Terjebak With Mafia Arrogant

Terjebak With Mafia Arrogant
Bab 34


__ADS_3

Plaakk..


"Kau.. " Amarah James melambung, namun tertahan saat melihat Evelyne mengusap sudut matanya dan berlalu dari sana.


James hanya mematung, setelah kepergian Evelyne. James mengusap pipinya yang terasa kebas akibat layangan yang cukup kuat dari Evelyne.


"Bodoh! Kenapa aku bisa tergoda sama gadis tengil itu! Tapi bibirnya manis apa jangan-jangan ini ciuman pertamanya?" monolognya.


Sedangkan Evelyne saat ini dia sedang menggosok bibirnya di atas wastafel. "Dasar srigala bedebah! Astaga! Ciuman pertama ku di ambil olehnya." menyalakan air keran lalu membasuh mukanya.


Setelah James sudah rapi kini ia berada di meja makan, tapi tunggu! Yang menyajikan sarapan bukan Evelyne. "Dimana Evelyne?" tanya James, kepada pelayan yang sedang menuangkan teh.


"Dia belum turun Tuan." ucap pelayan itu.


...Apakah dia marah? ...


"Ya sudah." ucapnya sambil mengibas kan tangan nya.


James sarapan dengan diam, tapi ia merasa ada yang kurang. Karna setiap sarapan pasti mendengar celotehan pelayan pribadinya. Ia menghela nafas dan beranjak dari sana berjalan menuju kamar gadis itu. Tanpa permisi James membuka pintu kamar dan masuk, James mengerutkan keningnya tidak ada orang di dalam kamar. Lalu kemana gadis itu pikirnya.

__ADS_1


James keluar dan mengitari rumahnya, orang yang di cari sekarang ada di taman samping rumahnya, sedang tertawa dengan tukang kebun. Yang membuat dadanya bergerumuh, amarahnya tiba-tiba memuncak melihat pemandangan dimana Evelyne tertawa riang sambil menepuk bahu sang tukang kebun. James berjalan sambil menahan amarah dan mengeraskan rahangnya, tanpa basa basi James menarik tangan Evelyne dan menyeretnya masuk ke dalam. Sebelum itu James berbalik melihat tukang kebun dengan tatapan tajamnya, setelah itu James berjalan.


"Tuan, sakit!" seru Evelyne.


James tidak mendengar perkataan pelayannya itu yang mengaduh sakit. Sampai di kamar James menghempaskan tangan Evelyne dan mendorong gadis itu sehingga jatuh ke atas kasur, lalu James dengan cepat mengukung tubuh mungilnya.


"Tu-Tuan apa yang anda lakukan." ucap Evelyne yang ketakutan.


"Berani sekali kau tertawa dengan tukang kebun itu!" James berbicara melalui sela-sela giginya.


Evelyne yang belum mengerti bingung, apa masalahnya pikir nya. Dan kenapa juga Tuannya ini marah berlebihan.


James dibuat bergeming, ia baru sadar kenapa bisa semarah itu melihat Evelyne tertawa dengan tukang kebunnya. Ia lalu beranjak dari kukungannya.


"Dengar! Tugas mu hanya melayani ku! Jika kau tidak sanggup maka pergilah dari sini." ucapnya yang sudah melunak.


Evelyne yang sudah mengerti kenapa James marah hanya mengagguk, tapi bukan kah itu terlalu berlebihan. Melihat bagaimana James yang marah hanya karna dia tertawa dengan tukang kebun.


"Tapi tidak seharunya Anda menyeretku seperti tadi! Anda bisa memanggil ku bukan." masi punya nyali untuk menjawab James.

__ADS_1


Amarah James yang sudah reda kini tersulut, mengingat. Bagaimana Evelyne yang tertawa riang.


"Jangan sekali-kali kau tertawa dengan pria lain mengerti!"


"Apa masalahnya aku tert-" ucapannya tertahan karna bibirnya langsung di bungkam oleh bibir James. Evelyne yang mendapat serangan tak terduga mematung namun detik selanjutnya tangan nya hendak mendorong dada James, namun dengan sigap James menahan tangan itu. Dan dengan lembut James me-lum-at bibir Evelyne, mendapat perlakuan seperti itu membuat Evelyne memejamkan matanya.


Sialan bagaimana cara lepas dari srigala ini, brengsek sudah dua kali dia mencium ku. Otaknya berpikir keras untuk bisa melepaskan tautan bibir mereka.


Dirasa Evelyne sudah menikmati ciuman mereka, James melepaskan tangan Evelyne yang di cengkramnya. Tidak menyiakan kesempatan Evelyne meraih tengkuk James dan dengan hitungan detik Evelyne menghentakan kepalalnya ke kepala James.


Duuk..


"Shiiiittt..." umpat James mengusap keningnya dan merasakan keningnya nyeri.


Melihat kesempatan Evelyne langsung kabur dari sana. James yang melihat Evelyne kabur tentu saja langsung emosi.


"EVELYNE...." teriak James.


__ADS_1


__ADS_2