
"Bagaimana Ella"
"Mmm..Ahh Liona ini sangat enak" Ucap Ella gugup.
"Benarkah,,Baiklah Aku akan mencobanya." Ucapnya antusias.
"Ehh Liona lebih baik tidak usah mencobanya" Cegah Ella dengan merebut sendok yang Akan masuk ke mulut Liona.
"Kenapa Kau melarangku" Ucap Liona.
"Itu,,lebih baik ka-" Ucapannya terputus saat mendengar suara langkah kaki.
Liona melihat Ethan berjalan ke arah pantry.
"Apa yang kau lakukan disitu?" Tanya Ethan melihat Liona yang memakai apron.
"Ah ini Tuan, Saya sedang membuat kue" Ucapnya antusias.
Ethan berjalan mendekat dan melihat kue buatan Liona. Sepertinya enak pikirnya.
"Apakah Anda mau mencicipinya?" Tawar Liona.
Melihat tampilan kue yang begitu menggoda akhirnya Ethan hanya menganggukan kepalanya. Dengan cepat Liona menyajikan kue itu kedalam piring tak lupa ditaruh garpu diatasnya lalu diserahkannya kue itu dan Ethan pun menerima.
Matilah aku.ucap Ella dalam hati sambil melimpir pergi dari sana.
Melihat mata Liona yang berbinar menunggunya memakan kue itu dengan cepat dimasukannya sesendok kue kedalam mulutnya. Dan...
"Bagaimana Tuan,?" Sambil menyatukan tangan ditaruhnya dibawah dagu,dengan senyum yang mengembang, Melihat senyuman Liona membuat Ethan terpesona.
"Enak,," Ucapnya tanpa sadar.
"Wah benarkah" Sambil tepuk tangan kecil.
Ethan terus memandanginya tanpa berkedip, Saat Liona akan memakan kue itu dengan reflek Ethan menahan tangan Liona.
"Jangan dimakan biar Aku yang habiskan!"
Liona yang mendengar itu tersenyum.
"Benarkah" Ucapnya.
__ADS_1
Ethan hanya mengangguk lalu mengambil sendok dari tangan Liona dan mengambil kue itu.
"Baiklah kalau begitu Saya akan mandi dulu Tuan" Ucapnya melepas apron dan berlalu dari sana.
Setelah melihat Liona yang masuk ke kamar, Ethan buru-buru ke wastafel memuntahkan kue itu dan berkumur-kumur.
"Apakah Dia tidak bisa membedakan gula sama garam! Ella.." Panggil Ethan.
Mendengar namanya dipanggil dengan cepat Dia keluar dari tempat persembunyiannya.
"Iya Tuan"
"Buang kue ini dan jangan sampai Liona melihatnya" Sambil berlalu dari sana.
"Huufftt..Untung-Untung" Bernafas dengan lega.
Klek..Ethan masuk kekamar bersamaan dengan Liona yang keluar dari dalam kamar mandi, Melihat Liona yang hanya memakai handuk yang memperlihatkan paha mulusnya dan tak lupa belahan dada Liona yang tidak tertutup sepenuhnya, Sukses membuat Ethan nelangsa tenggorokannya yang tiba-tiba kering seperti oscar yang dipadang tandus.
Liona yang melihat Ethan di ambang pintu mematung sambil menggenggam ujung handuknya agar tidak lepas, Ethan berjalan ke arah Liona perlahan tapi pasti, Ethan sampai dihadapan Liona, Melihat itu Liona memundurkan langakahnya Ethan pun ikut melangkah dan memepet Liona sampai ke tembok.
"Tu-Tuan.." Ucap Liona gugup.
"Hm.." Ucap Ethan dengan suara seraknya.
Ethan hanya diam Dia mengangkat dagu Liona dengan jari telunjuk dan jempolnya, Setelah mendongak di usapnya Bibir yang selalu membuatnya terhipnotis, Dengan perlahan Ethan memajukan wajahnya, Melihat itu Liona memejamkan matanya.
Cup..Bibir mereka menyatu,Liona yang merasakan itu melebarkan matanya tangannya mendorong dada Ethan tapi dengan sigap Ethan menahan tangan itu, Lalu satu tangannya menekan tengkuk Liona, Disesapnya Bibir Liona bawah atas Manis ucapnya dalam hati, Cukup lama Ethan menyesap bibir Liona lalu dilepaskannya, Seketika itu Liona meraup oksigen dengan terengah engah, Setelah cukup Ethan menlanjutkannya dengan menelusupkan lidahnya dan mengabsen deretan gigi Liona.
