TESAERI DININGRAT

TESAERI DININGRAT
DEKAT


__ADS_3

Hari Tesa mulai bekerja di rumah Tezi


"assalamungalaikum Tezii"Teriak Tesa di luar gerbang


"wangalikumsalam"saut ayah Tezi segera membukakan pintu gerbang


"ayo masuk saaa"ajak ayah Tezi


"iya om"Tesa


"kamu ngga papa kerja disini saaa?"tanya ayah Tezi tiba-tiba


"ngga papa kok om"jawab Tesa sambil Tersenyum


"Tez ini Tesa"panggil ayah Tezi


Tezi langsung berlari menghampiri Tesa


"om tinggal ya Tes masih banyak kerjaan soalnya,Tezi yang ngasih tahu semua kerjaan kamu"izin Tesa


"iiya om"jawab Tesa


Ayah Tezi pergi sekarang tinggal mereka berdua


"ayo ikutin gue Tesa"ajak Tezi


Tesa mengikuti Tezi yang membawanya ke ruangan khusus strika


"ini semua baju yang harus lo kerjain saa"tunjuk Tezi pada 2 bak pakaian bersih


"gilaa banyak amatt bajunya gue kira paling berapa biji doang"batin Tesa


"kenapa saa?"tanya Tezi melihat Tesa termangu


"ohh ngga papa Tez"buyar lamunan Tesa


"maklumi ya saa soalnya keluarga gue banyak banget acara jadi gonta ganti baju terus dee"Terang Tezi tidak enak


"sains aja tez namanya juga kerja"Tesa


"yaudah gue tinggal yaaa"ucap Tezi berlalu


Tesa langsung mengerjakan tugasnya itu


Cuaca hari ini sangat panas.Terlihat keringat menetes deras dari tubuh Tesa,bagaimana tidak dia harus berdiri berjam-jam dan berhadapan dengan setrika yang panas


Sekitar 1 jam setengah Tezi kembali ke ruangan Tesa,dia membawa makanan dan minuman tapi ada satu pemandangan yang mengiris hati


Tesa yang terus menyetrika dengan terus mengelap keringat dengan lengan bajunya,mempertahankan kerudungnya meski begitu panas

__ADS_1


"saa lo ternyata cewe kuat ya saa,gue bangga punya sahabat kaya lo saa"batin Tezi sedikit ngilu melihat keadaan Tesa


"Baginda ratu"panggil Tezi masuk


Tesa menghentikan kegiatannya


"iya Tez"saut Tesa


"gue bawa cemilan,ngemil dulu yuuk"ajak Tezi


"emang ngga papa Tez?"tanya Tesa di jam kerjannya


"ya ngga papa lah saa,sains aja kali"santai Tezi


Tesa mematikan strika dan ikut Tezi duduk di dekat jendela


Mereka berdua duduk bersampingan dengan jarak aman sambil melihat pemandangan luar jendela dibarengi ngemil


"keren juga halaman lo Tezz"celetuk Tesa


"selera ayah gue lo bilang keren,kuno tahu"Tezi


"ngga lah ini bagus tahu"nyonyor Tesa😫😫


"serah lo aja lah saa"tezi tanpa melihat wajah Tesa dan fokus melihat luar


Tesa yang tidak sengaja melihat wajah Tezi,dia termangu menatap begitu dalam wajah sahabatnya dengan menahan sesuatu didadanya


"kenapa saa?"tanya Tezi


"ngga Tez,ya udah gue lajut yaa biar cepet kelar"ucap Tesa sambil berdiri


"iya"jawab Tezi membereskan bekas mereka ngemil dan pergi


"ngga Tess,ngga boleh lo harus sadar diri okey?"batin Tesa pada diri sendiri


Tesa melanjutkan kerjaannya


Tesa sudah selesai dengan kerjaanya,dia melihat jam diponselnya terlihat masih ada 30 menit sebelum asar


Tesa memutuskan menemui Tezi


"kamar Tezi dimana yaa"gumam Tesa bingung mau kemana


Tiba-tiba ada seorang ibu belum terlalu tua dia adalah Art sekaligus juru masak dirunah Tezi


"nak Tesa yaaa?"tanya ART tersebyt


"iya bu"

__ADS_1


"lagi cari apa?,kayaknya bingung gitu looh"ART


"cari kamar Tezi bu soalnya mau belajar privat"terang Tesa


"kamar nak Tezi itu nduu"tunjuk ART pada kamar berjarak 2 kamar daŕi ruang setrika


"makasih buu,ohh ya buu baju setrikanya masih didalem bu"ucap Tesa


"oohh iya mbaa biar ibu ajaa yang beresin ini tugas ibu kok"Art


Tesa segera menuju kamar Tezi


Tok tok


"Tez"panggil Tesa


cklek


"iya saa"Tezi


"gue udah selesai niih katanya mau privat"Tesa


"masuk aja saa,di kamar belajarnya"Tezi


"gila ngga mau gue tez ntar jadi fitnah lagi"hobah Tesa


"belajarnya di balkon lagian pintunya gue buka aja saa"jelas Tezi


Mereka pun belajar bersama dibalkon dengan pintu kamar tezi dibuka agar tidak terjadi salah paham


"wahh cerdas lo saa,bisa ketemu jawaban nomor 11"girang Tezi


"udah selesaikan gue pulang yaa"pamit Tesa


"ngga makan dulu saaa?"Tezi


"ngga Tez makasih mau langsung pulang aja"ucap Tesa sambil menggendong tas


Mereka berdua turun bersama ke bawah,ketika diruang tamu mereka berpapasan dengna ibu Tezi yang baru pulang


Tesa langsung mencium tangan ibu Tezi,namun syangnya ibu Tezi menatap Tesa sedikit sinis


"pulang Tes?"basa basi ibu Tezi


"iya tan"


Ibu Tezi langsung berlalu begitu saja,namun Tesa memang sudah tahu kalo ibu Tezi tidak suka dengannya


Bersambungg

__ADS_1


Pemberitahuan bahwa pekrjaan ibu Tezi sebagai salah satu anggota desa di desanya


__ADS_2