
Ethan dan Liona kini sedang bersiap keluar untuk makan malam, kini mereka berada di sebrang jalan menuju restoran, saat akan melewati jalan tiba-tiba ada mobil yang melaju begitu kencang. "Liona!!" Ethan berteriak, berlari menarik tubuh Liona.
Liona yang mendapatkan kejadian tak terduga itu terkejut! Karna kejadian yang begitu cepat, membuatnya shock. "Kau tidak apa-apa!" Ethan memeriksa tubuh Liona. Dia pun begitu terkejut, karna Liona berjalan duluan sedangkan dia berhenti menerima sebuah telpon, setelah mematikan telpon dia berjalan menyusul Liona, dari samping kiri dia melihat mobil itu dengan sengaja menambahkan kecepatannya bertepatan Liona yang melangkah ke jalan raya.
Melihat istrinya yang baik-baik saja. Membuat emosinya naik. "Ceroboh! Apa kau ingin aku dimarahi Mommy!?" bentak Ethan kepada Liona.
Dibentak seperti itu membuat Liona gemeteran. Belum hilang rasa shocknya lalu di susul dengan bentakan Ethan, semakin membuatnya takut. Dia hanya bisa menunduk, sesekali membenarkan kaca matanya yang melorot.
Ethan menarik nafasnya untuk menurunkan emosinya. Setelah dirasa emosinya stabil, Ethan menggenggam tangan istrinya untuk melanjutkan tujuannya. Di lihatnya kiri kanan lalu menyebrangi jalan, melihat tangannya di genggam. Aku pikir dia cemas akan keselamatan ku, ternyata dia mencemaskan dirinya sendiri. Ucapnya dalam hati. Setelah sampai didalam restoran, Ethan membawa istrinya ke ruang Vip.
"Minumlah!" Ethan menyodorkan segelas air putih. Di teguknya air itu hingga tandas.
"Maaf," cicit Liona dengan suara yang kecil.
Melihat istrinya yang masi ketakutan, membuatnya menghela nafas. "Lain kali berhati-hatilah. Aku tidak mau kejadian seperti ini terulang kembali!" serunya.
Tidak lama pelayan datang membawa pesenan mereka, setelah semua tersaji Ethan dan Liona makan dengan diam. Sesekali mata Ethan melirik istrinya, dia berpikir ini bukan ketidak sengajaan melainkan kesengajaan.
Semakin Liona terjerat bersamanya, semakin banyak bahaya yang mengintainya. Dia berpikir akan mengakhiri bulan madu ini, dan dia akan menyelesaikan balas dendam yang tak berujung itu.
__ADS_1
"Kau ingin berjalan-jalan?" tawar Ethan kepada Liona, setelah menyelesaikan makan malam mereka, kini Ethan membawa Liona keluar dari restoran itu. Tidak sedetik pun dilepaskan tangan wanitanya.
"Apakah boleh?" tanya Liona sambil mendongak melihat suaminya.
Ethan melihat sekilas, lalu melihat kedepan lagi. Sampailah mereka di sebuah taman, Ethan membawa Liona duduk di salah satu kursi panjang di atas rerumputan hijau itu. Banyak pasangan muda-mudi berada disana.
"Ethan. Bolehkah kau mempoto ku?" tanya Liona malu-malu.
Ethan yang mendengar istrinya minta dipoto, pun hanya diam. Lalu ia mengeluarkan ponselnya.
"Ethan, kau bisa pake ponsel ku." sambil menyerahkan ponselnya.
"Apa belum selsai?" tanya Ethan, karna sudah 10x ganti posisi. Tapi Liona belum ada tanda-tanda untuk menyelesaikan aksi potonya itu.
"Satu lagi Ethan!" serunya dengan mengambil gaya membuka kaki, tangannya di taruh di tengah-tengah kakinya yang terbuka, lalu tangan satunya memegang kacamata dan kepalanya mendongak dengan bibir terbuka.
Melihat gaya istrinya seperti itu membuatnya tergoda, karna gaya yang dipakai istrinya begitu menantang. Tidak ingin berlama-lama Ethan menyudahi aksi poto-potonya. Lalu dia kembali duduk di samping istrinya.
Liona merebut ponsel suaminya untuk melihat hasil poto-poto dirinya. Dengan bibir yang melengkung naik ke atas Liona menunjukan potonya.
__ADS_1
"Ethan, apakah ini bagus?" tanya Liona.
Ethan melihat poto itu dan melihat raut wajah istrinya. "Jelek!" ucapnya.
Mendengar ucapan suaminya, membuat Liona mencebikan bibirnya. Tidak bisakah dia berbohong, lagian potoku juga tidak terlalu buruk. Batin Liona dongkol akan jawaban suaminya.
"Ethan aku mau mengabil poto denganmu!" ucapnya sambil menampilkan kamera depan. Ethan yang akan protes tidak jadi, saat Liona mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya. Setelah selsai Liona menyerahkan ponsel itu kembali.
Ethan melihat jam di pergelangan tangannya, semakin malam udara diluar semakin dingin. "Ayo kita balik, udara semakin dingin." ucap Ethan. Sambil berdiri dan menggandeng tanga Liona.
Kini mereka sudah sampai di kamar tempat mereka menginap, lalu mereka membersihkan diri tak lupa Ethan menghidupkan penghangat ruangan. Melihat Liona yang sudah selsai membersihkan diri dan naik ke atas tempat tidur, membuat Ethan menyusul istrinya.
"Ethan, aku pinjam ponsel mu untuk mengirim poto-poto ku." ucap Liona sambi mengadahkan tangannya.
Tak banyak bicara Ethan menyerahkan ponselnya. Lalu bebaring disamping istrinya. "Ethan, aku sudah selsai, aku akan menghapus poto-poto itu di ponselmu."
Dengan cepat Ethan meraih ponselnya dari tangan istrinya. "Jangan lancang!" ketus Ethan, lalu menyimpan ponselnya.
Lalu Ethan beranjak, mengukung Liona. Saatnya kau menuruti keinginan ku!" Setelah mengatakan itu Ethan langsung menyambar bibir istrinya dengan buas, dirinya sudah terangsang saat mengingat pose istrinya yang begitu menantang.
__ADS_1