Ci**an Ethan semakin menuntut,Di tuntunnya Liona menuju ranjang tanpa melepaskan tautannya, Direbahkannya tubuh Liona dan dikukungnya tubuh itu, Ethan melepaskan tautannya dan beralih ke leher jenjang serta telinganya. Liona yang merasakan itu seketika meremang seperti ada aliran listrik yang menjalar di tubuhnya, Tangan Ethan tidak tinggal diam dirabanya paha Liona dan satu tangannya melepas lilitan handuk yang didada Liona, Setelah terlepas terlihatlah pemandangan yang begitu membuat jakunnya turun naik.
Dengan tidak sabaran Ethan menggengam Bola dunia yang berukuran genggaman tangannya begitu pas pikirnya. Lalu satunya di se***p sampai meninggalkan jejak.
"Ahhh" Satu des***n Lolos dari mulut Liona.
Mendengar Des***n Liona semakin bersemangat Ethan menulusuri apa yang ada didepan mata. Setelah merasa puas memainkan Bola dunia itu Ethan beralih ke lapangan yang tidak terlalu luas yang ditumbuhi rumput yang tertata rapi, Diusapnya dan dimainkannya dengan jari-jari terlatihnya sampai membuat Liona seperti cacing kepanasan tidak berselang lama Liona berteriak.
"Tuaaaann Sayaa mauu Akkhhh" Setelah merasakan Dunia melayang Liona langsung lemas.
Melihat Liona yang sudah mencapai Dunia, Ethan tidak menyiakan kesempatan dilepasnya semua yang melekat ditubuhnya sehingga kini mereka sama sama Transfaran.
Liona yang melihat senjata laras panjang Ethan pun terkejut, Karna yang dilihat terakhir kali tidak sepanjang dan sebesar itu.
__ADS_1
"Kenpa besar sekali" Ucap Liona bergidik ngeri.
Ethan yang mendengar ucapan Liona pun merasa bangga, Tidak menjawab ucapan Liona, Ethan meraup bibir Liona dengan ganas. Liona yang mebdapatkan serangan itu gelagapan karna tidak bisa mengimbangi permainan Ethan. Setelah puas Ethan menuntun sang senjata menuju lapangan sepetak setelah berada dipintunya Ethan memejamkan mata merasakan nikmat luar biasa,Ah ini nikmat sekali,Di dorong dengan pelan senjatanya Ah sempit sekali Didorongnya lagi.
"Awww Sakiit Tuaann!!!" Teriak Liona.
Melihat Liona kesakitan Ethan berhenti, Diraupnya kembali Bibir Liona setelah dirasa Liona mulai menikmati permainannya Diapun kembali Mendorong Senjatanya. Merasakan itu seketika Liona menggigit bibir bawah Ethan dan mencakar punggungnya.
Dengan sekali hentakan Ethan menerobos gawang Liona dan..
"Aaaaaaaaa" mereka sama sama teriak.
Liona berteriak karna merasakan begitu sakit seperti disayat. Sedangkan Ethan berteriak Karna bibirnya yang di gigit begitu kuat,mungkin sekarang bibirnya berdarah. Tapi rasa sakit itu dikalahkan oleh rasa nikmat yang luar biasa, Ethan mendiamkan sesaat dan meresapi hangatnya lapangan Liona,Setelah itu Ethan berlari menuju angkasa untuk meraih kenikmatan yang tiada tara.
......................
London.
Disebuah kamar Hotel,"huuff lelah sekali rasanya" Ucapnya sambil melepaskan jas,dasi,jam tangan, Lalu mengambil Ponselnya.
Tuuuuttt.......Tuuutt.....Tuuut....
"Hallo Dad."
"Sayang"
"Iya kenapa Dad" Sambung Emma.
"Aku merindukanmu sayang" Ucap Mr.Dean.
"Ohh Daddy,, Mommy juga sangat merindukanmu"
"Satu minggu lagi kerjaan Daddy selsai, Apa Mommy tidak mau berlibur?" Jika Mr.Dean menawarkan untuk berlibur itu artinya Dia ingin quality time bersama istrinya.
"Apakah Daddy mengajak ku bulan madu?" Tanya Emma balik.
"Hm..Ya Aku ingin punya waktu berdua denganmu"
"Ah Daddy,,Mommy semakin mencintaimu" Ucapnya sambil tersenyum malu malu.
"Aku pun semakin mencintaimu Mom"
__ADS_1
"Apakah Daddy udah makan malam?" Tanya Emma.
"Tentu Sayang Aku harus menjaga stamina ku sampe Aku pulang nanti" Mengerti arah pembicaraan Suaminya wajah Emma memerah membayangkannya, Suaminya itu tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang.