Terjebak With Mafia Arrogant

Terjebak With Mafia Arrogant
Bab 26


__ADS_3

Liona mengerjapkan matanya, dirabanya tempat disisinya kosong, dia pun membuka mata dilihatnya penjuru ruangan tidak ada siapa pun.


Kemana dia? Apakah dia pergi.


Liona bangun dan melilitkan selimut di tubuh polosnya, setelah itu dia beranjak ke arah kamar mandi, setelah selsai Liona berjalan ke arah lemari. Dibukanya lemari itu dilihatnya hanya ada dua pakaian yang mirip dengan saringa tahu.


"Apa ini? Kenapa tidak ada pakaian, apa iya aku harus memakai pakaian ini." gumamnya.


Dia menimang-nimang apakah dia harus memakai pakaian itu atau tidak, tapi tidak mungkin dia akan memakai handuk sepanjang hari, dia pun memutuskan untuk memakainya, di ambilnya yang berwarna hitam.


Setelah memakai pakaian itu, di lihatnya penampilannya sendiri di depan cermin. "Astaga kenapa aku seperti wanita penggoda!" ucapnya. Lalu dia ke arah kamar mandi untuk mengambil bathrobe. Setelahnya dilapasi gaun itu dengan memakai bathrobe.


"Ini lebih nyaman" ucapnya. Lalu keluar dari kamar mandi.


Dilihatnya jam yang sudah menunjukan pukul sepuluh malam, lalu dia keluar dari kamar menuju kearah pantry. dilihatnya tidak ada yang bisa di makan hanya ada air putih didalam lemari es, dia pun mendesah karna dia begitu lapar, tidak mungkin dia keluar memakai bathrobe untuk mencari makanan bisa-bisa di penggal kepalanya oleh Ethan. Mengingat laki-laki itu dia pun seketika sedih.


"Apa sebegitu terpaksanya kah dia menikahiku." ucapnya dengan dada yang begitu sesak.


Lalu dia beranjak dari sana ke arah ruang televisi setelah sebelumnya dia mengambil air putih, hanya itu yang dapat masuk ke dalam perutnya.


Tidak berselang lama terdengar suara pintu terbuka, Ethan masuk dengan membawa sebuah kantong plastik, dilihatnya Liona yang duduk diruang televisi lalu Ethan menaruh kantong plastik itu dimeja makan, setelahnya dia berjalan ke arah istrinya.

__ADS_1


"Makan lah aku membawakanmu makanan." setelah mengatakan itu Ethan berlalu dari sana masuk ke kamar.


Liona yang mendengar itu hanya terdiam melihat suaminya yang berjalan ke arah kamar, lalu dia beranjak menuju meja makan dilihatnya ada kantong plastik, dia pun duduk dan membuka plastik makanan itu yang isinya Kulebyaka semacam roti isi makanan khas russia. Setelah selsai Liona beranjak dari sana dan masuk dalam kamar, dilihatnya suaminya yang sudah terlelap, dia pun naik dengan pelan takut akan membangunkan suaminya setelah melapas bathrobe kini dia berbaring di samping suaminya.


Di tatapnya wajah damai suaminya. Aku tidak tahu sejak kapan aku mengagumimu, aku takut mengatakan apakah ini cinta, aku takut ketika hatiku mengatakan cinta, tapi hatimu mencintai wanita lain, apa kau tahu suamiku bukan jatuh cinta yang menyakitkan tetapi berharap dicintai. Setelah mengatakan itu didalam hati, dia pun membalikan badannya memunggungi suaminya lalu memejamkan mata.


Ethan membuka matanya dilihatnya punggung istrinya."Bersabarlah sedikit lagi" setelah mengatakan itu dia lalu menarik istrinya masuk ke dalam pelukannya, lalu memejamkan matanya.


......................


"Halo Tuan"


"Iya Tuan. Saya sudah mendapatkan pentunjuk dan," ucapnya tertahan antara memberi tahu atau tidak.


"Katakan!"


"Kata tetangganya. Nona Arianna sudah meninggal lima tahun yang lalu, akibat bunuh diri."


Mr.Blade yang mendengar itu seperti ada sebuah belati tajam yang menikam uluh hatinya, begitu sakit.


"Lalu apalagi yang kau dapatkan?"

__ADS_1


"Dia memiliki seorang putri." lanjut anak buahnya.


Deg.!


Jantungnya berdegub kencang, dia memegangi dadanya "Lalu dimana anak itu?" ucapnya serak.


"Setelah Ibunya meninggal dia tinggal bersama Neneknya, tapi setahun yang lalu Neneknya juga meninggal. Dan kata tetangganya dia pergi ke kota tidak lama ini."


"Siapa nama gadis itu dan berapa umurnya?" tanya Mr.Blade. Tidak sabaran.


"Nama gadis itu Liona, dan umurnya sekarang 20 tahun."


Mr.blade merasakan pasokan udara seperti berhenti, tenggorokannya tercekat, matanya memanas. Apakah gadis putriku. Ucapnya dalam hati.


"Lanjutkan pencarianmu terhadap gadis itu." setelah mengatakan itu Mr.Blade mematikan sambungan ponselnya.


Di ambilnya selembar poto didalam saku jasnya, ditatapnya dengan nanar. " Apa yang terjadi padamu Arianna, apa kah dia putri kita, kenapa kau tidak bertahan sayang." ucapnya tergugu sambil menangis.


"Maaf. Maafkan aku yang terlalu lama menemukanmu, maafkan aku yang tidak bisa menepati janjiku." tangisnya menyayat hati.


__ADS_1


__ADS_2