
Besok harinya
Rencana Van dan Renal benar-benar diluar dugaan,bagaimana tidak niat mereka menyelesaikan masalah justru gagal
"Nal gimana nih,Tesa ngga berangkat"resah Van
"yang punya masalah siapa,gue yang stress"keluh Renal
"gue tanya izmi ya kenapa Tesa ngg berangkat"ucap Van
"stop it"larang Renal
"jangan buat izmi salah paham lagi,biar gue yang nanya"saran Renal
"kenapa kesannya gue kek pacarnya izmi sih harus jaga perasaan"pikir Van
"bukan gitu,kita itu mau nyelesein kesalah paham,jadi jangan nambah salah paham"jelas Renal
"serah lo lah Nal"pasrah Van
Renal menghampiri Izmi
"oiii miii Tesa kok ngga berangakat?"tanya Renal
"mana gue tahu"ketus Izmi,meskipun ada benci tapi Izmi sedikit khawatir
Renal kembali ke Van
"izmi juga ngga tahu Van"terang Renal
Van yang benar-benar khawatir pada Tesa membuat pikirnya kacau dan murka pada izmi,dia seketika menghampiri izmi dan menarik paksa tangannya
__ADS_1
"van apa-apaan sih,berhenti Van"kesal Izmi
Tapi van tetap membawa pergi Izmi ke depan mushola yang sepi
"lo apain tesa sih mii"murka Van
"sampai dia kayak gini"sambung Van
"kenapa lo nyalahin gue"ngegas izmi
"karena tesa kaya gini gara-gara lo"teriak Van
"gue ngga ngapa-ngapain inget itu van"Izmi
Van tersenyum sinis mendengar ucapan Izmi
"ngga tahu apa-apa lo bilang,lo benci Tesa gara-gara gue suka tesa yakan?"Van
Deg
Izmi terdiam mendengar ucapan Van
"gue suka sama Tesa itu hak gue mii,gue bukan pacar lo sampe lo segitunya sama Tesa"jelas Van dengan nada tinggi
Izmi hanya diam mematung mendengar setiap ucapan Van
"Tesa pernah bilang kalo lo suka gue,dan demi lo gue sama dia harus jaga jarak mii"Van
"pas gue nanya sama dia apa ini yang namanya ikhlas,tapi dia jawab kalo ini pengorbanan mii,gue ngga tahu apa dia suka sma gue.Tapi kalo dia udah bilang pengorbanan itu berarti dia suka sama gue juga,demi lo mii demi loo ANNIZMI AZZAHRA"teriak Van benar-benar marah
Renal yang mengikuti Van saat membawa pergi Izmi menengar segalanya.Entah kenapa saat Van mengatakan kalo Tesa juga suka Van,ada sesuatu yang dirasakan hatinya.Sesak ya sesak rasanya
__ADS_1
"gue kenapa sih,kok dadaa gue sesak sih denger ucapan Van"batin Renal
Mendengar ucapan van izmi menangis sejadi-jadinya
"lo bener van Tesa cuman punya gue,cuman gue orang yang ada buat Tesa,gue ngga berhak buat ngalangin lo suka sama tesa ataupun sebaliknya"tangis Izmi
"gue yang salah karena udah nyakitin tesa,gue yang ngga pernah tahu keadaan tesa selama ini"izmi dengan berjongkok menyesali semuanya
"lo baru sadar sekarang mii"ucap Renal tiba-tiba
"sebenernya ini agak melukai harga diri gue,masa gue dateng ditenga-tengah langsung nyambung kesannya kek tukang nguping gue,bodo amat lah dah tanggung nih"batin Renal
"kemaren pas lo maki-maki Tesa di UKS kenapa ngga mikir"geram Renal
Van terkejut mendengar perkataan Renal
"kenapa lo ngga ngomong ke gue soal itu Nal"tanya Van dengan mata penuh amarah
"emang gue harus laporan sama lo"terang Renal
Izmi bangkit dan akan pergi
"mau kemana lo mii?"tanya Renal curiga
"gue mau samperin Tesa"Izmi
"nanti aja sama-sama nunggu pulang sekolah"saran Renal
"iya"jawab izmi singkat
Bersambung
__ADS_1