TESAERI DININGRAT

TESAERI DININGRAT
KELUARGA RENAL


__ADS_3

1 minggu kemudian


"gila bisa-bisa meledak pala gue dikasih tugas kelompok terus"keluh Renal


"meledaaaak"saut Tio ala manja


"kita kerjain nanti sore yaaa"pinta Van


Yah mereka bertiga 1 kelompok


"gue setuju,biar cepet kelar"Tio


"oke deh"setuju Renal


Bel pulang sekolah berbunyi,semua pulang ke rumah masing-masing begitu juga dengan Renal


Renal menghentikan motornya didepan rumah yang lumayan megah


"punya orang tua kaya ngga punya orang tua aja"omel Renal pada diri sendiri


Renal merupakan anak tunggal,ayahnya bekerja sebagai CEO disebuah perusahan sedang ibunya suka sekali keluar rumah.


Renal langsung masuk kamar dan membaringkan tubuhnya


Tok tok


Seseorang mengetuk pintu


"siapa?"teriak Renal


"bibi nduuuu,ngga makan siang dulu?"tanya bibi


Bibi adalah panggilan Renal kepada ART yang sudah dia anggap sebagai keluarga


"ngga bii terima kasih,Renal cape pengin tidur"jawab Renal dengan santun


"ya udah nanti kalo laper di meja makan udah bibi siapain"pesaan bibi


"iya bi"Renal


...----------------...


Waktu menunjukan pukul 15.00


"ngapain si van lo kesini hah"kesal Tio yang tidur siangnya di ganggu Van


"kelompokan lah"enteng Van


"enteng banget loh bilang klompokan,noh liat baru jam 3"tunjuk Tio pada jam dinding

__ADS_1


"bodo amat,cepetan siap-siap kita ke rumah renal"titah Van keluar dari rumah Tio


"kapan nih kutub mencair ya alloh"keluh Tio dalam hati


"kok di luar Van"tanya ibu Tio


"iya tan disini aja lebih seger"Van


"gimana,Tio nya mau bangun ngga?"


"bangun tan"


"sukur deh"


Ibunya Tio berlalu masuk ke dalam rumah


Beberepa menit


"dah yuu berangkat"ajak Tio baru keluar


"bahannya udah dibawa?"tanya Van


"udah tenang"Tio


DI RUMAH RENAL


"segitu ngga cukup lah pah"pembelaan seorang wanita yang terlihat lebih muda dari laki-laki tersebut


Yah mereka berdua orang tua Renal


Renal yang tertidur terbangun karena mendengar pertengkaran orang tuanya


"haaaa"Renal membuang nafas dengan kasar


Dia beranjak keluar menemui orang tuanya


"emang buat apa sih maa,setiap papah kasih uang pasti ngga cukup"Papah


"ya buat kebutuhan mamah la pahh,buat apa lagii"ketus mamah Renal


"kebutuhan?,kebutuhan memenuhi hidup glamor kamu sama temen-temen kamu"


"pah mah udahhh"lirih Renal yang baru datang


"Papah kamu tuh yang pelit ke mamah"bantah mamah


"bukan aku yang pelit tapi kamu yang boros"tunjuk tangan paph di wajah mamah


"heh mending yaa aku boros daripada kamu selingkuh terus kerjaanya"mamah yang tidak terima

__ADS_1


"mah"Renal


"kamu ngga usah belain papah kamu yang ngga setia ini yaaa"marah mamah


"heh aku kaya gini karena kamu ngga becus urus aku"bantah papah


"pah,papah udah yaaa"pinta renal


"kamu masuk kamar,ini urusan mamah sama papah"titah papah


"ngga usah masuk kamar nal,kamu tahu apa aja yang papah kamu ini perbuat?"mamah


"sok sibuk pulang malem padahal selalu main cewe diluar"maki mamah


"mah cukup yaaa"marah papah


"apa?,emang benerkan?"mamah


"mah"papah mengangkat tangan dann


PLAAAK


Seisi rumah langsung terdiam


Renal terkena tamparan ayahnya,dia berdiri didepan mamahnya yang hendak ditampar oleh paphnya


"baru kalian berhenti bertengkar setelah Renal tertampar"manik mata Renal menatap mata papahnya


"jangan kurang ajar kamu nal"murka papah


"ngga salah kan pah kalo Renal kurang ngajar,karena mamah papah ngga pernah ngajarin Renal sopan santun"berani Renal


Mamah renal membalikan tubuh renal,sampai mereka berdua berhadapan


"ngomong apa kamu nal"amarah mamah karena ucalan Renal


"iya kan mah,salah renal ngomong kaya gitu.kapan mamah papah ngajarin Renal sopan santun"


"kalian sibuk sama urusan kalian,kalian ngga pernah luangin waktu buat Renal"teriak Renal


Orang tua Renal terdiam mendengar ucapan Renal,sedang Renal memutuskan pergi


Ketika dia membuka pintu,dannnnn


"kalian"Renal terkejut


Bersambung


Maaf ya temen-temen baru up lagiπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2