
Malam hari pukul 19.45 didepan rumah susi
"si susi lama amat,dandanya kaya apa si"kesal izmi
"au ah sodara lo tuh"kesal tesa
"sodara loh juga keless"nyonyor izmi😫😫
Lima menit kemudian susi keluar rumah dengan dandanan lumayan tebal
"oiii mau ngaji apa manggung"sewot izmi
"biarin siapa tahu nemu akhi ganteng ygy"jawab susi dengan menghayal
"itu tabarruj namanya"tambah tesa
"sekali-kali tesaeri ku tersayang"rayu susi
"sekali-kali apanya,dah ayo berangkat"ajak izmi
Mereka berjalan kaki menuju masjid,rumah susi,izmi dan tesaeri masih 1 lingkungan dan tdk terlalu jauh dari masjid
Ditengah jalan
"tadi lo pulang sama siapa saa?"tanya izmi
tesa agak resah karena tidak enak dengan izmi
"samaaa"tesa
"sama cowo genteng tahu mii"potong susi
"siapa?"tanya izmi
"van"tesa sedikit pelan
__ADS_1
izmi terdiam sambil menatap sedikit nyalang ke tesa
"miii jangan salah paham yaaa"mohon tesa
mereka sudah dekat dari masjid ketika tesa akan menjelaskan pak ustadz memanggilnya
"tesaaa sini bantu bagiin senack ke jamaah"panggil pak ustadz
"iya pak"saut tesa
"ntar gue jelaain yaa mii,jangan salah paham dulu ya pleasss"mohon tesa sambil berlari menghampiri pak ustdaz
Tesa lumayan sibuk sebab dia membantu banyak hal di acara tersebut
Susi dan izmi duduk diantara jamaah yang lain
"ada apa si miii lo sama tesa?"tanya susi
sedang izmi sedang melamun
"oooiiii"teriak susi didekat telinga izmii
"hiii rese loh sus"kesal izmi
"jangan ngalamun ntar kesambet setan loh"susi
"lo setanyya"teriak izmi
"enak aja cantik,mehoyy,ples menggoda gini masa dibilang setan"kesal susk
"tadi lo liat tesa sama van deket ngga sus?"tanya izmi
"engga,lo tahu kan,tesa aja keliatanyya jaga jarak gitu kok"jelas susi
"ohhhh"izmi
__ADS_1
"kenapa?,jealosss yaa"goda susi
"udah diem dengerin noh ceramahnya"izmi mengalihkan pembicaraan
Pengajian berlangsung sampe pukul 22.00.izmi membantu tesa dan lainnya untuk membersihkan tempat pengajian tadi, sedangkan susi langsung pulang karena sudah mengantuk
izmi dan tesa pulang pukul 22.30
"yooo pulang" teriak salah satu panitia acara
"mii maaf gue baru jelasin sekarang soalnya tadi sibuk banget"jelas tesa sambil berjalan pulang bersama izmi
"iya ngga papa gue tahu kok,sains aja"santai izmi
"beneran mii?,lo percayakan sama gue?"tanya tesa"gue ngga ada apa-apa ko sama van"
"iya baginda ratu tesaeri diningrat"ucap izmi sambil tersenyum
"makasih ya miii"tesa sambil memegang tangan izmii
" yoiii"jawab izmi
Mereka sampai dirumah masing-masing.izmi dengan keluarganya,dan tesa dengan kesendiriannya
tesa membuka pintu rumahnya
"assalamungalaikum rumah,tesa pulang"salam tesa
Tesa langsung menuju kamar dan membaringkan tubuhnya di atas kasur sangking capenya
"gue salalu takut mii,kalo persahabatan kita hancur gara-gara gue"ucap tesa sambil memandangi langit-langit rumah
"mah,yah,tesa salah ya kalo tesa suka sama van?,tesa pengin cerita banyak ke mamah,papah.tesa kangen kalian"tesa sambil menangiss
tak terasa seorang tesaeri menangis sampai tertidur
__ADS_1
Rindu paling menyakitkan adalah ketika yang dirindukan sebuah gundukan tanah dan batu nisan