
Beberapa menit berlalu ayah tezi dan sang dokter datang
"kok ada om sama dokter juga"tanya izmi
"om dapet telvon dari tezi,kalo izmi pingsan"jelas ayah teลบi
Van langsung berlari masuk tanpa memedulikan semua orang
"van"panggil renal langsung menyusul
"gue juga ikut ke dalem"izzmi langsung masuk
"ada apa si ini"bingung ayah tezi
Cklek
Suara pintu kamar tesa dibuka seseorang
"saaaa"panggil van dengan lembut sambil mendekati tesaa
"stop,jangan deketin tesaa okey?"tezi benar-benar marah
Disusul renal dan izmi masuk lalu sang dokter dan ayah tezi
"permisi"izin dokter
Semua menyingkir dari jalan dan melihat tesa menjalani prawatan dari dokter
Selama menyaksikan tesa menjalani perawatan semua orang menangis dalam diam
"guee salah saaa"batin Renal menahan tangiss
Beberapa menit kemudian
"haaaaaaaaah"sang dokter menghela nafas
"kenapa dok?"tanya ayah tezi
"dia pingsan karena mentalnya benar-benar tertekan,atau mungkin dia punya trauma?"tanya dokter sambil menoleh ke ayah tezi
__ADS_1
Seketika ayah tezi dan tezi saling bertatapan
"iya dok,dia hampir dilecehkan"jelas ayah tezi dengan menundukan kepala
Izmi dan Van seperti disamber petir mendengar ucapan ayah tezi
Van menatap Renal begitu dalam dannn
Bugghh
Renal terjatuh karena pukulan Van diwajah
"kenapa lo ngga bilang hah"bentak van pada Renal
Tezi mendekati Renal dan Van,sedang izmi langsung berlari mendekati izmi
"saaaaa gue mohon buka mata looo"tangis izmi sambil memegang tangan tesa
"guee mohonnn saa"sambung izmii
"kalian berdua kaya anak kecil,keluar dari sini"titah Tezi dengan nada rendah
tiba-tiba
Ceeep,seketika semua diam๐
"jadi bagaimana dok?"tanya ayah tezi
"jika mengenai kesehatan tubuhnya baik-baik saja yang menyebabkan dia pingsan adalah pikirannyayang berarti bisa saja trauma"
"apa dia pernah mencoba bunuh diri?"tanya dokter pada semua orang
"ngga pernah dok,tapi tesa pernah bilang pengin mati,selalu aja gitu kalo ada masalah"jelas tezi
"setelah keadannya membaik sebaiknya dia dibawa ke psikolog apalagi jika trauma pelecehan kemungkinan besar korbannya mengalami trauma mendalam meski rerlihat baik-baik saja"
"dan untuk saat ini biarkan dia memejamkan matanya agar mentalnya kembali tenang"dokter
"tapi dia bakal bangun kan dok?"tanya izmi
__ADS_1
"dia akan bangun dengan sendirinya"
Setelah dokter menyuntikan vitamin pada Tesa,dokter langsung berpamitan
"salah satu harus ada yang menjaga Tesa,jadi siapa?"ayah tezi
Semua mengacung
ayah tezi mengehelah nafas
"baiklah tapi kalian cowo diluar dan izmi yang menemani tesa dikamar,kalian mengerti?"
"iyaaa"semua
Sekarang ayah tezi pergi dan hanya ada izmi dan Tesa dikamar
"saa bangun yaaa,kerajaan maaih butuh sang ratu"bisik lembut izmi ditelinga tesa
Izmi membaringkan tubuhnya dan memeluk tubuh Tesa,tidak sengaja izmi tertidur
Tezi masuk kamar untuk memastikan Tesaa
Dia tersenyum melihat pemandangan itu
"coba aja,persahabatan kalian terus kaya gini,Tesa pasti ngga semenderita ini"batin tezi
"kenapa tezz?"tanya Renal
"ngga,kalian mau sampai kapan disini,rumah kalian kan jauh?"tezi
"sampai Tesa sadar kalo bisa sampai dia sembuh"Van
"๐๐๐"Renal
"yakiin?"tezii
"lo siapanya Tesaa?"ketus van
"ngga penting" tezi
__ADS_1
"udah diem"Renal
Bersambung