Terjebak With Mafia Arrogant

Terjebak With Mafia Arrogant
Bab 9


__ADS_3

Dilihatnya jam 3:23 am, dia tidur baru dua jam, di lihatnya Liona yang kini memeluk pinggangnya begitu erat, tangannya terulur mengelus bibir yang slalu membuatnya terhipnotis. Tidak ingin berlama-lama, di lepaskan tangan yang memeluk pinggangnya, dengan hati-hati takut kalau Liona terbangun, setelah berhasil lepas Ethan turun dan masuk ke kamar mandi.


Setelah selsai dan bersiap, Ethan langsung keluar turun ke besament. Ethan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, setelah melakukan perjalanan singkat, kini dia sudah sampai di markasnya.


"Apa kalian sudah siap? dan jangan lupa persediaan senjata!" ucapnya. Kini dia juga bersiap-siap sambil memeriksa perlengkapan senjatanya yang berupa KALISHNAKOV AK-47, sedangkan anak buahnya memegang COLT M-4 SOPMOD, Boston sendiri memilih OTS-39.


Tidak menyia-nyiakan waktu, mereka langsung berangkat ke perbatasan. Ya, saat ini perbatasan wilayah Black sadow sedang di serang oleh musuh.


Setelah sampai, mereka langsung menyerang para musuh, baku tembak tak terelakan, serangan demi serangan dilakukan oleh anak buah Black sadow, satu per satu musuh pun tumbang, sedangkan Ethan melawan ketua musuh itu dengan tangan kosong.


"Jangan jadi pengecut! Jika kau berani sini lawan aku dengan tangan kosong!" tukas Ethan.


Sang ketua dari musuh itu menyeringai, lalu membuang senjatanya, dia bersiap-siap untuk menyerang Ethan. Dengan sigap Ethan mengelak, Ketua itu berang, lalu menyerang dengan melayangkan pukulan, tapi dengan cepat Ethan menghindar dan balik menyerang, dilayangkannya tinju tepat dirahangnya lalu dengan cepat Ethan mengunci tangan ketua itu agar tidak bisa berkutik. Tapi dari bekalang, anak buah ketua itu akan menghujam benda tajam ke arah Ethan dan.


Dor


Dor


Dor


Suara tembakan yang mengenai punggung anak buah musuh itu terkapar di tempat, Ethan melihat bahwa Boston lah yang menembak musuh tersebut.


"Terimaksih Boston." ucap Ethan.


"Itu sudah menjadi tanggung jawab Saya Tuan, untuk melindungi Anda."


Pertarungan itupun di menangkan oleh Black Sadow, sedangkan anak buah Black sadow sebagian ada yang terluka. Tidak lupa mereka membawa Ketua musuh itu untuk diintrogasi! setelah urusan penyerangan selsai Ethan dan Boston beserta anak buahnya pergi meningglakan perbatasan, tidak lupa Ethan menyuruh anak buahnya untuk membereskan kekacauan itu.


......................


"Hmmm huaaamm" Liona menggeliat.


"Jam berapa ini?" sambil mengucek mata, Lalu melihat jam yang ternyata sudah jam tujuh pagi.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


"Pagi Nona," sapa pelayan yang bernama Ella.


"Pagi juga Ella, sudah ku bilang panggil Aku Liona! Aku tidak nyaman dengan panggilan itu!" ucapnya.


"Maafkan saya No- eh Liona."


"Itu lebih bagus Ella." sambil tersenyum ke arah pelayannya itu.


"Mari saya bantu anda untuk ke kamar mandi." sambil membantu Liona dan memapahnya ke kamar mandi, saat berjalan Liona tiba-tiba berhenti.


"Ella dimana tuan Ethan?" tanya Liona.


"Saya tidak melihat siapaun disini Liona." jawab Ella.


Sejak kapan dia pergi, ahh sudahlah ngapain Aku mikirin Dia. Batinnya.


Sambil melanjutkan jalan, dengan hati-hati Liona dipapah kearah kamar mandi. "Ella Aku akan menyelesaikan ini! Kamu tidak perlu membantuku." kata Liona saat sudah sampai didalam kamar mandi.


