Terjebak With Mafia Arrogant

Terjebak With Mafia Arrogant
Bab 8


__ADS_3

Di Negara yang berbeda. Di sebuah Club malam terlihat seseorang yang sedang menyesap minumannya yang memabukan dan ditemani dengan wanita-wanita cantik dan seksi.


"Permisi Tuan ada informasi baru." ucap salah satu anak buahnya yang berdiri tidak jauh dari sana, lalu menyerahkan sebuah tablet.


"Hm.. Pantau terus kegiatannya saat dia mulai lengah baru kita bertindak!" mengembalikan tablet yang baru saja dilihatnya.


Ternyata dia sudah mendapatkan penggantinya. Baiklah sejauh mana kau bakal bisa menjaga wanitamu itu, apakah bakal berakhir di ranjangku atau di tanganku. Sambil menyunggingkan senyum smirknya.


"Aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia Ethan Lawrence." ucapnya dengan penuh dendam.


Setelah menghabiskan minumannya dia lalu melirik wanita di sampingnya. Mengerti akan tatapan clientnya dia pun langsung beranjak dari duduknya dan berlalu keluar dari sana.


Setelah wanita itu keluar dia pun ikut beranjak dari sana dan keluar.


"Mr.James" seseorang memanggilnya.


Merasa ada yang memanggilnya diapun berbalik.


"Hallo Mr.Madison" sambil berjabat tangan.


"Sudah lama Kita tidak bertemu, Bagaimana kabar anda Mr.James?" tanya Mr.Madison.


"Seperti yang anda lihat, dan anda sendiri bagaimana kabar anda?" tanya balik James.


" Ha ha ha saya sangat sehat, dan lihatlah saya masi bisa tertawa," ucap Mr.Madison.


"Kapan-kapan saya akan mengajak anda bermain di rumah saya." lanjut Mr.Madison.


"Wah dengan senang hati saya akan menerima ajakan anda." ucap James menerima tawaran Mr.Madison.


"Baiklah kalau begitu selamat bersenang -senang." ucap Mr.Madison dan berlalu dari sana.


Setelah kepergian Madison. James pun melanjutkan langkahnya yang tertunda...


Setelah sampai di sebuah kamar mewah, James disuguhkan dengan pemandangan yang begitu erotis. Bagaimana tidak seorang wanita yang sedang berpose menantang dengan memakai Lingerie merah diatas ranjang, melihat itu James pun langsung menghampiri wanita yang ada diatas ranjang itu dengan tidak sabaran James langsung melu**at bibirnya yang begitu menggoda di sesapnya bawah atas tidak sampai disitu tangannya mulai meraba-raba dan merobek paksa baju yang lebih mirip dengan saringan tahu itu. Setelah gaun itu robek tangannya mulai turun meremas Bok***ng dan melepas segi tiga dan melemparnya sembarang arah suara ******* pun bersahut sahutan.


......................

__ADS_1


Di negara Russia.


Jam menunjukan pukul sebelas malam tidak terasa Ethan sudah berkutat dengn kertas-kertas yang seharga miliyaran Rubel itu. Kini Ethan bersiap-siap untuk pulang setelah membereskan kertas yang berserakan diatas mejanya dia pun keluar dan turun kebawah.


Setelah sampai di lobby perusahaan, dia pun keluar menuju mobilnya yang terparkir dibesament perusahaan. Dia hanya sendiri karna dia sudah menyuruh Asistentnya untuk pulang, setelah masuk kedalam mobil Ethan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Dilihatnya kaca spion tengah seperti ada yang mengikutinya dari belakang Ethan menambahkan kecepatan di liatnya lagi kaca spionnya mobil tadi pun sudah tidak terlihat.


"Siapa kira-kira yang memataiku" gumamnya pelan.


Setelah sampai di pelantaran apartemen, Ethan langsung keluar dari dalam mobilnya dan menuju kelantai atas, setelah sampai Ethan langsung membuka pintu dan masuk.


Dilihatnya lampu ruang tamu yang menyala, sektika alisnya mengernyit heran padahal sebelum pergi lampunya tidak menyala, Ethan berjalan dengan perlahan mengendap dibalik pilar tidak ada siapapun. Lalu dia pun berjalan dan memasuki kamarnya, saat menyalakan lampu Ethan begitu terkejut melihat ada yang berbaring di ranjangnya. Perlahan Ethan menghampiri sosok yang berbaring saat Ethan semakin mendekat dan ingin membalikan tubuh orang yang tertidur, bersamaan pula orang yang tertidur membalikan tubuhnya dan membuka mata.


