
Mendengar teriakan Ethan yang memanggilnya, dengan cepat Liona berlari kecil.
"Kenapa lama sekali!"
"Maaf, kamar mandinya antri." jawab Liona.
Mendengar jawaban Liona, membuat Ethan menjadi lega. Lalu Ethan mengajak Liona masuk, dengan tergesa Ethan menautkan jari-jari tangannya ke tangan Liona, melihat tautan tangannya yang di genggam, Liona mengulum senyum dan melihat punggung kekar suaminya dari belakang.
Sedangkan di tempat yang sama, namun posisi yang berbeda. Pria paruh baya masih mematung ditempatnya, melihat pasangan muda yang berjalan membelakanginya. Tatapannya nanar, seolah hatinya menyuruh untuk mengejar tapi tubuhnya tidak bisa bergerak. Ya, dia adalah Mr.Blade.
"Tuan." tegur anak buahnya, sambil menggoyangkan bahunya.
Mendengar suara anak buahnya, seketika Mr.Blade tersadar. "Ah. Iya kenapa," ucapnya seperti orang ling-lung.
"Pesawat kita akan berangkat." lanjut anak buahnya lagi.
Lalu mereka melanjutkan langkah mereka yang sempat berhenti. Mr.Blade sesekali menengok kebelakang, melihat tempat terakhir wanita muda itu.
Setelah perjalanan kurang lebih sepuluh jam, kini mereka sudah sampai di kota Sen Diego. Ethan membawa istrinya menuju hotel yang sudah di siapkan oleh Ibunya. Setelah sampai, Ethan merebahkan dirinya sedang Liona masuk ke kamar mandi.
Setelah selsai, Liona menghampiri suaminya untuk membersihkan diri. Dengan malas Ethan bangun dan beranjak dari sana. Lalu Liona memindahkan isi kopernya kedalam lemari, setelahnya Liona duduk di tepi ranjang dengan membawa sebuah buku kecil dan pena. Liona mencatat wisata mana aja yang akan di kunjungi, dengan senyum merekah dia mengabsen satu persatu.
__ADS_1
"Apa yang catat itu?" tanya Ethan, sambil menggosok rambutnya dengan handuk kecil, sedangkan otot-otot dan perut kotak nya terpampang jelas dihadapan Liona.
Melihat suaminya hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya, membuat wajahnya bersemu merah. Dengan gugup Liona menjawab pertanyaan suaminya. "I-Ini buku.." belum sempat Liona melanjutkan ucapannya, Ethan merebut buku itu dari tangan Liona.
Dilihatnya nama-nama wisata yang dicatat istrinya, lalu Ethan menatap Liona. "Apa ada lagi yang ingin kau kunjungi?" tanya Ethan sambil menyerahkan buku kecil itu.
Mendengar kata suaminya, Liona mendongak dan menggelengkan kepalanya. "Bersiaplah, kita keluar untuk makan siang," sambi berlalu dari hadapan istrinya untuk memakai pakaiannya.
Ethan dan Liona kini berada disebuah Restoran ternama, tidak terlalu jauh dari Hotel tempat mereka menginap. Setelah selsai makan, Ethan dan Liona beranjak dari sana. "Mau kembali ke hotel?" tanya Ethan melihat Liona di sampingnya.
Liona mendongakan kepalanya, karna Ethan yang begitu tinggi. "Apa kau ingin pergi?" tanya Liona balik.
Mereka berjalan dan berbaur dengan orang-orang yang disekitar jalan, walaupun siang hari tapi cuaca cukup dingin. Liona melihat toko ice cream, lalu memanggil suaminya.
"Ethan." panggilnya sambil menarik ujung mantel suaminya.
Mendengar panggilan istrinya, membuat Ethan berhenti. Liona yang melihat suaminya berhenti dan melihat dirinya melanjutkan ucapanya. "Apa boleh aku membeli ice cream?" tanya Liona.
"Tidak! itu akan membuatmu flu nanti!" ketus Ethan, lalu melanjutkan langkahnya.
Mendengar jawaban suaminya, Liona langsung cemberut dan mengejar suaminya yang berjalan duluan.
__ADS_1
"Ethan.. Please, aku janji tidak akan sakit," mohon Liona dengan memasang wajah imutnya.
Melihat istrinya yang memohon membuatnya gemas. Tanpa mengucapkan kata Ethan kembali ke arah toko ice cream, Liona langsung tersenyum, lalu menyusul suaminya masuk ke dalam toko itu.
Setelah keluar dari toko ice cream, kini mereka sudah sampai di hotel tempat mereka menginap. Ethan melepas mantel yang ada di badannya, lalu merebahkan dirinya, efek jetleg masi terasa membuatnya sedikit pusing. Sedangkan Liona, tanpa melepas mantelnya dia langsung duduk disofa dan memakan ice creamnya.
......................
Sedangkan ditempat lain. Mr.Blade selalu terbayang-bayang sosok wanita yang menabraknya, Mr.Blade menelpon orang suruhannya yang masih berada di russia.
"Halo."
"Ya halo Tuan." jawab anak buahnya di seberang sana.
"Cari tau wanita yang menabrak ku saat di bandara kemarin! Saat aku berangkat ada wanita muda yang menabrak ku, dan ada seorang laki-laki yang memanggilnya," ucapnya menjelaskan.
"Lalu, apa yang membuat anda ingin tahu tentang wanita itu?" jawabnya.
"Laki-laki itu memanggilnya Liona, dan aku yakin pasti dia Liona putri Arianna." ucapnya dengan yakin.
"Baiklah tuan, kami akan segrera mencari tahu." setelahnya sambungan telpon mati.
__ADS_1