
Beberapa menit menunggu akhirnya tesa terbangun
"tesaaaa"girang renal melihat tesa membuka matanya
Semua langsung mendekati tesa
"nduuuuu"panggil lembut abah
Ummi segera memanggil dokter
"abah"lirih tesa
"ini abah nduu"Abah dengan terisak
"kok nangisss,tesa ngga papa kok"jelas tesa dengan tersenyum
"permisi"dokter
Dekter langsung memeriksa keadaan tesa
"boleh ku tanya sesuatu"dokter
tesa menganggukan kepalanya
"begaimana pikiranmu sekarang,sudah benar-benar tenang atau masih panik?"dokter
"sudah tenang dook"Tesa
"baiklah saya tinggal"izin dokter segera pergi
"saaa lo serius ngga papa?"khawatir renal
Tesa sedikit tertawa
"kok ketawa sih?"Renal
"gue kira gue mimpi liat loo,ehh emang lo yang dateng"tesa
"cie terbayang-bayang gue yaaa?"ke pe dean renal
"ya kaliiiiii"saut tesa lirih
"ngga ada yang sakit saaa?"tanya ummi
"sedikit,tapi ngga papa kok"tesa
Akhirna zikra memberanikan diri maju diantara mereka semua
"wllohi saya akan menikahimu tanpa persetujuanmu"ucapan zikra teengian-ngian ditelinga tesa ketika melihat zikra
Tesa menangisss
__ADS_1
"kenapa menangis nduù,kamu ngga mau liat zikra?"abah sambil melihat ara mata tesa(zikra)
"seinget tesa,mereka ngga liat tubuh tesa kok kak"lirih tesa dengan menangis
Semua terenyuh mendengar ucapan tesa
"saya tahu itu,saya juga bilangkan saya ngga akan biarin itu"jawab zikra
"bah sekarang waktunya para santri ngaji"ucap ummi
"iya miii,tesa abah tinggal yaa.zikra sama renal jagain tesaa"titah abah
"iya bah"jawab zikra dan renal serentak
"ummi tinggal yaa"ucap ummi pada tesa sambil mengelus kepala tesa
Ummi dam abah pun meninggalkan mereka bertiga dalam satu ruangan
"tesaa laper"ucap tesa tiba-tiba
Zikra dan renal yang masih melihat kepergian abah dan ummi seketika menoleh pada tesa
"owalah,princesse luwe ternyta"ejek renal
"mau makan apa saa?"tanya renal
"roti bakar"saut tesa
Sekarang hanya ada tesa dan renal
"makasaih ya nal,"pelan tesa
"ngga papa,sains aja"renal"kenapa lo ngilang gitu aja sih?"tanya renal
"gue perlu waktu nal"ucap tesa
"ahh"pekik tesa memegangi kepalanya
"kenapa saaa?"was-was renal
"agak sakit aja,tapi ngga papa"jawan tesa
"saa sekaramg izmi udah jadi baik lagi kok"tiba-tiba Renal
"emang kemaren izmi kenapa?,jahat gitu?"tesa
"iya lah"jawab renal enteng
"dia ngga jahat tapi cuman salah paham"perjelas tesa
"lo suka van ngga saa"tanya renal
__ADS_1
Keduanya terdiam,suasana menjadi canggung
"ngga"singkat tesa
"bener?"renal
"iya lah"tesa
"yakin?"renal
"iyaaa"ngegaa tesaa
Tok tok tok
Zikra masuk membawa roti bakar dan susu
"ini mbaaa"zikra
"makasih"tesa sambil menerima makanan
"gue suapin saa"pinta renal
"ngga usah,gue bisa kok"jawab tesa
Beberap menit tesa selesai makan
"kak kamar mandi ciwo dimana yaa?"taya renal
"ohh itu keluar belok kiri terus ada herbang masuk aja"teramh zikra
Renal pun perhi ke kamar mandi
"maag ya mbaaa"lirih zikra dengan menunduk
"what for?"tesa
"ngga bisa jagain mba"zikra
"kakak udah jagain tesa kok,makasih loh buat sorbannya"ucap tesaa
suasana hening sampai tiba-tiba
"pasir di tengah samudra ngga akan kena ombak kalo dia jadi daratan yang luas"ucap zikra memecah keheningan
"caranya?"tesa
"saya ngga tahu.tapi yang pasti bakal terjadi"terang zikra
"saya bisa pulang nanti sore kan?"tesa mengalihkan topik
"kaya dikter bisa mbaa"zikra
__ADS_1
"yeess" atin tesa