"Aaaaaaaaaaaaa,," Teriak mereka bersamaan.


Melihat Liona yang teriak, Ethan pun ikut teriak. Saat menyadari yang tidur diranjangnya adalah Liona dia pun langsung terdiam, dan baru ingat bahwa dia yang membawa Liona ke Apartemennya.


"Kenapa Kau berteriak?"


"Tuan sendiri kenapa berteriak?" bukannya menjawab Liona malah balik bertanya.


Ethan membersihkan diri setelah seharian berada diluaran sana. Setelah selsai Ethan keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang melilit dipinggangnya dan satu lagi yang ada dikepalanya sambil mengusap rambutnya yang basah, setelahnya dilemparnya handuk itu ke sembarang arah.


Liona yang melihat dari tempat tidur hanya bisa curi-curi pandang, takut akan berpikiran macam-macam dia pun menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.


Ethan yang melihat itu hanya acuh sambil mengambil pakaian santainya dari dalam lemari dan langsung memakainya, setelahnya Ethan keluar dari kamar menuju Pantry karna melewatkan makan malam dia pun hendak membuat makanan simple tapi matanya tertuju ke arah microwave terdapat sepageti, dipanaskannya sebentar lalu menyajikannya di atas meja makan tak lupa dia mengambil air putih. Setelah menghabiskan makanannya dia pun beranjak menuju kamar.


"Apakah dia sudah tidur" ucapnya pelan.


Dengan perlahan Ethan naik Ke atas tempat tidur.


Merasakan Kasur yang bergerak Liona membalikan badannya yang tadinya posisi miring kini telentang.


"Tuan kenapa anda Tidur disini?" tanya Liona.


"Lalu Aku harus tidur dimana hm!"


"Anda bisa tidur ditempat lain" ucap Liona yang mulai ketakutan.

__ADS_1


Ethan memicingkan matanya.


"Ini adalah kamarku dan ini adalah tempat tidurku. Aku mau tidur disini atau tidak itu bukan urusanmu." sambil merebahkan dirinya.


Liona hanya bergeming tidak menjawab ucapan Bossnya.


Dasar Boss Arogant seenak jidat sekali dia bilang ini tempat tidurnya ini kamarnya, apakah dia tidak canggung tidur dengan orang lain, apakah dia sudah terbiasa tidur dengan banyak wanita.


"Jangan mengumpati ku!" seru Ethan seperti cenayang tau apa yang ada dipikiran Liona.


Mata Liona melotot karna ketahuan mengumpat Bossnya didalam hati.


Apakah Dia peramal sampai bisa membaca isi hatiku.


"Tidak Tuan mana mungkin saya berani mengumpat Anda" ucapnya.


"Hm baguslah dan cepatlah tidur, atau kau mau kita.." sambil mendekatkan dirinya.


Liona yang melihat itu langsung beringsut mundur sampai mentok di atas kepala tempat tidurnya.


"Tuan apa yang Anda ingin lakukan?"


"Aku hanya ingin mengambil bantal, kau kira aku akan melakukan apa?" sambil mengambil bantal dan disusunnya di atas kepalanya lalu dia pun merebahkan dirinya.


"Cepat tidur jangan banyak berpikir atau aku akan melemparmu keluar dari sini" sambil memejamkan matanya.


Liona pun merebahkan dirinya dan membelakangi Ethan, setelah beberapa saat dia pun tertidur pulas.


Ethan membuka matanya dan melihat Liona yang dirasa sudah tertidur, setelah memastikan Liona tidak akan bangun Ethan pun secara perlahan menyusupkan tangannya di pinggang Liona ditariknya tubuh Liona hingga masuk ke dalam pelukannya setelah dirasa nyaman Ethan pun langsung tidur dengan pulas.


Dering ponsel yang begitu nyaring membangunkan Ethan, dengan malas Ethan menjawab panggilan tersebut.


"Hallo" dengan suara seraknya.


".........."


"Hm" lalu mematikan sambungan telpon.

__ADS_1


__ADS_2