TESAERI DININGRAT

TESAERI DININGRAT
perkenalan


__ADS_3

Tesa menemui abah diruang tamu,terlihat ada Abah,ummi(istri abah),dua santriwan,dan seorang pemuda berpakaiin gamis berwarna mocca tapi tidak memakai apapun dikepalanya


Zahra memecah keheningan yang tercipta akibat kedatangan Tesa


"abahhh dah zahra bawa mba tesanya"ucap zahra bahagia


"duduk sini saa"titah ummi


"iya mii"jawab tesa duduk di sofa yang cukup 1 orang


"ada apa bah?"tanya tesa penasaran


"ini anak sulung abah baru pulang dari mesir,namanya zakra"ucap abah menunjuk ke pemuda yang memakai gamis mocca


"dan zakra ini tesa"sambung abaah


Tanpa sengaja manik mata mereka saling bertemu ketika abah mengenalkan mereka


zakra memalingkan pandangan sedangkan tesa langsung menunduk


"allohu akbar mana gateng banget lagii,sadar saaa,astagfirulloh"batin Tesa


"kamu ngga nanya kenapa abah manggil kamu kesini?"heran abah


"pengin nanya cuman udah tadi"cengir abah


Semua orang tertawa mendengar jawaban tesa


"berapa usia kamu saa?"tanya ummi


"17 tahun mii mau 18"jelas tesa


"udah ssiap menikah belum?"tanya umi


Tesa yang menundukan kepalanya dari tadi seketika mengangkat wajahnya dan memandang ummi dan abah dengan begitu banyak pertanyaan


"gini abah pengin jodohin kamu sama zakra usianya 22 tahun dia baru menyelesaikan S1 nya di Al-ahzar "terang abah

__ADS_1


"abah tahu kan pemikiran tesa"panik tesa


"abah ngga maksa kalo kamu mau nolak juga ngga papa,terus kalo pun kamu setuju kami bakal ninggu tesa kok"terang abah


Tesa memandang abah denga mata berkaca-kaca.ingin sekali dia menangis


"mba,kalo mba setuju insha alloh saya bakal nungguin mba sampe siap,entah itu berapa tahun lagi mba"ucap suara lemah lembut yang tak lain adalah zakra


"Tesa perlu waktu?"tanya ummi


"iya miii"lirih tesa


Akhirnya tesa lebih dulu pergi meninggalkan semua orang diruang tamu dan menuju ke tempat sebelumnya


🌸Luka yang tersayat


🌸Kembali tuk dipahat


🌸Apa mungkin jiwa yang tenggelam mampu selamat


🌸Dari takdir yang mengikat


🌸Mempermainkan hati yang terpampang


🌸Sang rembulan memberi kabar


🌸Adanya duka yang telah tersebar


Suara tesa bergetar tatkala menyuarakan puisi tersebut,lututnya tak mampu lagi bertahan seketika ambruk terduduk di tanah dengan tangisan yang amat memilukan


Zikra yang melihat tesa benar-benar tidak tega


Dia pun menghampiri tesa


"apa perjodohan ini amat menyakitkan untukmu?"tanya zikra tiba


Tesa menoleh tapi posisi badannya tek berubah

__ADS_1


"sangat,sangaaat"tangis tesa


"apa kemauan mu?"tanya zikra lemah lembut


"pulang"jawab tesa


"sampaikan keinginanmu pada abah,saya dan keluarga saya tidak memaksamu menerima perjodohan ini"jelas zikra dengan sopan


"jangan menangis abah akan sedih melihat mu menangis seperti ini"ucap zikra langsung pergi


Tesa terus menatap kepergian zikra danga air mata yang masih menetes


"adakah pasir yang tak basah diantara besarnya ombak samudra kak zikra"teriak tesa sambil bangkit


Zikra berhenti sejenak mendengar ucapan tesaa.Tanpa Tesa ketahui terukir senyum diwajah zikra


Tesa berlari untuk menemui abah satu yang dia inginkan,hanya pulang


"abah"panggil Tesa


"tesa ngga siap untuk menikah bah"jelas tesa dengan nafas tak beraturan


"ngga papa nduuu,abah sama ummi juga ngga maksaa"terang abah


"tesa ingin pulang bah"ucap tesa tiba-tiba


"apa karena kejadian ini tesa udah ngga nyaman disini lagii?,abah minta maaf ya saa"pinta abah


"ngga bah tesa pengin ngelanjutin sekolah tesa kok bah"terang tesa


"kapan tesa mau pulang?"tanya abah


"besok bisa ngga bah?"tanya tesa


"insha alloh nanti abah coba tanya yang bs antar tesa pulang"sabar abah


"makasih ya bah udah ngertiin tesa dan maaf tesa ngga bs ngelakuin apa yang abah pengin"ucap tesa dengan nada tidak enak

__ADS_1


"ngga lah nduuu,kamu ini jangan diambil pusing,percaya sama Alloh Swt takdir bakal kemana perginya"nasihat abah


Bersambung


__ADS_2