada yang mau mengalah aksi tarik menarik pun jadi ajang seru-seruan para tamu undangan.
Melihat itu Ethan hanya bisa geleng-geleng kepala sama Asistentnya.
"Selamat ya sayang, kalian sudah sah menjadi suami istri." ucap Emma sambil memeluk Ethan dan bergantian dengan Liona.
"Makasih Mom" balas Liona memeluk Ibu mertuanya.
Lalu bergantian Mr.Dean memberi ucapan selamat atas pernikahan anaknya.
"Jangan sia-siakan Istrimu." peringat Mr.Dean sambil menepuk pundak anaknya saat berpelukan.
Lalu Mr.Dean beralih ke menantunya.
"Selamat datang di keluarga Lawrence." ucap Mr.Dean sambil merentangkan tangannya.
Liona pun menyambut pelukan Mr.Dean dan berucap.
"Terimaksih Daddy." ucapnya.
Setelah itu para tamu undangan bergantian mengucapkan selamat kepada pengantin baru itu, lalu mereka kembali untuk menikmati jamuan yang sudah tersedia.
"Apakah kamu capek sayang? Wajahmu kelihatan pucat." ucap Emma yang menghampiri pengantin baru itu.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja Mom." ucap Liona memaksakan senyum.
Ethan hanya diam saja melihat interaksi Ibu dan Istrinya. Dia pun mengamati wajah istrinya yang ternyata kelihatan pucat.
"Lebih baik kau istirahat." ucap Ethan.
"Tidak perlu, acaranya juga sebentar lagi akan selsai" sambil mengulas senyum.
"Sebentar, Mommy ambilkan puding dulu untuk mengisi perutmu" sambil berlalu dari sana.
"Duduklah dulu" menuntun Istrinya untuk duduk.
Liona pun duduk tidak lama Emma pun datang dengan membawa sebuah nampan berisi puding dan air putih.
"Makanlah dulu isi perutmu" ucap Emma sambil menyerahkan puding itu kepada Liona.
Liona menerima dan menyuap sedikit demi sedikit hingga puding itu habis.
"Terimakasih Mom." ucap Liona.
"It's oke sayang" sambil mengelus pipi pengantin baru itu.
Tak
Tak
Tak
Suara ketukan high heels beradu dengan lantai marmer mengalihkan perhatian mereka. Terlihat seoarng wanita cantik dengan gaun merah berjalan dengan begitu anggun ke arah mereka terdapat sebuah kado ditangannya, setelah berada didepan Ethan wanita itu menyerahkan kado dan mengucapkan selamat kepada mereka setelah itu wanita bergaun merah itupun berlalu dari sana.
__ADS_1
Ethan yang penasaran pun membuka kado itu, saat terbuka didalamnya ada setangkai bunga tulip dan sebuah kartu ucapan, saat Ethan membaca kartu ucapan itu Ethan terbelalak dan menjatuhkankan kotak kado itu matanya beralih mencari wanita yang memakai gaun merah.