TESAERI DININGRAT

TESAERI DININGRAT
pertanyaan selanjutnya


__ADS_3

Jam istirahat,di perpustakaan


tesa melihat van sedang duduk di dekat jendela dan langsung menghampirinya


"apa kau berubah karena ucapanku?"tanya tesa


Van yg melihat ke luar jendela langsung menoleh ke tesa


"mungkin"jawab van singkat


"why?"tanya tesa


"karena aku ngga mau nyakitin orang lain"sambung van


"why?"kepo tesa


"ternyata loh kepoan yaaa"ejek van


"ngga juga kok"bantah tesa


Van kembali melihat ke luar jendela


"kemarin lo nanya soal luka kan?,dan sekarang gue jawab ya gue punya luka"ucap van


"gue pikir gue ngga akan nyakitin siapapun kalo gue diem,dan ternyata itu salah"ujar van


"satu hal yang sedang aku pelajari dari hidup,menerima ketika takdir merenggut,mengambil ketika takdir memberi,dan pasrah ketika takdir terlalu lancang"ucap tesa sambil berlalu


Itu yang membuat van selalu penasaran dengan tesa karena setiap ucapannya sangat mendalam


bel masuk berbunyi,tanpa sengaja ada yang melihat tesa dan van keluar dari perpus bersama


"ko mereka bisa barengan si"gumam izmi


"halah izmi seudzon loh,tesa ngga akan pacaran loh tahu itu"izmi dengan diri sendiri

__ADS_1


semenjak tesa kehilangan ayahnya diusia 15 tahun dia lebih berusaha memperbaiki diri di hadapan tuhan,sesekali dia juga membantu dimadrasah dekat dia tinggal


bel pulang berbunyi


"sa"panggil izm"


"iya"menoleh tesa


"tadi pas istirahat gue diberitahu pulang sekolah langsung ikut pramukaan,gimana saa"terang izmi


"apa gue anterin loh dulu aja kali yaa?"pikir izmi


"ngga usah,gue cari kendaraan umum atau cari tebengan di parkiran aja mi.don't worry okey"saut tesa


"ya udah gue anterin ke parkiran yo,takut ngga nemu tebengan lo saa"izmi


"yakaliii emang gue balita apaaa,udah sana lo siap-siap aja"pinta tesaa


"yakiiin?"tanya izmi


Ketika tesa mencari tebengan di parkiran lumayan susah karena setiap anak punya partnernya


"yah susah banget cari tebengan,ya alloh bantu tesa"doa tesa


Seketika ada motor otomotif berhenti di depan tesa,remaja laki-laki menggunakan helm memandang tesa


"ayo gue anterin"ajak van


"kita bukan muhrim van"ucap tesa


"tapi emang loh mau jalan kaki?"tanya van


Tesa berpikir sejenanak daaann


"ya udah ayo"setuju tesa

__ADS_1


tesa langsung naik tanpa menyentuh van sedikit pun


Membutuhkan sekitar 30 menit agar sampe tujuan tesa


waktu menunjukan pukul 12.45,hari ini hari sabtu jadi mereka pulang cepat yakni pukul 12.30.


"stop van"pinta tesa


"kenapa?"tanya van langsung berhenti


"noh mushola,solat dulu van"jelas tesa sambil menunjuk


"kenapa ngga dirumah aja saa?"tanya van


"gue ngga pulang ke rumah langsung van,udah ayo solat dulu"ajak tesa


"ngga,gue ngga solat lo aja sana gue nungguin loh aja"jelas van


"solat itu wajib van bagi setiap muslim"ujar tesa


"tapi buat mereka yang percaya sama dia kan"jawab van sambil melihat lafadz alloh diatas musolah


Tesa ikut melihat arah pandang van


"haaaaa"hela nafaa tesa


"yaudah tunggu bentar yaa"pinta tesa langsung menuju temoat wudhu


Mushola tersebut memakai kaca tembus pandang jadi van bs melihat tesa yang sholat


selesai sholat


"ayo van "ajak tesa


Mereka melanjutkan perjalanan mereka

__ADS_1


bersambunggg


__ADS_2