
Van mengetuk pintu kamar ayahnya
"assalamungalaikum ayah"salam van langsung masuk
Terlihat sang ayah yang sedang duduk di kursi roda memandang ke jendela dengan pandangan kosong
Van langsung menghampiri ayahnya
"ayah ini van"ucap van
"adek kamu ko ngga ikut pulang van?"tanya ayah
deg
Seketika seorang van yang dianggap kulkas menangis didepan ayahnya
"sampai kapan ayah ngga mau nerima kenyataan ini yah,sampai kapan"lirih van
"ayah yang salah harusnya ngga ngusir kalian dulu,tapi kamu juga salah harusnya kalo mau pulang adikmu diajak dongg van"ucap ayah van dengan tatapan kosong
Tiba-tiba om van masuk
"udah van,ayah kamu ngga akan mampu menerima kenyataan ini"jelas paman van
"sampai kapan om,setiap pulang ayah selalu tanya nafi terus,van cape om"ucap van dengan menangis
Nafi adalah adik laki-laki van
om van langsung memeluk van yang masih menangis
waktu sholat asar tiba,van langsung menunaikannya dengan pelan-pelan
doa van setelah sholat
__ADS_1
"ya alloh van minta sembuhkan ayah van yalloh,tesa bilang alloh bakal ganti apa yang alloh ambil dari van,van cuman minta kesembuhan ayah van ya alloh"doa van dengan menangis
"jadi tesa namanya?"tanya paman van"yang bisa bikin van tunduk pada tuhannya"
Van menoleh pergi begitu saja dan mengabaikan pamnnya
"jangan terlambat van,tesa bs diambil orang lain,kutub utara aja bs dia lelehin apa lagi padang pasir yang udah panas"teriak paman van
Entah apa yang van pikirkan sampai benar-benar mendengarkan ucapan pamannya itu.dia menelvon tesa dan mengungkapkannya
Flasback off
Tesa yang baru masuk dan melihat mata izmi menatapnya dengan tatapan penuh pertannyaan
"ada apa mii,ko natap gue kaya gitu si"bingung tesa
"tadi ponsel lo bunyi,terus gue angkat dan ternyata itu van"jelas izmi dengan tatapan kosong
Tesa terkejut mendengar itu
tesa langsung menahan tangan izmi
"miii dengeri gue dulu mii,janhan salah paham oke"tegang tesa
"salam paham apa lagi hah,dari kemaren sebenernya gue itu curiga cuman gue selalu positif thingking saa,tapi nyatanya sekarang apa hah"bentak izmi
"lo tahu gue kaya apa kan miii,gue ngga bakal kaya gitu"ucap tesa sambil menangis
"ngga usah munafik saa,covernya aja yang bagus tapi isinya busuk"maki izmii
"miii ngga kaya gitu ko,gue mohon dengerin gue dulu"tangis histeris tesa
"ngga butuh saa"ucap izmii langsung pergi
__ADS_1
Tesa menangis sejadi-jadinya
"kenapa,kenapa ya alloh?"tangis tesa
Esok harinya
Tesa sudah siap untuk berangkat sekolah tapi dia bingung nebeng siapa,izmi sangat marah padanya.
tiba-tiba susi datang kerumah tesa mengantarkan sarapan
"assalamungalaikum tesaa"salam susi
"wangalaikumsalam"jawab tesa
"saa nih gue bawain makanan,buat bekel aja takut lo kesiangan udah jam segini soalnya"usul susi
"makasih ya sus,gue boleh minta tolong ngga sus"tanya tesa
"apaan?"susi
"lo bs anterin gue sekolah ngga?"tesa
"bs ko,tumben ngga bareng izmi?"kepo susi
"kepo lo sus udah ayo cepet,telat ntar"ucap tesa
"iya iya"susi langsung berlari mengambil motor
Mereka sudah berangkat
"makasih ya sus ntar gue ganti pake uang deh"ucap tesa
"ngga usah sebagai sesama saudara kita haru saling menmbantu ya ngga"susi
__ADS_1
"yoiii"saut tesa