"Tapi Liona, nanti terjadi sesuatu sama kamu!" serunya khawatir. Ella begitu cemas, melihat kaki Liona yang masi membengkak.


"Tidak usah risau. Aku bisa melakukannya, lebih baik kamu menunggu di luar, nanti kalau aku butuh bantuan aku akan memanggil kamu." ucap Liona meyakinkan Ella.


"Ella.. Aku sudah selsai!" panggil Liona.


Ella lalu menghampiri Liona, dan memapahnya untuk keluar, setelah duduk di sofa terdengar suara bel berbunyi. "Sebentar Liona sepertinya ada tamu," lalu Ella keluar dab menuju pintu depan. Di lihatnya seseorang mengantar barang.


"Permisi. Saya mau mengantar barang pesanan atas nama Ethan Lawrence." ucap seorang kurir.


"Oh ya terimaksih" sambil mengambil barang itu.


Setelah kurir itu pergi, Ella buru-buru masuk ke kamar Liona dan menyerahkan barang yang berupa kotak.


"Lioan ini ada kiriman dari tuan Ethan!" lalu menyerahkan barang itu.


"Apa itu?" tanya Liona.


"Buka saja" suruh Ella.


Liona pun membuka kotak itu, setelah terbuka terdapat ada tiga buah dress serta pakaian dalam, di lihatnya ada sebuah kartu ucapan. Pakailah pakaian itu, nanti aku akan membawakan mu lebih banyak. Ethan.

__ADS_1


Apakah Aku akan terjebak selamanya. ucap Liona dalam hati.


"Liona ada apa? Kenapa diam?" tanya Ella.


"Ah.. Oh tidak Ella, aku akan memakai pakaian ini," ucapnya tersenyum canggung.


"Baiklah aku akan membawakanmu sarapan" ucap Ella, dan beranjak dari sana.


......................


Di Kantor.


"Apakah kiriman ku sudah sampai?" tanya Ethan.


"Sudah Tuan" jawab Dalton.


"Hm.. Baiklah lanjutkan pekerjaan mu!"


"Permisi Tuan." keluar dari ruangan Boss nya.


"Apa spesialnya wanita itu? Apa karna mirip dengan, ah tidak-tidak, bukankah tuan Ethan sangat membencinya!" sambil mengehala nafas, lalu melanjutkan pekerjaan nya.


Sedangkan diruangan berbeda, saat ini Ethan memandangi selembar poto yang dia Ambil dari dalam laci.


"Setelah sekian lama akhinya aku mendapatkan penggantimu!" ucapnya. Sambil memndangi poto itu dengan penuh kebencian dan juga dengan penuh cinta.


Lalu Ethan memasukan poto itu kedalam laci, dan menguncinya dengan rapat. Dia menghela nafas ada rasa sesak di dalam dadanya.


"Aku tidak akan pernah lupa akan pengkhianatan kalian!" tidak ingin berlarut-larut. Ethan pun mulai sibuk dengan pekerjaannya, tidak hanya sebagai Ketua Mafia, Ethan juga menjadi CEO ternama di negaranya. maka dari itu Ethan tidak ada waktu untuk main-main dia hanya sibuk dengan pekerjaan yang dia geluti.


......................


Sudah sore hari, Liona hanya berdiam diri di dalam kamar, saat ini dia begitu bosan ingin keluar dari kamar, tapi tidak di ijinkan karna sudah di ultimatum! oleh Ethan. Yang dia lakukan hanya membaca buku, seperti saat ini dia sedang membaca buku sejarah, yang dia temukan di rak khusus tempat buku didalam kamar Ethan. Sesekali dia membenarkan kacamatanya yang melorot dari hidungnya.


kleek... Suara pintu terbuka, terlihat Ethan yang begitu kusut, karna capek kurang tidur serta pekerjaan di kantor yang begitu banyak.


Liona yang melihatnya langsung menutup buku. Dia hanya diam tidak tau mau berbuat apa.


Mata Ethan tertuju pada Liona dan perhatiannya tertuju pada dress yang dipakai Liona.

__ADS_1


"Cantik." ucapnya.


__ADS_2