
"dia calon istri gue"tegas Renal
Van sangat marah mendengar hal tersebut
"maksud lo apa nal"nada tinggi Van
"dia calon istri gue"ulang Renal dengan sangat tagas
"gila lo ya nal"Van langsung mendekati Renal
"hha ha haa"izmi tertawa terbahak-bahak
Van menghentikan langkahnya
"lo ngrasain kan Van apa yang gue rasain,di tikam sama sahabat sendiri"jelas izmi
"dia bukan sahabat gue"bantah Renal
"stop it"teriak Tesa yang dari tadi diam
Dia melepaskan diri dari pelukan Renal
"ini rumah gue,apa hak kalian bikin keributan disini"nada tinggi tesa
Izmi sedikit ngeri melihat Tesa karena sosok Tesa yang dia kenal sangat leemah lembut
"miii kalo van suka sama gue itu hak dia, menolak atau menerima itu hak gue,dan lo suka sama van atau siapapun itu hak lo mii"mata Tesa benar-benar terlihat sebuah kekecewaaan pada tiga orang itu
"dan kalian berdua(Van dan Renal)kalian gila yaaa,kita masih sekolah ngapain bahas-bahas istri,izmi,kalian berdua,dan gue juga punya impian masing-masing"
"sekarang kalian semua pergi dari rumah gue"
"go"teriak tesa
__ADS_1
Seketika semua keluar dari rumah Tesa,tapi mereka tidak pergi.Mereka merasa bersalah pada tesa dan juga mereka cukup dewasa untuk merenungi ucapan tesa
......................
Melihat semuua sudah keluar Tesa langsung jatuh tak berdaya,dia menangis sejadi-jadinya tanpa dia ketahui tiga manusia belum pergi dari rumahnya dan mendengar suara tangisan tesa yang sanagat pilu
"mamah papah"tangis tesa
"lagi-llagi gue hilang kendali saa"batin izmi menangis
Renal dan Van sama-sama merasa seperti orang idiot yang lupa dgan penderitaan Tesa,terutama Renal
"kalian ngapain disini terus kenapa pada nangis?"tanya Tezi baru datang
Tezi juga mendengar suara tangisan Tesa
"kok Tesa nangis juga"khawatir Tezi
"Tezi"panggil Izmi
Tezi menoleh tanpa menjawab
"tolong tenangin tesa yaa,dia kayak gitu gara-gara kami"izmi menundukan kepala
Tezi memandangi mereka satu persatu,dia sudah tahu masalah sebelumnya
"jadi masalah perasaan yang melibatkan dua orang masih berlangsung"ejek Tezi
"kalian semua ngga ada otak yaaa,udah cukup bikin tesa menderita"
Tezi menatap nyalang pada Renal dan mendekatinya
"terutama loo nal,gue udah denger semua dari abah"tunjuk Tezi pada renal
__ADS_1
"lo tahu Tesa punya trauma dan lo juga terlibat dalam lukanya kali ini hah"teriak Tezi persis di depan muka Renal
"gue tahu gue salah Tez"Renal menangis
"apa yang Tesa alamin di sana?"tanya Van
"heh,persetan sama kalian semua"Tezi langsung menemui Tesa
Tanpa disadari ketika mereka berempat ribut suara Tesa dari dalam sudah tidak terdengar
Tok tok
"saa ini gue tezi"suara Tezi bercampur dengan tangisan
"saa"
Tezi langsung masuk mengetahui jika pintunya tak dikunci
Tezi sebagai sahabat sangat terpukul melihat sahabat dari kecilnya terkulai tak berdaya dilantai
Tangisan tezi menjadi jadi,dia langsung membopong Tesa ke kamarnya
"saa bangun okey ini gue Tezii"bisik lembut tezii
Disegera menyipratkan air pada Tesa taoi tetap tidak bangun
Akhirnya dia menelvon ayahnya dan meminta bantuan untuk memanggilkan dokter
Beberapa menit Tezi menangis melihat kondisi Tesa
"saa yang kuat yaaa,gue bakal jagain loo guee ngga bakal biarin lo menderita lagii okey?"air mata tezi mengalir saangat deras
Bersambung
__ADS_1