TESAERI DININGRAT

TESAERI DININGRAT
sabar,ikhlas dan sholat


__ADS_3

Pukul 14.05 van datang menemui tesa di toko. tesa sudah keluar dari toko


"eh pas banget"ucap tesa


"dimana musholanya?"tanya van yg masih duduk di atas motor lengkap dengan helmnya


"eh kalo disini paling deket itu masjid van,ngga jauh kok.perempatan situ terus belok kiri sampai"jelas tesa sambil menunjuk arah


"ya udah ayo"ajak van


"ayo"setuju tesa dengan jalan kaki


"kok jalan kaki?,ngga sama gue?"tanya van


"ngga usah lo duluan aja"titah tesa


Van yang sudah tahu sifat tesa akhirnya duluan


Di masjid


"okey lo bs wudhu ngga van?"tanya tesa


"kallau wudhu gue bs sa,tapi kalo sholat gue ngga terlalu paham"ucap van


"ya udah lo wudhu dulu gue nunggu di dalem"printah tesa


Van langsung pergi ke tempat wudhu tanpa sekata apapun


"kulkas mah tetep kulkas tesa,ya kali jadi oven"gumam tesa


tanpa tesa sadari gumamannya sedikit keras sampai van mendengar dan tersenyum


Van dan tesa sudah didalam masjid mereka duduk berhadapan dengan jarak sekitar satu setengah meter

__ADS_1


"ngga langsung sholat saa?"tanya van


"sebelum belajar gue pengin nanya sama lo van"jelas tesa


"kemarin lo ngga yakin sama alloh swt sekarang tiba-tiba pengin diajarain sholat"sambung tesa"why?"


"kemarin lo minta gue perhatiin hidup gue kan?,dan gue udah tahu ternyata ada yg hidupnya lebih menderita dari gue"terang van


"hidup siapa yang lo amatin?"tanya tesa


"lo"ucap van sambil memandang mata tesa


"asstagfirullo"tesa langsung menundukan wajahnya


"kehilangan orang tua,hidup sendiri,dan gue tahu lo seringkan dapet surat teguran dari sekolah karena nunggak spp"jelas van


Pekerjaan tesa sebagai penjaga toko tidak menghasilkan begitu banyak uang apa lagi hanya paruh waktu


Biaya sekolah,makan,alat tulis,iuran sekolah,belum lagi biaya kebutuhan rumah


"its okey,pendiem diem-diem mengamati"ucap tesa


ucapan tesa membuat dirinya dan van tertawa


"udah ayo,bisa niat sholat ngga lo?"tanya tesa


"lumayan bisa"jawb van


mereka belajar sholat sekitar 20 menit


"segini dulu van,lo udah lumayan bisa kok,terapin di rumah van ntar lo juga bisa.sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit"ucap tesa


"tadi lo banyak nanya sekarang gue yang bakal nanya boleh kan?"van

__ADS_1


"yaps"jawab tesa


"menerima ketika takdir merenggut,mengambil ketika tkdir memberi,dan pasrah ketika takdir terlalu lancang.maksudnya apa sa?"tanya van


"ikhlas dan sabar"jawab tesa sambil tersenyum


"banyak orang berkata bahwa ikhlas itu tidak ada yang ada cuman terpaksa lalu terbiasa,tapi pernah ngga si berfikir dari mana kebiasaan itu kalo bukan dari ikhlas"jelas tesa


"kedua orang yang mau menerima takdir dan berprasangka baik terhadap yang memberi takdir itu namanya sabar van"


"apa lo udah mampu?"van


"kan kemarin gue udah bilang gue lagi belajar"ucap tesa


"terus kenapa lo matiin tevon gue tadi pagi?"tanya van


"mati lo tess, ya kalii lu bohong tes,apa gue omongin aja ya kalo izmi suka dia"batin izmi


"sebenernya"ragu-ragu tesa


"izmi suka lo van"sambung tesa


"terus apa hubunganyya"van


"dia sahabat gue van,gue ngga pengin hubungan ini hancur gara-gara gue"sedikit nada tinggi tesa


"jadi ini yang namanya ikhlas"tanya van


"mungkin tapi lebih tepatnya pengorbanan van"ucap tesa berkaca


Kenyataan yang tak terbantahkan bahwa van mangagumi tesa,dan tesa nyaman dengan van


"kalian lagi ngapain disini?"tanya seseorang

__ADS_1


bersambung


__ADS_2