TESAERI DININGRAT

TESAERI DININGRAT
kesendirian


__ADS_3

Di perjalanan ke Ruang UKS Van berpapasan dengan Tesa yang sudah keluar,tapi Tesa mengabaikan dan melewati Van


"Tesaeri"panggil Van


Tesa langsung berhenti


"iya"jawab Tesa


"maaf"lirih Van


posisi mereka saling membelakangi


"what for?"tanya Tesa


"karena udah lancang dan bikin lo sama Izmi ribut"jelas Van


"lancang karena udah ngungkapin perasaan lo ke gue?"tanya Tesa


"iya"ucap van dengan menunduk


"kalo menyukai itu kesalahan harusnya ngga ada yang bahagia di dunia ini Van,karena orang-orang mestinya hidup dengan apa yang mereka benci"terang Tesa


"tapi coba liat banyak orang yang bahagia karena mereka hidup dengan apa yang mereka sukai,dan soal mengungkapkan itu hak lo"sambung Tesa


"tapii saaa"ucapan Van


"dan soal masalah gue sama Izmi ini salah paham ko,lo ngga usah khawatir"ucap Tesa


Renal tidak jauh dari mereka mendengar semuanya,lagi-lagi dibuat kagum dirinya oleh seorang Tesa


"gue pernah denger kalo orang yang berkata bijak itu orang yang sebenernya punya banyak derita,sebanyak apa derita lo saa"batin Renal


Waktu pulang sekolah tiba


Tesa pulang naik bus umum yang biasa berhenti tidak jauh dari sekolahannya.dia tidak ke tempat kerja tapi langsung pulang dan menelvon seseorang


Tesa sudah meminta izin kepada kak Yohan


"assalamungalaikum abah"salam tesa dengan tangisan


"wangalikumsalam ada apa nduu ko nangiis?"tanya abah

__ADS_1


"Tesa pengin masuk pesantren yang abah tawarin dulu masih boleh ngga bah?"Tesa


"ada masalah apa?,pesantren yang abah tawarin untuk belajar ilmu agama bukan jadi pelarian dari masalah Tesa"jelas abah dengan lemah lembut


"Tesa pengin belajar lebih banyak soal agama bah"jelas tesa


Meski begitu Abah tidak langsung menyetujui keinginan Tesa.Abah tidak ingin Tesa jadikan pesantren sebagai pelampiasan semata


"sekali lagi abah tanya Tesa mau dipesanteren beneran apa ngga?"tanya abah dengan tegas


Seketika Tesa yang menangis terdiam mendengar suara tegas Abah,karena beliau terkenal lemah lembut dan jarang bersikap tegas


Satu yang Tesa pikirkan,dia telah membuat Abah gurunya benar-benar marah.Bagi Tesa kemarahan gurunya adalah hal besar


"Tesaa minta maaf bahh,tesa bikin abah marah.Tesa ngga akan masuk ke pesantren kok bah,maaaf"ucap tesa dengan menangis


"Abah ngga marah,abah ngga pengin Tesa jadiin pesantren sebagai pelampiasaan"jelas abah dengan lemah lembut


"iya bah tesa paham,tesa matiin telvonnya ya bah,assalamungalaikum"tesa


"wangalaikumsalam"jawab Abah


Tapi abah tidak diam saja.Abah langsung menelvon Tezi agar mendatangi Tesa


Tanpa mengucapkan salam Tezi langsung masuk rumah tesa


"saaa lo dimana"teriak Tezi


"tesaaa"lagi Tezii


Tapi tidak ada suara sedikit pun.Tezi mengecek setiap ruangan dan menemukan Tesa tergeletak lemah di lantai kamarnya


"tesaaa"Tezi langsung menghampiri


Tesa belum makan dari kemarin sore,terlalu banyak pikiran,dan menangis terus menerus membuat keadaanya antar sadar dan tidak sadar


"jangan sentuh gue zii"lirih tesa ketika tezi akan mengangkat tubuhnya ke atas kasur


"persetan sama itu semua saa"ucap Tezi dan tidak mendengarkan tesa


"ini minum dulu"tezi sambil menyodorkan minum yang dia ambil di dapur

__ADS_1


"lo udah makan?"tanya Tezi


Tesa menggelengkan kepala


dengan cepat Teziii membeli makanan dan kembali


"ini gue beliin pecel sama gorengannya"lemah lembut Tezi


"ngga mau zii"tolak tesa


"kenapa?,Abah yang minta gue dateng kesini yakin lo ngga mau makan?"tanya tezi


Tanpa aba-aba Tesa langsung memakannya


Tezij hanya rersenyum melihat tingkah laku tesa dia memang tidak bisa menolak keinginan gurunyaaa


Tesa selesai makan


"lo kenapa si saa sampai kaya gini?,mikirin pacar?"ejek tezi


"apaan si lo zii,ngawur tahuu"ucap tesa dengan volume kecil karena masih lemas


"lo tuh yang ngawur hampir aja lo matii saaa,kan ngrepotin kalo lo mati diem-diem saa"cañda tezi


Tesa tertawa mendengan ocehan tezi


"gitu dong senyum,gue yakiin pangeran lo disurga lagi cemburu sam gue gegara gue bikin lo senyum"bangga Tezi


"gue kangen mamah sama papah ziii,pengin nemuin mereka rasanya"celetuk tesa membuat tezi terdiam


"ya temuin lah ke makam"ucap tezi


"gue pengin lebih dari itu zii"lirih Tesa


"ngga usah berlebihan,masjh banyak yang sayang sama lo,contohnya pak ustadz sama abah"rayu tezi


"ngga usah bawa-bawa mereka si tezz"ucap tesa dengan tersenyum


"lagain lo cuman nurut sama mereka berdua"jelas tesa


"kalo ngga sama mereka gue harus nurut sama siapa lagi tezzii"ucap tezaa

__ADS_1


Jangan lupa komentar dengan bijak ya frieds🤗🤗🤗


Bersambung


__ADS_2