
Esok hari
Tesa dan Tezi sudah memutuskan untuk pergi ke psikolog hari ini juga,yaa meski tesa harus dipaksa
Didalam mobil
"haruss yaa tez?"tanya Teza
"haruss saa"ayah Tezi
"kan Tesa ngga stress ommm"
"kita cuman mau konsultasi dulu saaa"
"oke deh"pasrah Tesa
Beberapa menit suasana dalam mobil Hening
"lo serius saa mau nikah muda?"penasaran Tezi
"apa"syok ayah Tezi
"ngga tahu"Tesa mengalihkan pandangam ke luar kaca mobil
"beneran itu saa?"ayah tezi mlihat Tesa dari kaca depan karena ayah tezi duduk didepan bersama supir
"om udah kenal Tesa lama malah kayak anak sendiri"jelas ayah Tezi
"rasa-rasanya ngga enak niiih"batin Tezi
"jadiiii"ayah Tezi menghentikan ucapannya dan menoleh kebelakang
"jadiii?"Tesa
"jadi gimana kalo Tesa nikah muda sama Tezi aja"ayah Tezi
"apa"mereka berdua berteriak dan saling memandang satu sama lain
"dah sampai pak"info pak supir
"okey kita semua turun"
Ayah tezi dan Tezi menunggu diluar ruangan sedang hanya Tesa masuk
Sang paikolog dan Tesa kini duduk saling berhadapan hanya dibatasi sebuah meja
"siapa nama anda?"tanya paikolog
__ADS_1
"Tesaeri diningrat"
"bagaimana suasaa hatimu sekarang?"
tesa diam tidal tahu apa yang dia rasakan
"apa kau bingung?"
"hmmm"Tesa menganggukan kepala
"baik pertanyyaan selanjutnya,bagaimana tanggapan temanmu padamu?"
"baik"
"Bagaimana aikapmu dalam keluarga?"
"saya tidak punya keluarga"
Sang psikolig tediam sejenak mendengar jawaban Tesa
"anda suka kumpul atau nongkrong bareng?"
"ketika berkumpul aku sedikit senang tapi aku lebih suka sendiri"
"apa moto hidupmu?"
"entahlah"
"pastel"
Pertanyaan diajukan lumayan banyak,membutuhkan waktu cukup lama untuk mengetes mental seseorang
"bolehkah saya terbuka pada anda?"tanya Tesa diakhir sesi
"tentu"psikolog
"mengejar impian atau nikah muda apa itu yang namanya pendirian?"Tssa
"begini pendirian adalh sesuatu dimana anda mengambil sikap terhadap kehidupan anda sendiri dan akan tetap sama apapun yang anda jalani"
"maksudnya aturan?"tesa
"tepat sekali,aturan yang sama dikondisi uang berbeda"
"jadi menikah muda atau memilih karir adalh pilihan bukan pendirian"sambung psikolog
Tesa diam sejenak merenungi kaliat sang psikilog
__ADS_1
"aku akan melakukan apa yang aku suka,aku akan behenti berkorban untuk orang lain"
Sang psikolog tersenyum
"itulah pendirian nona,Be Your Self"psikolog
"baiklah aku sudah menemukan jawabanyya"lega tesa
"lantas terkait pilihanmu?"tanya psikilog
"aku akan mengikuti kehidupanku saja,menikah atau karir aku akan menerimanya"
"baiklah tes psikologi sudah selesai"umum sang psikolig
Tesa masuk kemknil duluan sedang Tezi dan ayahnya ingin mengetahui hasilnya
"Nona tesaeri memiliki kegelisahan berlebih yang artinya hampir mendekati depresi"jelas psikolog
"jadi memang sangat parah ya?"Tezi
"tapi tenang saja,dia cukup baik dalam berfikir dan merenungi setiap hal"
"jadi tidak masalah?"ayah tezi
"benar,tapi tolong tetap dampingi dia apalagi ketika dia menghadapi masalh besar"
"kelihatanya dia cukup taat pada agama?"tebak psikolog
"benar"Tezi
"kalu begitu kalian jangan terlalu khawatir,dia sangat percaya tuhannya"
Mereka pulang setelah hampir 2 jam berkonsultasi
Ditengah perjalanan
"saa"panggil tezi
"hmmm"saut Tesa
"kalo punya masalah langsung hubungi gue yaa,jangan simpen sendiri.mau kecil kek besar kek harus ngomong ke gue,okey?"
"iya"ketus tesa
"ngerti ngga jangan iya doang"
"iya Tezii"saut Tesa
__ADS_1
Ayah Tezi senang melihat Tezi dan Tesa
Bersambung